Fast Food dan Junk Food itu beda
Selama ini banyak orang yang masih salah persepsi mengenai fast food dan junk food. Sebagian orang mengklasifikasikan keduanya sebagai satu jenis makanan yang sama, padahal sebenarnya jauh berbeda.
1. Perbedaan Istilah dan Makna
Jadi sebenarnya junk food bukan sinonim dari fast food, Guys! Junk food merupakan sekelompok makanan rendah gizi alias minim nutrisi, meliputi vitamin, protein, dan mineral. Sedangkan, fast food cenderung pada cara penyajiannya, yakni istilah untuk makanan yang dihidangkan dengan cepat.
Baik makanan bergizi maupun tidak, kalau bisa didapat dalam waktu singkat berarti masuk dalam kategori fast food. Banyak yang beranggapan semua makanan yang tersedia di McDonal's itu junk food. Kalau fast food, iya, tapi belum tentu seluruhnya junk food.
Burger misalnya. Meski memang tinggi sodium, kandungan gizi burger cukup seimbang. Ada karbohidrat dari roti, protein dan lemak dari daging, serta vitamin dan mineral dari sayur.
2. Kandungan Gizi
Perbedaan lainnya yang mencolok adalah soal kandungan nutrisi. Junk food sudah pasti bukan makanan sehat karena rendah gizi. Selain itu, biasanya junk food tinggi lemak, kolesterol, garam, hingga bahan pengawet.
Sebaliknya, tidak semua fast food buruk bagi kesehatan. Meski ada sejumlah makanan fast food yang juga masuk kategori junk food.
Sebagai contoh, cilok termasuk fast food dan juga junk food karena cara penyajiannya cepat tapi rendah gizi. Contoh lainnya, buah potong adalah fast food atau makanan cepat saji yang bukan junk food. Nah, sudah paham perbedaannya?
3. Cara Pengolahan
Biasanya
fast food
alias makanan cepat saji sudah mengalami proses masak tahap pertama agar mudah dan lebih cepat disajikan. Misalnya ayam tepung atau kentang beku yang tinggal goreng. Makanan tradisional seperti nasi pecel juga bisa disebut makanan cepat saji, karena tak perlu waktu lama penyajiannya.
Nah, sudah gak bingung, kan? Jangan sampai salah sebut lagi, ya!














