Drama Kursi Prioritas
Jadi dari zaman dulu sering banget baca di socmed tentang drama kehidupan bekerja di Jakarta yang orang gamau kasih kursi prioritas. Tapi ga pernah bener-bener paham yang namanya memperebutkan kursi prioritas sama sulitnya kayak memegang cincin lord of the rings sekali kena gamau dilepas.
Untuk saat ini, kereta commuterline menyediakan setidaknya empat titik kursi prioritas di tiap gerbongnya. Satu bagian bisa diduduki oleh setidaknya tiga penumpang. Bila kursi prioritas sudah penuh, maka penumpang prioritas yang belum mendapatkan tempat duduk dapat diarahkan untuk duduk di kursi reguler. Sayangnya, tenggang rasa antar penumpang masih belum betul-betul terbangun. Karena merasa berhak atas kursi ‘reguler’, ketika ada penumpang prioritas yang tidak mendapatkan bangku prioritas, penumpang lain tetap tak ingin menyerahkan kursinya. Hal ini yang disayangkan dan masih kerap terjadi di dalam KRL. - Humas KRL
Sampai suatu malam yang hening, sang istri bercerita aku dinyinyirin sama orang gara-gara duduk di kursi prioritas.
Oh Jakarta. Kehidupan mu amat keras.
Dengan kondisi angkutan umum yg terlalu padat, penumpang rawan stress, boleh jadi empatinya menjadi agak tumpul. - Swastika
Tapi ditengah hiruk pikuk drama bekerja untuk ibu-ibu hamil, bersyukurlah ibu-ibu yang masih bisa kerja dan berkarya. Emang si capek itu udah pasti tapi sekaligus bentuk syukur karena masih bisa berkarya disaat banyak wanita hamil yang diuji dengan bedrest karena kondisi yang ga kuat. Lelah pasti tapi bismilah dibawa santai sambil banyak doa aja itung2 jihad menghapus dosa2 kecil. Hidup Ibu Hamil! Hidup Istriku.







