Tidak ada partai yang bersih, okay fine.
Tapi ada satu gerbong yang kotor dan culas, mengobok-obok konstitusi dan etika.
Simak di sini pakai akal sehat dan secangkir minuman hangat.
seen from China

seen from United Kingdom
seen from Malaysia
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from China
seen from China
seen from China
seen from United States

seen from Netherlands

seen from Oman
seen from Russia
seen from Russia
seen from China
seen from United States

seen from China
seen from China
seen from Russia
Tidak ada partai yang bersih, okay fine.
Tapi ada satu gerbong yang kotor dan culas, mengobok-obok konstitusi dan etika.
Simak di sini pakai akal sehat dan secangkir minuman hangat.
(Tetaplah memilih ke TPS) karena "Pemilu bukan untuk mencari yang terbaik, tetapi mencegah yang terburuk berkuasa."
- Romo Magnis
hari ini berhasil menamatkan dirty vote jilid 2
dengan cara dicicil wkwk
hari rilisnya sih nonton bisa sampe 2 jam, karena lagi di kereta, gabut, diselingin bobok2 lucu karena capek mikirin yg dipaparkan film ini 🥲
abis itu nontonnya tiap makan, biar ada energi gitu mikirnya, ga puyeng2 amat, otak aku lemot juga sih
terima kasih semua orang di balik dirty vote, semoga jadi amal jariyah, udah ngedukasi yg bermanfaat dan bisa diakses semua orang 🙏🏼
tapi kesel bgt sama Youtube, masa ngasih iklan ahmad sahroni 🫵🏻😑
Dirty Vote: Sekotor itu Lumpur Yang Menodai Demokrasi
Kawan sudah menonton Dirty Vote? Kalau belum, mungkin boleh menonton di tautan berikut ini. Kalau sudah hilang berarti kawan boleh buka channel seperti Refly Harun, Abraham Samad, Rocky Gerung, dan lain-lain yang sudah berhasil membagikan video ini. Wajar hilang dari pencarian karena isu yang diangkat mengacaukan rencana penguasa untuk semakin menggila mengoyak demokrasi di Indonesia. Sumber…
View On WordPress
TFW udh punya OSDD-1, para alter gelar demo didepan frontroom, cheernya "KEPALA, PUNDAK, LUHUT LAGI LUHUT LAGI", si Polaroid pake almet lagi
They're gonna recreating demo mahasiswa 98 istg
Dirty Vote : Harapan Terakhir
Orang yang tahu dan paham, pasti akan cemas dan gelisah.
Ia ingin bersuara untuk menyadarkan orang-orang sebelum semuanya terlambat.
Ingatkah kamu akan kasus covid yg lalu?
Disaat para menteri menyepelekan wabah covid?
Disaat pemerintah lambat dalam mengambil sikap?
Lalu apa yg terjadi?
160 ribu nyawa menjadi korbannya.
Seandainya, pemerintah tanggap dan tidak abai sejak awal, mungkin jumlah korban tidak akan sebanyak itu.
Hal yg mirip, kini kembali terulang.
Pelanggaran etika dari Mahkamah Konstitusi sangat jelas terpampang di depan mata.
Para akademisi dari berbagai perguruan tinggi sudah turun dan bersuara bahwa demokrasi di negeri ini sedang tidak baik-baik saja.
Hingga muncul film Dirty Vote dari para ahli hukum yang berisi lautan data dan fakta.
Pertanyaannya, masihkah kita diam, menutup mata, berpura-pura buta, abai dan tidak peduli?
Disaat pakar hukum berulang kali menyuarakan kebenaran, mengungkap fakta, justru dibilang black campaign, mengujar kebencian, memfitnah, dan memprovokasi?
Bahkan para penulis yang tak punya kepentingan pun sampai ikut turun menyuarakan dan menyadarkan?
Apakah harus menunggu sampai demokrasi ini hancur?
Jangan sampai berkata “Seandainya dulu kita tanggap dan tidak abai sejak demokrasi terancam, mungkin negara ini masih baik-baik saja”
Sekali lagi, ini bukan siapa yang kalah dan menang, tapi tentang nasib bangsa ke depan.
Bangun! Sadar! Sebarkan! Suarakan!
Meski sedikit mengganggu pertemanan, tapi tak apa karna lebih baik ditampar agar sadar daripada dibelai lalu menjadi lalai.
i copy this picture on FACEBOOK and i'm malaysian...please help my country and click share =(