Mendamba Kilaumu
kau adalah satu bintang di angkasa luas milikku terang nian kilaumu dan ku tersesat didalamnya namun masih ku bertahan tuk disini bersamamu memberi hati dan jiwaku tanpa harus, tanpa harus kau minta mengagumimu sungguh menyakitkanku karena beribu langit mendamba kilaumu merindumu sungguh menyakitkanku karena tak hanya aku yang mengharapkanmu mengagumimu sungguh menyakitkanku karena beribu langit mendamba kilaumu merindumu sungguh menyakitkanku tapi ku ingin bersamamu merindumu menyakitkanku ---
Ini lirik dari sebuah lagu yang berjudul mendamba kilaumu dari La Luna.
Saya suka lagu ini sudah sangat lama dan ternyata lagu ini cocok untuk saya saat ini walau pernah kejadian beberapa tahun silam.
DAn sungguh setelah mengetahuimu dengan sejuta bakat yang sangat memukau banyak orang, saya tahu akan seperti lirik dalam lagu ini.
Kau seperti satu bintang yang sangat terang sinarnya dan pasti banyak orang akan mengagumi sinarmu itu. Mungkin ini analogi dari kehidupanmu sekarang yang mulai beranjak. Saya menganalisa ini sebuah pembuktianmu pada mungkin banyak pihak yang dulu menganggapmu sebelah mata. SAmpai saya pun tak pernah tahu keberadaanmu dalam sebuah lingkup yang ternyata dekat dengan hidup saya.
Saya mahfum ketika kau bermain akan sangat banyak orang terpukau dengan permainanmu. Saya sangat yakin tak ada orang yang tidak terpukau dengan gaya mainmu. Semua mungkin akan terbius dan mungkin untuk para wanita akan meleleh karena merasa hal itu adalah hal yang romantis untuk disajikan oleh seorang pria.
Saya merasa ada hal pesimistis dari rasa ini dan rasa denial diawal yang sangat berkecamuk kuat dalam diri saya ini. Saya hanya mampu berdoa untukmu di sana untuk hal-hal yag ternaik untukmu.
Saya hanya seorang pencundang atau apalah bahasanya karena saya hanya bisa diam untuk saat ini bukan karena tidak mau berjuang tapi ada rasa dan juga sifat dasar saya yang tidak seberani orang-orang diluar sana untuk mengungkapkan rasa.
Ketika itu memang sudah jalan tuhan dan semesta akan tiba masa kita bisa berdekatan dengan baik.
Saya saat ini hanya berjuang semampu kekuatan yang saya miliki. Yaitu dengan doa dan cara saya yang menurut saya aman.
Karena setelah denial itu ada hal yang harus saya urusi kembali.
Semua ini desain dari tuhan dan semestanya.
Dan kalau kau memang yang tertulis dalam Lauhul Mahfudz jodoh saya, pasti tuhan akan mendekatkan dengan tangan yang sangat sakti itu. Saya yakini hal itu. Belum tentu untuk kita baik tapi tuhan berkata itu belum tentu baik untukmu.
Ini sebuah perjalan hidup dari berbagai rentetan perjalanan hidup lainnya. Ya ini masalah rasa .. rasa dalam percintaan. Rasa yang tahun lalu tak ingin saya hadirkan dalam perjalanan hidup saya dan tetiba muncul dalam waktu yang begitu sekejap mata.
Sekarang ... saya hanya menikmati perjalanan ini saja. Dan berpikir positif untuk hal ini. Semakin kita berpikir positif, Tuhan akan memudahkan jalan ini. Amin amin amin.
Ya semoga kau bisa menjaga imanmu, tetap membumi dan mengingat untuk beribadah. Semakin kau di atas akan banyak badai yang menerpamu. Entah badai apa. Dan jangan lupa kau berpikir positif selalu.
-Bersama pagi mendung dalam ruang cerah -















