Jati Diri.
Ia bukanlah sosok yang pandai menceritakan dirinya.
Berusaha jujur adalah gaya hidup yang ia jalani.
Penilaian seseorang bukan sekali dua kali, mematahkan hatinya.
Ia hanya berusaha jujur, tidak membohongi orang lain maupun dirinya sendiri.
Ketika senang ia tersenyum, ketika sedih ia pun menangis, bahkan ketika bahagia ia pun bisa tertawa kok. Namanya juga manusiakan?
Ia tidak pandai berbasa basi, banyak diamnya dan berbicara secukupnya.
Cuman, orang selalu melihat yang nampak, katanya menilai buku dari sebuah sampulnya?
Namun itu juga tak salah, karena semua dapat menilai dari yang dilihat dan dirasa.
Menjelaskanpun apa gunanya?
Ia tak begitu peduli tentang orang, yang terpenting ia tetap berusaha jujur.
Menjadi dirinya sendiri, kini hingga nanti.
Ia adalah saya.














