Ecosystem Service (1) Provisioning
Hari ini mau ngebahas tentang ecosystem service yang Indonesianya tuh Jasa Ekosistem.
Apa sih Jasa Ekosistem itu?
Coba kita pecah per kata ya. Kalau Jasa itu sendiri kan “ setiap tindakan atau unjuk kerja yang ditawarkan oleh salah satu pihak ke pihak lain yang secara prinsip intangibel dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan apapun. Produksinya bisa terkait dan bisa juga tidak terikat pada suatu produk fisik.” (menurut Philip Kotler), intinya suatu tindakan dari satu pihak yang dirasakan pihak lainnya baik sadar atau nggak.
Ekosistem sendiri artinya suatu sistem kompleks dinamis yang terdiri dari tumbuhan, hewan, dan manusia, serta ada mikroorganismenya juga, dengan lingkungan tidak hidup (jadi interaksinya biotik dengan abioik). (Alcamo dan Bennet dalam UNEP, 2003).
Jasa Ekosistem berarti suatu manfaat yang didapatkan dari proses interaksi yang terjadi di ekosistem. Nah, manfaat ini gak cuma dirasain manusia, tapi juga makhluk hidup lainnya. Tapi berhubung yang bikin ini manusia, berarti manfaat yang dirasakan manusia hehe. Kalo di habitat saya sih biasa dikenal sebagai Simbiosis dan harusnya ya MUTUALISME.
Kenapa harus bahas soal jasa ekosistem? Soalnya kita sendiri gak sadar nih, kalau sebenernya lingkungan kita (alam lewat interaksi biotik dengan abiotik tadi) telah menghasilkan suatu jasa yang nilainya masih intangible. Sayang banget kan ada yang berjasa buat kita tapi gak kita sadarin tuh, cem yaudah aja kayak suatu hal yang wajar ada dikehidupan kita. Padahal, proses itu sengaja Tuhan sediakan buat kebaikan kita juga loh, jadi gaada salahnya kita untuk kenalan sama Jasa Ekosistem ini.
PROVISIONING.
Provisioning artinya menyediakan. Ekosistem menjadi sumber penyedia? Sadar ataupun nggak, segala yang kita rasakan sekarang disediakan oleh ekosistem. Jasa apa saja yang disediakan oleh ekosistem?
1. Bahan Pangan.
Ekosistem menyediakan tempat bagi manusia untuk menanam, mengoleksi, memburu, dan memanen bahan pangan. Bahan pangan yang dihasilkan gak cuma dari daratan aja (lahan pertanian atau agroforestri/hutan) tapi juga dari laut/perairan lainnya. Sumber pangan kita kan semuanya dari alam ya dari yang hidup (berfotosintesis), coba bayangin kalo segala yang hidup itu gaada, ga mungkin juga kan ya kita makan besi atau batu? Hehehe
2. Bahan Mentah
Bahan mentah disini banyak banget, bisa dari bahan pangan tadi yang akhirya diolah jadi makanan-makanan kayak roti/pasta/kue, serat kayu/bambu untuk bahan baku kertas dan pulp, bahan bangunan/konstruksi kayak kayu/rotan/bambu, atau juga minyak-minyak untuk biodiesel atau bahan biofuel lainnya.
Nah, semuanya ini masih tumbuh-tumbuhan yang menyediakan. Bayangkan kalau nggak ada itu semua, lezatnya makanan, seninya bangunan, atau kelancaran perjalanan ga bisa kita nikmatin tuh sekarang.
3. Fresh Water
Ini masih terkait sama hal yang sedikit saya singgung di tulisan lahan kritis, yaitu fungsi hutan dalam menjaga pengaturan tata air (hydrological cycle). Dengan bantuan fungsi lainnya (yaitu regulating service), vegetasi yang ada di atas tanah, khususnya vegetasi yang ada di hutan, berperan dalam proses pemurnian dan mengatur aliran air dari hulu hingga hilir. Keberadaan hutan tuh sebenernya membantu dalam menjamin pasokan air bersih di kehidupan kita. Wah, bayangin aja nih ya kalau sungai-sungai sempadannya gaada vegetasi, dijamin terjadi sedimentasi dan airnya malah bakal keruh.
Itu semua berkat vegetasi (khususnya hutan) inilah yang membantu dalam proses ketersediaan air yang layak untuk memenuhi kebutuhan kita.
4, Sumber Obat-obatan
Ya, jadi sebenernya di hutan tropis Indonesia ini banyaaakk banget taneman-taneman yang bisa jadi bahan obat-obatan herbal. So guys, kita tuh gak kalah hebat sebenernya sama apoteker-apoteker dari negeri Cina sana, sumber daya kita melimpah juga kok. Coba eksplorasi manfaat berbagai tumbuhan yang tersebar di Indonesia ini, pasti kita bakal takjub karena posisi Indonesia yang negara tropis ini sebetulnya menguntungkan dan bisa diekstraksi sebagai obat-obatan. (asal gak jadi obat yang negatif aja hehe). Lagi pula, herbal itu sebenernya lebih baik buat tubuh dibanding yang kimia-kimia gitu karena sama-sama berasal dari yang hidup.
5. Sumber genetik.
Kalau sumber genetik ini biasa dipakai untuk kepentingan bioteknologi, seperti untuk breeding hewan atau tumbuhan. Sumber genetik menjadi penting untuk kepentingan produktivitas, seperti sumber benih untuk pohon jati atau varian-varian dalam tanaman pangan (contoh padi). Fungsinya bisa macem-macem, yang intinya untuk meningkatkan kualitas tumbuhan/hewan itu sendiri (mencari yang terbaik).
Nah, kurang lebih ini adalah fungsi jasa ekosistem sebagai penyedia yang bisa dibahas hari ini. Selanjutnya bakal dibahas jasa ekosistem yang lainnya.
Selamat menikmati, semoga tercerahkan! :)
Sumber: http://www.aboutvalues.net/ecosystem_services/
Alcamo dan Bennet, 2003. Ecosystems and Human Well-being: A Framework for Assessment. Island Press. USA
http://www.teebweb.org/resources/ecosystem-services/