DIARY GURU
Pulang sekolah sore ini masih terasa sesak. Rasanya kecewa sekali dengan kelakuan murid yg benar-benar tidak bisa ditoleransi. Ada 2 kejadian yg sulit untuk dilupakan.
Pertama, 14 murid kelasku tidak masuk sekolah padahal kelasku yg menjadi petugas upacara bendera pagi ini. Mereka benar-benar tidak punya rasa tanggungjawab. Aku sudah feeling jika pasti ada beberapa diantara mereka yg tidak berangkat tapi kali ini benar-benar diluar ekspektasiku. SEBANYAK ITU.
Bahkan diantara yg tidak menjadi petugas, mereka sengaja tidak berangkat hanya karna takut disuruh menggantikan. Beberapa diantara bahkan tidak ada yg izin di grup WA.
Untungnya ada siswa dari kelas lain yg mau menggantikan.
Kedua, aku diumpat oleh muridku dengan kata KAMPANG. Kejadian awalnya karna aku menyita parfum dan lipstiknya yg ia taruh dikantong dan itu terlihat saat aku berpapasan dengannya. Aku tanya baik-baik dan kukatakan “Nak, jangan bawa itu ke sekolah. Sini ibu ambil dan boleh kamu ambil besok hari ya nak”. Ia menyerahkan 2 barang itu lalu ku ambil dan pergi. Tidak ada teriakanku ataupun mukaku yg terlihat kesal, aku dengan sabar meminta dan tersenyum saat meninggalkannya. Kemudian beberapa langkah saat aku pergi meninggalkannya, temannya berkata “buuu dia ngatain ibu KAMPANG”. Aku diam dan kemudian berbalik mengklarifikasi itu kepadanya. Dia bilang “engga bu engga bu” sambil cengengesan. Kemudian aku tidak mau ambil pusing, aku pergi meninggalkannya dengan hati yg sedih.
Untunglah hari ini ada penawar rasa sedih itu. Terimakasih anak-anakku murid kelas 9B yg hari ini membuat hati ibu merasa terobati.
Jadi memang sudah jauh-jauh hari aku ingin memberikan kenang-kenangan untuk anak2ku yg sebentar lagi akan lulus. Meskipun aku bukan wali kelas mereka, tapi aku ingin memberikan sesuatu yg meskipun itu sederhana tapi bisa mereka simpan sebagai tanda sayangku pada mereka. Sebuah pin kecil dengan berbagai karakter. Dan saat kubagikan, ternyata mereka langsung memakainya dijilbab mereka. Aku terharu sekali mereka seperti menghargai pemberianku.











