Egalitarian vs Senioritas
Prinsip kesetaraan sesama manusia dengan tidak memandang hal apapun khususnya dalam mengemukakan pendapat rasanya kurang diimplementasikan pada kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Ini ditunjukkan dengan banyaknya sikap "Senioritas" yang ada pada masyarakat kita dimana mereka yang lebih tua selalu dianggap lebih baik daripada mereka yang lebih muda. Anggapan ini rasanya akan terus berkembang dan tetap ada selama kita tak mau memberikan kesempatan kepada yang muda untuk tampil dan bicara tanpa melihat umur ataupun pengalamannya. Anggapan ini akan terus tumbuh subur jika kaum yang tak lagi muda selalu menyalahkan yang muda tanpa melihat substansi dan menyuburkan Ad Hominem dengan menyerang langsung kepada personal bukan kepada gagasan yang ditawarkan. Tapi, bukan hanya itu saja yang akan membiarkan kondisi ini tetap subuh. Peran pasif kaum muda juga menjadi alasan utama sehingga dianggap tak mampu dan diremehkan oleh mereka yang tak lagi muda. Kaum muda yang takut bersikap, takut berbicara, dan takut mengambil keputusan hanya akan menjadi kaum yang berusia muda namun memiliki mentalitas yang kuno, yang tidak mau berubah, yang terjebak dalam masa lalu. Kaum muda yang ada sekarang ini mestinya berani mengambil keputusan, berani berbicara dan berani belajar dari kesalahan. Kaum muda seharusnya berani karena benar bukan takut karena senior. Sikap egaliterian ini mungkin masih asing dimasyarakat kita tapi bukan tak mungkin suatu saat nanti sikap egaliterian ini akan menjadi sebuah budaya yang positif yang menghiasi demokrasi di negeri ini.








