KEJUTAN
Berharap hanya pada Yang Maha Kuasa. Segala macam kejutan dan amanah dalam hidup pun berlaku karena ketentuan-Nya. Berprasangka bahwa ini adalah “hadiah kecil’ yang telah Allah siapkan. Sungguh saya tak pernah terpikirkan sama sekali bersinggungan dengan ETOS. Yang membuatnya menarik karena saya mengenalnya saat usia aktivis tua (dunia pasca kampus). Saya menganggapnya sebagai tantangan dan proses belajar yang luar biasa. Dulunya sih menganggap remeh dan menyamakannya seperti kakak di Wisma. Eh ternyata luar biasa menguras pikir, rasa dan bicara. Satu hal yang pertama saya lakukan adalah ADAPTASI. Well, saya bukanlah mantan etoser ataupun etoser aktif di kawasan Semarang jadi masih banyak hal yang belum diketahui. Bisa dikatakan masih bocah didunia ke ETOS-an. Dunia ETOS yang hijau abu putih bagi saya cukup menarik walaupun diluar saya terlihat acuh dan terkesan diam. Ya begitulah saya yang tak bisa ekspresif pada dunia baru. Bulan Januari awal tahun 2018 menjadi titik saya melakukan aksi PDKT dengan kawan-kawan ETOS pada empat generasi aktif dan kakak senior (baca : pendamping lawas).
Berjalannya waktu membuat saya makin mengerti akan banyak hal disini. Mendampingi adik-adik ETOS bukanlah hal yang mudah. Membuat saya harus keluar dari zona nyaman dan mengatakan YA/TIDAK untuk setiap keputusan. Bukanlah hal yang mudah membuat saya mengatakan TIDAK karena saya tipe plegmatis. Beragam watak adik-adik ETOS khususnya penghuni asrama memberikan celupan warna bagi perilaku dan tutur yang terucap. Konflik, perang dingin kadang menjadi bumbu pahit dan pedas bagi cita rasa masakan asrama. Beruntungnya saya ditemani dengan pendamping lainnya yang sangat bertolak belakang kepribadiannya dengan saya. Melengkapi, itu satu kata yang saya pikirkan. Bukankah melengkapi itu indah dan lebih seru?. Pada rangkaian kata ini, sepertinya akan lebih menyenangkan apabila saya berkisah tentang manis pahit kehidupan awal saya di asrama ETOS Semarang. Mungkin tak akan terlalu menarik. Bila anda menjadi pelakonnya pasti akan berkesan dan melekat erat. Mari kita lihat seberapa seru dan menyenangkannya kisah saya. Saya menamainya dengan “KEJUTAN”. Kalau membosankan sudahi saja hehe.
Pendamping sebelumnya adalah kakak tingkat saya diperkuliahan. Dari tangan beliaulah saya dibantu penuh untuk menyelesaikan serangkaian seleksi pendamping. Polosnya saya pun mengiyakan tawaran pengganti karena saya merasa tidak ada alasan untuk menolak. Super baik pendamping yang akan saya gantikan. Kebaikannya pun berbalas dengan kehidupan yang baru dengan pendamping hidup. Saya sudah memindahkan seluruh barang pada awal Bulan Januari itu. Mulai tinggal diasrama tentunya mulai menampakkan diri. Menyapa dan tersenyum saya jadikan jurus jitu sebagai kesan pertama bagi penghuni asrama. Sayangnya asrama sepi dibulan itu karena bulan libur setelah ujian. Dua puluh empat orang penghuni total asrama belum saya hafal dan kenal rupanya. PR pertama saya menghafal muka dan nama mulai dicatat, tak lupa dengan serentetan tugas sebagai PIC admin dan data. Hari berganti makin familiar wajah dan nama saya dikalangan adik-adik ETOS. Satu hal yang membuat saya cukup terkejut karena hampir sebagian anak-anak ETOS mengklaim sepihak bahwa saya mirip dengan Epil. Siapa Epil? Pikir saya dengan penuh tanda tanya. Cerita tentang kembarnya saya dengan salah satu etoser menyebar luas terutama dikalangan etoser 2014.
Cerita berlanjut dengan kejutan-kejutan lain. Kejutan pertama adalah akhir Bulan Februari, Semarang akan melalui fase MONEV. Uwoow, apa itu MONEV? Saya berpikir keras tapi acuh tak acuh dan akhirnya mengetahui sepenggal kisahnya dari Siti (pendamping tangguh lainnya). Bingung adalah kata yang muncul, bagaimana mempersiapkannya? Tugasku apa? Dan seabreg pertanyaan lainnya. Itu cuma diawal heboh, selanjutnya adem ayem dan heboh lagi menjelang H-beberapa hari. Kejutan pertama berhasil dilewati dengan banyak catatan. Fantastik, rasanya seperti dapat raport tapi bukan saya yang melakukan tugas dan ujiannya. Kejutan selanjutnya yang tidak kalah menarik adalah kabar SPC, dengan tuan rumah Semarang. Uwoow, apalagi ini? Dan kehebohan lainya berlanjut. Amanah sebagai pendamping angkatan 2016 menambah semaraknya berita ini.
Kejutan ketiga lainnya adalah pindahan kamar dan beres-beres asrama. Komposisi teman sekamar dan nomer kamar tak bisa kami selesaikan berdua. Alhasil, kami berangkat ke Wisma Mbak Septi (pendamping lawas sebelumnya) untuk berkonsultasi dan tadaa … Alhamduliah kelar. Hasilnya diumumkan saat majelis dan suasana tegang dan riuh saat semuanya terbongkar. Fakta menarik lainnya adalah ada satu kamar yang kosong dan terkesan kotor kumuh bahkan pernah menjadi sarang kucing. Ironis pikir saya kala itu, dan fakta mengejutkan lainnya tentang pemandangan koperasi. Sebagai anak pemerhati lingkungan saya tak kuasa harus melihat suasana suram, berantakan dan kotor. Jadwal piket tertera menjadi tameng awal untuk menggerakkan anak-anak asrama untuk mulai berbenah sembari pindahan kamar. Sekitar pukul 10 pagi saya melancarkan aksi untuk beres-beres koperasi. Awalnya mengajak seorang etoser untuk turut serta melaksanakan tugas mulia ini tapi sayangnya belum bisa membersamai. Mengangkat tabung gas satu persatu keluar yang jumlahnya belasan, dilanjut membuang bumbu-bumbu besar yang terbuka dan tak layak, mengelap kaca etalase, menata barang-barang lama, dan membuang sampah telah menguras energi saya. Saya sendirian dan mulai kelelahan hingga sore. Bagi pembaca, sekedar informasi bahwa kelemahan saya lainnya adalah mupek (mudah capek) dan sangat terlihat dengan ciri mata sipit dan merah, susah senyum.
Kejutan tak terduga lainnya adalah dinamika internal. Menurut hasil tes kepribadian, saya adalah seorang INTJ atau analis (Introvert- Intuiting- Thinking and Judging). Dan saya rasa ini benar dan agak mirip dengan perilaku saya selama ini yang cenderung introvert, dan bla bla bla… Hal ini bisa terlihat saat etoser yang berkunjung ke kamar saya, bukan saya yang mengunjungi mereka. Pun pada akhirnya saya mencoba main-main ke kamar etoser. Saya termasuk orang Jawa yang menerapkan prinsip “ga enakan” haha. Dan momen langka terjadi disuatu hari saat para akhwat 2016 berkumpul dikamar saya secara mendadak dan Qadarullah wa ma syafa’al berubah menjadi sesi sharing satu sama lain dan menangis bersama saat itu. Huaaa kejutan indah lainnya.
Hal lainnya yang membuat saya geleng-geleng kepala dan merenung. Mulai dari bermacam-macam background etoser yang saya dampingi sehingga tak jarang memunculkan sikap kekanakan. Sepenggal kisah hidup mereka serta pertikaian dan tingkah konyol etoser. Bagi saya kejutan lainnya yang tak kalah membuat pening kepala, yakni pindah asrama. Pekerjaan rumah yang cukup berat bagi saya. Ikhtiar sudah, tapi belum tertuntaskan. Semoga kejutan SPC 2018 dan pindah asrama berakhir manis. Nikmati saja selagi muda dan mudah insyaa Allah.














