Sebuah teks dan visual kredit untuk kompetisi skateboard musiman Dilema Delima yang bertajuk Legacy. Dari Saya, Hangga Prayudi, yang bukan penulis juga bukan seorang jurnalis. Hanya pria biasa yang sering merasa gatal dialis. Nama dilema delima bermula dimana saya dan kawan-kawan skena skateboard di jalan Delima, yang biasa dikenal oleh kawan-kawan yang lain dengan julukan delimaboys, kesulitan untuk menemukan nama acara kompetisi pertama kami. Tujuh tahun silam. Singkat cerita, nama Kompetisi Dilema Dilema telah melewati beberapa seri. Mulai Dilema Delima satu, Dilema Dua Delima, Tiga Dilema Delima, dan Dilema Delima IV pada akhir 2013 lalu. Kompetisi ini bukan kompetisi yang rutin diadakan tiap tahun, tapi kompetisi ini telah berjalan sejauh empat seri dan yang ke-lima baru saja ditutup beberapa jam yang lalu. Inilah yang mendasari kalimat saya di awal paragraf yang menyebutkan bahwa Dilema Delima adalah kompetisi musiman. Tidak selalu, tapi masih ada dan akan segera kalian jumpai kembali. Mengingat beberapa dari kami telah memasuki fase-fase baru dalam perjalanannya saat ini, beberapa. Tapi, khawatir adalah sebuah hal yang tidak diperlukan apabila kalian ingin bermandi matahari sore sembari bermain papan luncur kalian di jalan Delima. Karena Delimaskate masih terbuka untuk siapa saja yang hendak merenggangkan sendi yang mulai sedikit kaku atau menjaga kaki agar tetap lincah. Tunggu apa lagi, berkunjunglah dan buat Delima Skate tetap hidup! #DilemaDelimaLima #Legacy #LastDesireBlast








