Berawal dari ajakan sahabat proyek ini dimulai. Sebenarnya yakin ngk yakin bisa bertahan sampai selesai atau nggak, karena keterbatasan diri yang statusnya masih 'suka nulis' bukan hobi apalagi untuk diseriusi. Sederhananya, kadang saya masih buntu mau cerita apa hari ini. Hal-hal kayak gitu yang buat saya seringnya nggak jadi nulis apa-apa.
Oleh karena itu, alih-alih ingin buktikan kemampuan tulisan yang ala kadarnya, proyek ini justru saya niatkan untuk membiasakan diri agar disiplin menulis setiap hari. Pada awal perjalanan, saya sangat menikmati ternyata bercerita itu mudah. Saya begitu percaya diri bahwa tantangan ini bukan apa-apa. Tapi kesombongan itu langsung diberi-Nya balasan.
Setelah pelan-pelan dijalani kok yang mudah ini jadi terasa makin sulit. Pikiran makin kosong, hati juga makin hambar nggak tahu mau cari inspirasi ide dari mana lagi. Alhasil sering menyetor tugas dibatas akhir pergantian hari. Ya Allah, ternyata perkara menulis bisa begitu rumit.
Ketika tiba-tiba kami diberikan sebuah tema pada hari-hari yang dikhususkan, saya cukup terkejut. Awalnya saya pikir hal ini membatasi kebebasan ruang kreativitas, tapi aneh justru sebaliknya. Di tengah kekosongan ide, pemberian tema jadi angin segar tersendiri buat saya. Walaupun tetap saja masih dibuat bingung sendiri ingin menulis tentang apa dari tema tersebut. Duh, memang dasar saya, maunya apa?
Proyek menulis ini akhirnya buat saya introspeksi diri bahwa kebuntuan akan suatu ide ada karena kurangnya minat baca dan kepekaan terhadap sekitar. Kebingungan itu muncul karena sedikitnya pengetahuan dan kurang memperhatikan setiap kejadian. Kesimpulan pahit yang harus saya terima adalah saya kurang baca, saya kurang peduli, saya kurang belajar. Duh, separah itu memang. Ternyata saya masih terlalu memanjakan kemalasan dan memelihara sifat dominan peduli pada diri sendiri.
Saya yang manja ini akhirnya dibuat belajar untuk bertanggung jawab atas setiap komitmen yang telah diikrarkan sendiri. Sampai pada tulisan di hari terakhir ini rilis, alhamdulillah walau dengan tega memaksa diri keluar dari zona santai proyek menulis 30 hari tanpa henti selesai sudah.
Keberhasilan ini tentu nggak lepas dari teman-teman seperjuangan khususnya #squad9 . Mereka yang sering kali sukses buat saya degdeg-an sudah menyetor tulisan padahal saya masih bingung mau ngerjain apa. Kesungguhan kalian jadi motivasi tersendiri buat saya. Terima kasih teman-teman @pejuang30dwc @apriliahamani @shintaainalm @fzroro54 @lao.nasution @fujiapriliana dan Kak Dian Fatmalah, we did it, Gengs. Khusus untuk @oktafia.suryana yang udah jadi racun saya buat ikut tantangan ini sampai akhirnya nggak nyangka bisa satu squad sama kamu, LUV U sangaaat.
•
•
Pastinya juga dengan bimbingan mentor Kak @rezky_passionwriter dan kak @rizkamamalia yang telah sepenuh hati memberikan masukan baik berupa saran, kritikan yang membangun, serta pertanyaan-pertanyaan retoris yang buat saya mampu menjawab setiap keraguan dan ketidakpercayaan diri terhadap tulisan pribadi.
Beserta superteam kak @sarikusumaway @spriscadewii karena telah memfasilitasi dan selalu sedia membantu. Saya ucapkan terima kasih banyak, semoga Allah memberikan sebaik-baik balasan.
•
•
Semoga dari banyaknya bicara, ada sedikit manfaat yang bisa jadi wasilah kebaikan untuk kita semua. Terima kasih.
Masih ada 30 hari berikutnya, Des. Akan selalu begitu jika mau konsisten ngejalanin. Semangat bertumbuh!!!
Salam Literasi,
Desti Mulyandani.
#30dwc #30dayswritingchallenge #30dwcjilid21 #pejuang30dwc #squad9











