Don’t You See Me? - 01
”PURE ROMANCE, BABE!!!!” - Nadya, 2015.
Sore itu, di mana kali pertama aku menemuinya. Surai coklat yang terhempas angin dingin sore hari, membuatku merasa terpana, ia terus mengulas senyum jua. Apakah aku jatuh cinta dengannya? Tidak, tidak secepat ini… mungkin. Ah, tapi parasnya sangat menawan nan memabukkan.
Dia melihatku tidak, ya? Semoga saja tidak, sepertinya ia tak biasa melihat gadis berambut panjang yang tidak dirias ini. Rasanya diibaratkan langit dan bumi. Ia langit, sangat biru dan indah. Dan aku adalah bumi, yang diinjak-injak.
Sepertinya dia tak begitu populer, dan sepertinya aku hanya tergila-gila saja padanya. Karena selama tujuhbelas tahun lamanya aku belum pernah menyukai lelaki seperti ini.
Tunggu.... menyukai? Tidak, tidak, tidak.
Cukup sudah, aku dipermainkan oleh pikiran awamku sendiri. Ah, astaga. Berhentilah mengaguminya! Dia terlihat kebingungan, aku kesana deh..
..ENGGAK!
*****
Rasanya sejuk, ya? Berada di taman di mana para anak kecil bermain, berlarian, dan mengundang gelak tawa, tentunya. Duduk di sini saja rasanya sudah seperti ikut bermain dengan mereka.
Dan soal lelaki itu tadi, sepertinya itu hanya perasaan yang lewat dan hilang. Ah, sudah jam lima sore. Saatnya aku pulang.
Aku mengetuk pintu perlahan, “Aku pulang.”
Sepertinya Kakak pergi, seperti biasanya. Ah iya, sambutan tetangga baru, semoga saja mereka ramah seperti kita ramah kepada mereka. Kira-kira mereka ada di rumah tidak, ya?
Kuketuk pintu mereka, rasanya di sana sangat tenang, apa mereka sedang pergi? Ah, akhirnya dibuka.
Tunggu...
...DIA?
TO BE CONTINUED.
















