Deddy menulis sejumlah pandangannya terhadap isu sosial yang terjadi di masyarakat sekitarnya, sekaligus masyarakat di mana pun. Soal-soal harian yang sehari-hari itu dihadirkan Deddy demgan cara yang menarik: parodi. Ia memimjam ustad x sebagai perwakilan kaum cendikia, yang serba paham dan serba benar, atau mesti dan harus tampak demikian. Tokoh lain adalah Simalanca, swbuah nama yang diambil dari khasanah humor minang, seperti Kabayan dalam cerita humor Sunda, sebagai representasi masyakarat yang terkurung, tidak punya banyak pilihan, tapi pintar bersiasat. Membaca kumpulan cerita di buku ini kita diajak melihat dunia di sekitar kita sendiri, dan lebih gawat adalah diri kita sendiri. Bagaimana pun kuman di pulau seberang tampak benderang dibanding gajah di pelupuk mata. Itulah yang ingin dikritik @deddy.ars. Lagi pula, pubcak dari humor tentu saja menertawakan diri sendiri. Info aja, Deddy Arsya juga sedang menyiapkan satu kumpulan tulisan yang menarik dalam bentuk esai manis terkait fenomena penting dan menarik. Tunggu ya. Deddy Arsya, Ustad x. & Simalanca, Lelucon2x Pahit Menunggu Berbuka, Yogyakarta, Penerbit JBS Mei 2020, vi+80 hlm, 50.000 #deddyarsya #ustadxdansimalanca #simalanca #parodiminang #lawakminang #kritik #penerbitjbs #humor #humorpolitik #humorminang (at Jual Buku Sastra-JBS) https://www.instagram.com/p/CeLTJTLBKRG/?igshid=NGJjMDIxMWI=