Hal sederhana yang kunikmati di antara riweuhnya menjadi “ibu” adalah…
Aku adalah tempat suami dan anak-anakku kembali pulang…
Sekejam apapun dunia menghujam, pelukku akan menenangkan mereka,
Sekeras apapun dunia menghatam, ciumku akan meredakan tangisnya
Biar… biar saja aku tetap menunggu di sini,
Tak bergelut dengan masa depan yang pernah kuimpikan,
Tapi suami dan anak-anakku harus kuat menantang kerasnya dunia












