Butuh waktu yang lama untuk menjadi sembuh. Berharap yang menyembuhkan adalah yang melukai, tapi yang terjadi sosoknya pergi tanpa pertanggungjawaban. Persis seperti awalan yang salah, menjadi akhiran yang tak terarah.

seen from Malaysia
seen from France
seen from Russia
seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States
seen from Japan
seen from Vietnam

seen from Brazil

seen from United States
seen from United States
seen from Singapore
seen from Russia

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Australia
seen from China
seen from United States
Butuh waktu yang lama untuk menjadi sembuh. Berharap yang menyembuhkan adalah yang melukai, tapi yang terjadi sosoknya pergi tanpa pertanggungjawaban. Persis seperti awalan yang salah, menjadi akhiran yang tak terarah.
selalu tentang kamu
Teruntuk kamu yang memilih berhenti dengan caramu sendiri. Di sini masih ada sisa luka yang perlu diobati. Bagaimana bisa aku melupakanmu jika kau saja meninggalkan kerancuan di sini. Kamu satu-satunya penyembuh. Apa lagi yang bisa diharapkan dari jarak ini selain sapaan, “hai, apa kabar? Bagaiamana hatinya, mana lagi yang terluka?”
Aku yang banyak merindumu ini, masih merasa kehilangan. Aku belum terbiasa untuk mengatakan aku baik-baik saja. Aku belum mampu mempersiapkan senyum palsu ketika bertemu kamu lagi tanpa sengaja. Selama ini leluconku memang terdengar garing, hanya untuk mendapatkan lengkungan itu akhirnya aku yang tersedu karena sikapmu yang jauh dari rencanaku. Aku masih belum puas mendengar tawamu, aku masih belum cukup diomelin untuk tidak bertindak kenak-kanakan lagi.
Aku belum sempat merangkai indahnya masa depan denganmu tapi kau memilih menamatkan kisah ini tanpa memberi arahku selanjutnya. Kau berubah dengan alasan yang tak kau jelaskan. Atau mungkin memang sudah fase hidup masing-masing. Tapi bagaimana mungkin bisa dengan setumpuk angan yang belum terwujud. Setumpuk keluh yang belum ku tumpah dengan utuh. Kasih posisimu sudah di hati, bukan logika lagi yang mengatur kapan kau ditangisi dan dirindu. Banyak hal yang ku lakukan untuk mengalihkanmu, tapi setiap kali aku berhenti kau kembali memenuhi ruang ini. Orang baik takkan mungkin menjadi jahat, sekalipun itu kebohongan aku tak mampu mengatakan aku membencimu.
selalu tentang kamu
Terkhusus masalah hati yang sering kali diabaikan padahal sudah sangat babak belur. Mengingat cinta yang begitu besar menjadikannya korban perbuatannya sendiri. Sering kali dikatakan cintai manusai sewajarnya dan benci sewajarnya, namun masih keliru perihal kadar keduanya. Berjuang boleh, tapi ada titik dimana perjuangan itu usai. Karena belum tentu apa yang disukai memang itu yang terbaik. Terkadang luka hadir sebagai nasihat bahwa apa yang sedang diperjuangkan belum tepat. Sebagai teguran masih ada yang lebih pantas untuk masa depan. Bergerak ke arah berlawanan dari keinginan bisa jadi penghantar pada kebaikan.
selalu tentang kamu
Untuk kamu yang berkali-kali berhasil mengecewakan dan menguras air mata ini, kamu tau bagaimana sakitnya berada dalam posisi ini. aku harus bertahan karena keinginan hati dan membiarkan hati itu terluka. Hingga pada akhirnya sudah mati rasa, apa lagi yang orang lain bisa dapatkan dariku. Kali ini aku cukup minta rasa kasihan darimu. Aku lelah, tapi aku terjerat. Aku terjebak tanpa tau jalannya keluar. Apa aku perlu bertindak kasar dan membalaskan semua perbuatanmu? Tapi aku tau bukan itu caranya, ketulusan tidak pernah melakukan hal yang menyakiti orang lain.