Bahagia versi saya itu receh, mungkin hanya Maming @sriambarasari dan A @odyssey.of.a yang mengerti mengapa kebahagiaan saya sereceh itu. Sudah seminggu ini rasa bahagia saya nambah karena melihat pohon buah jeruk limau Bali saya yang sedang belajar berbunga. Minggu lalu, bunganya masih satu dua, tapi pagi ini ketika disapa, bunganya penuh dari atas sampai bawah. M: 'Ilangin aja beberapa Cik, biar hasilnya bagus'. U: 'Janganlah, kasi dulu dia belajar berbunga, ntar aja kalau udah pinter dia berbunga baru gua liatin apa perlu bunganya dikurangi'. Percakapan sama Maming, ketika saya dengan bangganya memperlihatkan pohon jeruk limau Bali saya. A ga mau kalah berkomentar ketika melihat mamanya pagi-pagi sudah sibuk ngobrol dengan tanaman yang saat ini memenuhi ruang makan yang jarang dipakai. 'It is so easy to give you birthday present, Mama. Just give you something from Plantagen or Blomsterlandet, then you will be happy. Easy peasy!' Iyaaaa, sesederhana itu dan ga pakai ribet. 2 toko tanaman yang disebut A adalah toko favorit saya. Terkadang saya iseng ke sana cuman ingin lihat berbagai macam tanaman tanpa membeli apapun. Seneng aja rasanya melihat tanaman yang berjejer rapi dan siap untuk dibeli. Tidak semua tanaman ingin dimiliki, kepuasan melihat saja sudah cukup membuat senyum saya makin lebar dan energi nambah di badan. Receh kan? 🤣 Menurut saya bahagia itu memang bisa didapatkan dari hal-hal receh jika kita tahu bagaimana caranya bersyukur. Mulailah dari apa yang kita sudah miliki dan bukan dari apa yang kita inginkan. Yuk, kita bisa yuuk... @odyssey.of.a @sriambarasari @indiramahadiva @diandra_arysaputri #demaodyssey #demajourney2022 #demamenulis #mobilephotography https://www.instagram.com/p/CkBdCNHLUyO/?igshid=NGJjMDIxMWI=