Practice.
“No one tells you how much of life takes practice. Not just writing, painting, running, singing, etc. But practicing how to make friends. How to make the right ones. Getting practiced at how to be a good friend, a good sibling, a good person. Practice identifying when people haven’t earned that. Learning to recognize your right to rage and eventually how to offer mercy. “
Tulisan yang aku temukan di social media ini rasanya memiliki makna yang dalam.
Hidup itu ternyata penuh dengan practice. Bukan hanya penuh, tapi juga perlu practice. Practice, atau dalam istilah lain, trial and error.
Kita lebih sering terpapar cerita tentang para ahli, talented people, prodigy, yang memiliki innate talent di suatu hal dan sangat mahir di bidang itu. Mereka tidak perlu latihan berkali-kali untuk bisa mahir dan tampil dengan baik. Kamu dikatakan mahir atau hebat jika kamu bisa melakukan sesuatu dengan mudah dalam waktu yang singkat dan tanpa latihan.
Tapi, bukankah ini adalah hidup pertama kita? Bukankah wajar jika kita tidak mengetahui banyak hal dan tidak bisa melakukan banyak hal? Apakah jika kita tidak bisa melakukan sesuatu di kali pertama, artinya kita memang tidak bisa melakukannya?
Padahal, hidup ini perlu trial and error.
Dan uniknya lagi, trial and error ini bukan hanya untuk skill yang berhubungan dengan pekerjaan, teknis atau hard skill. Tapi trial and error ini juga diperlukan dalam menjalani hubungan dengan orang lain.
Mungkin kita merasa diri ini bukan seorang teman yang baik, yang sulit mendengarkan dan berempati dengan orang lain. Tapi, ternyata untuk menjadi teman yang baik, memang harus dilatih.
We are not a good friend… yet. We are not a good person… yet.
Mengganti kata bukan menjadi belum memiliki dampak yang sangat besar.
Pasti ada hal-hal dalam diri yang ingin kita ubah. Daripada stuck dan percaya bahwa kita tidak dapat berubah, lebih baik menyadari bahwa banyak hal di hidup ini yang memerlukan trial and error. Memerlukan latihan. Dan juga kesabaran. Terlebih bagi orang-orang perfeksionis yang merasa bahwa semua hal harus sempurna dalam percobaan pertama – tarik nafas yang dalam dan buang pikiran itu.
So much in life takes practice. Be patient, be kind to yourself.





