Reminder.
Catatan dari seminar yang kemarin aku ikuti.
Menunggu tidak selamanya membosankan. Untuk hal-hal yang kita inginkan, tapi belum kita dapatkan, kita menunggu ketetapan. Semua orang memiliki hal yang sedang mereka tunggu. Apa yang harus kita lakukan pada saat menunggu? Kita harus tetap berhusnudzhon atas ketetapan Allah SWT.
Kunci utamanya adalah melibatkan dalam setiap keputusan kita.
Misalnya menunggu pernikahan.
Pernikahan itu punya value yang tinggi. Bukan masalah pernikahannya harus megah, dengan pasangan yang ganteng atau cantik, tamu dan kado yang melimpah. Bukan tentang itu.
Yang kita cari adalah bagaimana pernikahan dapat meningkatkan iman kita.
Kita mencari teman hidup yang bisa mengingatkan diri. Sama-sama bergerak menuju kebaikan.
Kemudian jangan lupa istikharah.
Dalam menentukan pilihan hidup, apapun itu, hadirkan istikharah. Ini adalah bentuk benar-benar melibatkan Allah di keputusan dan pilihan kita.
Harus ada keseimbangan antara cita dan cinta. Karena dalam pernikahan, kita tidak sedang membangun satu candi tapi kita berusaha mengangkasa bersama. Perlu menemukan pasangan dengan visi pernikahan yang sama. Kemudian sinkronisasi cita, dibangun dengan landasan kerja sama.
Kerja sama. Bukan sama-sama kerja.
Menunggu adalah pekerjaan yang tidak mudah. Membosankan, kadang. Meresahkan juga.
Tapi menunggu ketetapan yang baik dengan cara yang baik serta mindset yang baik, insya Allah akan berbuah manis. Kebaikan demi kebaikan semoga menjadi hasil dari penantian kita.
Tetap tersenyum, ya.









