"Pahamilah"
Aku tetap memilih, untuk tidak lagi melangkah setelah "kamu" pergi dan tak kembali. Sebab, masih ada "kamu" yang menjadi panah di setiap arah. Melesat menghapus luka disaat tawa, menembus dinding-dinding kegelapan hati yang hampir mati. Di hari-hari lalu, kamu ajarkan aku untuk melewati setiap duka dengan tawa, hingga aku lupa betapa lara yang ku rasa. Namun justru sekarang duka ku Karana mu yang pergi dan memilih tak kembali.
Kamu...
Cobalah mengerti, ini bukanlah sajak untuk kamu amati. Tapi, sebuah ungkapan dalam hati yang selalu ingin kamu pahami. Jadi, kumohon... Pahamilah, apa yang ku maksud ini.
Dan cobalah kamu belajar untuk merangkai sebuah kata yang kamu ungkapkan dari dalam hati. Agar aku dapat mengerti isi dari hati mu hingga sampai ke hati ku.















