Kathampi, Membawa Nostalgia era 90-an Lewat Lagu “Hilang”
Skena musik Bandung mulai diramaikan dengan munculnya band baru bernama Kathampi. Band beranggotakan Cai (Gitar), Handy (Gitar), Phano (drum), dan Putri (vokal) ini seolah membawa pendengar kembali pada kejayaan musik era 90-an lewat single perdana “Hilang” yang mereka luncurkan pada Agustus lalu.
Ternyata pandemik ini justru membuat Cai dan Handy menjadi lebih produktif untuk menulis dan membuat lagu, pertemuan dengan Phano dan Putri lebih meyakinkan mereka untuk membentuk band dengan mengusung genre pop-rock. Cai sendiri sebagai ‘the man behind the band’, mengatakan bahwa mereka tidak mengkotak-kotakkan genre, mereka menjanjikan bahwa Kathampi akan membuat dan membawakan lagu-lagu yang populer dengan sentuhan rock yang lebih kental serta karakter vokal yang segar.
Tidak berlebihan jika saya mengatakan Kathampi membawa kembali vibes 90’s ke-era milenial. Dengan bergabungnya Cai, Handy, dan Phano, yang memang mendapatkan pengaruh dari musisi-musisi besar di era 90-an seperti; Protonema, Dewa 19, Padi, Sheila On 7, Slank, TOTO, Anthrax, Incubus, Radiohead, Nirvana, dan Pearl Jam. Begitu pun Putri, sebagai anak milenial, ia sangat mengidolakan dan mendapat pengaruh besar dari seorang Wida Asmara, seorang penyanyi solo yang cukup legendaris pada masanya.
Lagu “Hilang” ini sendiri dipilih menjadi single pamungkas mereka dengan alasan teknis dan non-teknis. Selain itu, lagu ini menceritakan pengalaman pribadi salah satu personilnya yang memberi makna sangat mendalam baik bagi personil maupun bagi pendengarnya. Lagu ini diluncurkan sebagai perkenalan yang sederhana supaya dapat diterima pendengar pada masa sekarang.
Ada kesan dan pesan besar dibalik kelahiran Kathampi, “Mau ngambil sesuatu yang ada roots-nya, personil semua berdarah sunda. Gue pilih Kathampi, walaupun namanya kampungan tapi maknanya bagus, artinya “diterima” dalam bahasa Hindie artinya “cerita”. Biar Kathampi bisa menjadi sebuah cerita yang diterima.” Ungkap Cai.
“Kenapa kita pilih vibes 90’s harapannya, sekarang saatnya bawain konsep 90’s biar bisa diterima semua kalangan, menurut gue 90-an itu adalah puncak musik Indonesia, golden age-nya musik Indonesia.”
Yang kemudian di-iya-kan oleh semua personilnya.
Semoga saja lahirnya Kathampi dengan single perdana “Hilang” benar-benar dapat membawa nostalgia musik 90-an namun segar didengar pada masa sekarang.
Single “Hilang” bisa didengarkan:
Spotify: https://open.spotify.com/track/6M3hrv...
Apple Music: https://music.apple.com/id/album/hila...
Musisi memiliki kendali lebih besar atas karier mereka daripada sebelumnya. Tapi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi musisi adalah bagaimana menghasilkan uang.
Menurut laporan MIDiA Artis Independen: The Age of Empowerment:
"Arus pendapatan artis sangat bervariasi. Pendapatan streaming, bersama dengan pendapatan dari pertunjukan langsung, merupakan mayoritas pendapatan artis saat ini. Untuk artis independen, streaming sekarang 30% menjadi sumber pendapatan utama mereka."
Kini, streaming terus mengambil persentase yang lebih besar dari pendapatan artis. Namun, penting juga untuk menemukan sumber pendapatan lain untuk membantu kamu membangun karier yang berkelanjutan.
Bagaimana cara musisi menghasilkan uang?
Beberapa pendapatan yang diuraikan di bawah mungkin sudah cukup umum dan biasa, sementara yang lain mungkin baru buat kamu. Semoga dua puluh enam pendapatan untuk musisi ini akan memberikan beberapa ide untuk menghasilkan lebih banyak pendapatan untuk karier musik kamu.
1. CD
Walaupun penjualan CD terus menurun, mereka tetap menjadi penghasil pendapatan bagi musisi di berbagai genre. Ketika kamu akan melakukan acara live, menyimpan CD di meja merchandise, masih merupakan ide yang bagus. Produk tersebut murah untuk diproduksi, dan kamu dapat dengan mudah menandatanganinya untuk penggemar.
2. Vinyl
Penjualan vinyl terus melonjak di era musik digital. Sebagian karena banyak penggemar masih menginginkan rilisan fisik dari band kamu. Pastikan untuk memperhitungkan biaya produksi dan pengiriman vinyl, yang bisa jadi signifikan.
3. Kaset
Penjualan kaset mencapai titik tertinggi dalam lebih dari satu dekade. Meskipun masih dalam format khusus, mereka bisa menjadi barang unik untuk ditawarkan kepada penggemar kamu di acara live atau untuk dijual secara online.
4. Download digital
Unduhan digital mengalami nasib yang sama seperti CD. Penjualan kini menurun seiring popularitas platform musik streaming. Namun seperti CD, unduhan digital tetap menjadi sumber pendapatan bagi banyak artis independen.
Saat menjual unduhan digital, pastikan untuk menjual langsung ke penggemar melalui situs web. Kamu tidak hanya akan menghasilkan lebih banyak uang, tetapi juga akan mengumpulkan alamat email yang berharga. Dengan cara ini, kamu dapat memberi tahu penggemar tentang rilis baru, acara mendatang, dan banyak lagi tentang band kamu.
5. Pendapatan streaming
Streaming musik bisa menjadi topik sensitif bagi beberapa musisi dan penulis lagu. Meskipun pembayaran dari streaming musik cenderung kecil, pembayaran tersebut dapat bertambah menjadi sumber pendapatan yang signifikan dari waktu ke waktu bagi beberapa musisi.
Selain musik streaming menjadi penghasil pendapatan, ini juga tentang penemuan musik. Platform streaming menyediakan data yang dapat ditindaklanjuti yang bisa digunakan untuk membantu pemasaran musik kamu, dan memesan pertunjukan.
6. Pertunjukan langsung – Karya musik asli
Pertunjukan langsung masih menjadi salah satu cara terbaik untuk menghasilkan uang sebagai musisi, menghasilkan hampir seperempat dari pendapatan keseluruhan untuk artis independent.
Ada banyak tempat yang tersedia untuk menampilkan karya musik kamu. Ini termasuk tempat musik tradisional, bar, klub, kedai kopi, perguruan tinggi & universitas, dan festival musik.
Pertunjukan langsung juga merupakan salah satu cara terbaik untuk menjual merchandise.
7. Pertunjukan langsung – Membawakan lagu cover
Memainkan pertunjukan cover terkadang disukai oleh para musisi, dan penghasilannya juga lumayan. Selain dibayar untuk membawakan lagu lain, kamu juga bias menyisipkan karya asli kamu sebagai pertunjukkan. Dan, sering kali tidak perlu melakukan promosi untuk pertunjukan ini.
Ada banyak kesempatan untuk memainkan pertunjukan jenis ini, termasuk di bar, restoran, pernikahan, acara perusahaan, dan pesta pribadi lainnya.
8. Pertunjukan Langsung – Konser rumah
“Dalam ekosistem pertunjukan, konser rumah adalah raja!” - Joy Ike (Penyanyi-penulis lagu)
Konser rumah bisa menjadi cara yang bagus untuk mengisi kekosongan dalam jadwal tur kamu, dan juga bisa memberi penghasilan yang mengesankan.
Sementara kehadiran untuk konser rumah dibatasi secara alami, harga tiket seringkali lebih tinggi untuk acara intim ini. Keuntungannya, sebagian besar pendapatan langsung masuk ke pemain, dan potensi penjualan merchandise sangat tinggi.
9. Pertunjukan langsung - Online
Acara online memungkinkan band kamu menjangkau penggemar dari seluruh dunia di area yang mungkin tidak dapat dikunjungi saat tur. Ini adalah cara yang bagus untuk menghasilkan pendapatan tambahan.
Kamu dapat menyiarkan pertunjukan langsung dari tempat yang nyaman seperti ruang tamu kamu sendiri. Penggemar dapat membayar untuk mendapatkan akses ke streaming langsung, atau kamu dapat memberikan tips virtual selama pertunjukan.
10. Barang dagangan fisik
Menjual merchandise dapat menghasilkan pendapatan tambahan yang bagus, terutama di pertunjukan langsung. Jika kamu sering bermain live atau pergi tur, harus selalu siap dengan merchandise. Kaos, CD, dan barang kecil seperti kancing dan stiker biasanya laris. Pastikan juga semua item merchandise kamu tersedia untuk dibeli penggemar secara langsung melalui situs web.
11. Digital Merch
Merchandise tidak hanya harus berupa barang fisik, kamu juga bisa menjual item merchandise digital seperti; pelajaran video, partitur musik, dan buku lirik kepada penggemar kamu. Meskipun proses pembuatannya mungkin lebih lama, biaya produksi bisa jauh lebih murah daripada barang fisik, dan tidak perlu melacak inventaris.
12. Crowdfunding
Crowdfunding dapat digunakan untuk menghasilkan pendapatan yang cukup untuk menutupi biaya produksi album kamu, dan banyak lagi. Tetapi jangan hanya memperlakukannya sebagai cara untuk menghasilkan uang.
Dengan crowdfunding, yang terpenting adalah menjalin hubungan dengan penggemar. Ajak mereka dalam perjalanan bermusik kamu, mulai dari penulisan lagu, rekaman, hingga rilis dan pemasaran album. Komunikasi dan kreativitas adalah kuncinya, dan dengan perencanaan yang tepat, uang akan mengalir.
13. Langganan
Langganan adalah tempat penggemar membayar biaya berulang bulanan untuk mengakses konten, seperti seluruh diskografi ditambah rilis baru. Kamu juga dapat menawarkan akses awal ke musik atau video baru, diskon merchandise, acara online khusus pelanggan, dan banyak lagi.
Langganan bisa sangat bermanfaat buat kamu dan penggemar setia kamu, dan membantu menghasilkan pendapatan yang lebih dapat diprediksi.
14. Pengalaman penggemar VIP
Di era musik digital, kelangkaan sangat berharga. Kamu harus menyertakan pengalaman penggemar VIP dalam kampanye crowdfunding, atau sebagai bagian dari penawaran langganan. Tetapi tidak harus berhenti di situ. Untuk pertunjukan apa pun yang kamu mainkan, coba tawarkan kepada penggemar setia kamu sedikit sesuatu yang ekstra. Misalnya; bertemu dan menyapa setelah pertunjukan, tempat duduk VIP termasuk minuman. Bahkan mungkin makan malam sebelum pertunjukan dengan band kamu.
15. Royalti kinerja publik
Jika kamu seorang penulis lagu, kamu harus mendaftar ke Performing Rights Organization (PRO). Seorang PRO mengumpulkan royalti atas nama penulis lagu dan penerbit untuk memastikan bahwa mereka dibayar untuk penggunaan musik mereka.
PRO mengumpulkan royalti kinerja publik. Ketika sebuah lagu diputar di radio, di TV, di tempat musik, restoran, arena olahraga, pusat perbelanjaan, atau tempat umum lainnya, mereka harus membayar untuk menggunakannya. PRO mengumpulkan pembayaran tersebut dan mendistribusikan uang tersebut kepada pemegang hak.
16. Royalti digital
Saat musik kamu diputar di layanan musik streaming non-Interaktif, mereka harus membayar royalti. Ini termasuk SiriusXM Satellite Radio, Pandora, webcasters, dan saluran musik TV kabel. Pastikan untuk mengumpulkan royalti digital non-interaktif kamu dengan mendaftar di SoundExchange.
17. Royalti pertunjukan langsung
Kamu juga bisa mendapatkan royalti dari pertunjukan langsung. Saat menampilkan musik orisinal, PRO akan membayar royalti kepada penulis lagu untuk pertunjukan tersebut. Ini termasuk di bar, klub, teater, dan tempat berlisensi lainnya.
Ini mungkin satu-satunya aliran pendapatan yang paling kurang dimanfaatkan untuk musisi. Jika kamu tampil live, pastikan untuk mengumpulkan royalti ini dari penampilan kamu.
18. Royalti mekanis
Royalti mekanis dibayarkan kepada penulis lagu atau pemegang hak atas musik yang dibeli. Ini termasuk CD, vinyl, dan unduhan.
Di AS, pengecer memasukkan royalti ini dengan pembayaran ke distributor digital. Tetapi di luar AS, pembayaran ini dikirim ke lembaga pengumpulan royalti. Lembaga ini kemudian mendistribusikan royalti kepada penerbit musik.
Untuk mengumpulkan royalti tersebut di luar AS, kamu harus mendaftar di setiap lembaga pengumpulan royalti. Alih-alih melakukannya, kamu bisa mendaftar dengan administrator penerbitan yang akan mengumpulkan royalti tersebut atas nama kamu.
Kalau di Indonesia, lembaga apa ya?
19. Biaya Lisensi Penggunaan / Sinkronisasi Utama
“Menempatkan lagu di acara TV dan film adalah bagian yang sangat dicari di industri musik. Beberapa musisi mendapatkan seluruh penghasilannya dari itu." - Ari Herstand.
Jika lagu kamu ditempatkan dalam film, iklan, atau acara TV, mereka perlu membayar biaya lisensi. Padahal, mereka perlu membayar dua biaya perizinan. Salah satunya adalah biaya lisensi "Penggunaan Utama" untuk penggunaan rekaman. Yang lainnya adalah biaya lisensi "Sinkronisasi" untuk penulis lagu & penerbit.
Biaya ini bisa bervariasi. Itu akan tergantung pada anggaran untuk proyek tersebut, dan seberapa banyak mereka ingin menggunakan lagu kamu.
20. Monetisasi video Facebook dan Instagram
Tahukah kamu bahwa kamu bisa mendapatkan uang saat lagu kamu digunakan di video Facebook atau Instagram Stories? Jika orang mengupload video yang menggunakan musik kamu, meskipun hanya diputar di latar belakang, kamu bisa mendapatkan bayaran untuk itu.
21. YouTube
Jika musik digunakan dalam video YouTube yang menjalankan iklan, YouTube membayar sebagian dari uang iklan tersebut kepada pemegang hak lagu tersebut. Ini termasuk video di saluran YouTube kamu sendiri, serta video yang menggunakan musik yang tidak ada di saluran kamu.
Distributor digital dapat mengumpulkan uang itu dari YouTube atas nama kamu. Mereka akan menelusuri YouTube untuk mencari penggunaan musik kamu, dan kamu mungkin mengumpulkan uang dari video yang bahkan tidak kamu ketahui.
22. Sponsorships
Jika kamu telah membangun basis penggemar, bisnis lokal, perusahaan musik, dan bahkan merek besar dapat mensponsori kamu untuk menjangkau penggemar tersebut. Kamu dapat menawarkan visibilitas dengan acara langsung, di media sosial, saluran YouTube, dan banyak lagi. Sponsor terkadang dibayar tunai, tetapi pada awalnya, kemungkinan besar akan dalam bentuk produk, layanan, atau perlengkapan gratis.
23. Hibah musik
Jika tersedia untuk kamu, hibah adalah bentuk bantuan keuangan yang sangat baik untuk musisi. Tidak seperti pinjaman, hibah tidak perlu dikembalikan. Hibah yang tersedia bagi musisi biasanya diberikan untuk membantu menulis musik baru, merekam musik baru, atau melakukan tur.
24. Pekerjaan Sesi
Cara lain untuk menghasilkan uang tambahan sebagai penyanyi atau instrumentalis adalah dengan melakukan pekerjaan sesi di studio untuk proyek lain. Jika kamu memiliki jadwal yang fleksibel, kamu juga bisa disewa untuk tur bersama band lain.
25. Penulisan Lagu / Menulis
Jika kamu seorang penulis lagu, kamu dapat mencari cara untuk menulis lagu untuk musisi lain, atau menulis lagu bersama dengan artis lain. Kamu juga bisa menggubah musik untuk film dan televisi. Jenis pekerjaan ini dapat menghasilkan pendapatan yang signifikan dalam hal biaya perizinan dan royalti.
26. Pelajaran Musik
Cara lain untuk menghasilkan pendapatan untuk karier kamu adalah dengan mengajarkan instrumen yang kamu kuasai kepada orang lain. Ini adalah cara yang bagus untuk menambah penghasilan, dan memungkinkan kamu mengasah keahlian pada saat yang bersamaan. Kamu dapat menawarkan pelajaran musik secara langsung, atau online, dan bahkan menjual pelajaran video melalui situs web kamu.
Semoga artikel ini memberikan beberapa ide tentang cara menghasilkan uang dengan musik kamu. Ingatlah, lagu-lagu bagus dan pertunjukan live yang bagus didahulukan. Setelah mengasah keahlian, kamu dapat menggunakan beberapa taktik di atas untuk meningkatkan penghasilan kamu sebagai musisi.
Artikel ini disadur ulang dari tulisan Dave Cool dalam “Music Career Advice”.
5 Tips untuk Musisi/Band Melakukan Live Streaming!
Mereka yang mengabdikan hidupnya untuk bekerja di ranah musik, tentu sangat mendapatkan dampak dari masa pandemi ini. Rasanya begitu berat, sudah lebih dari 6 bulan, tidak ada perkembangan yang berarti, dan mungkin semua orang sudah mulai jenuh di rumah, tanpa penghasilan.
Cukup basi tampaknya, jika kita membicarakan, musisi/band bisa mendapatkan penghasilan dari live streaming… Namun, hal ini memang salah satu cara untuk bertahan pada masa yang berat ini. Selain karena kebutuhan untuk bertahan hidup, bisa jadi bermusik melalui siaran langsung juga menjadi salah satu media untuk tetap intens bermusik dan terhubung dengan penggemar. Pilihannya kini hanya; MENCOBA atau PASRAH pada keadaan!
Ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian musisi/band dalam melakukan live streaming:
1. Apa adanya dan sedikit bantuan.
Jangan coba membuat streaming seperti membuat live music! Itu tidak akan berhasil, karena tidak ada orang lain didalam ruangan bersama kalian. Kalian tidak bisa mendengar riuhnya tepuk tangan. Ada sebuah kondisi canggung diantara lagu-lagu yang dibawakan. Sangat tidak nyaman kan…
Namun, apa adanya, adalah hal yang natural teman-teman! Persiapkan lokasi streaming kalian - mulai dari ruangan, hingga bagaimana cara kalian membawakan lagu-lagu di ruangan tersebut. Pikirkan kondisi yang membuat kalian santai dan nyaman, misalnya duduk bersila di lantai atau duduk bersandar di sofa, natural!
Lupakan gitar listrik dan amp… Ambil gitar akustik kalian! Cobalah bermain dengan intim dan se-natural mungkin. Memang harus diakui, bahwa orang/perusahaan besar membayar banyak uang untuk melihat penampilan streaming kalian. Standar kualitas penampilan kalian harus dinaikkan, dari mulai sarana pendukung; wifi yang kencang, kamera yang tajam, dan microphone eksternal.
Namun, seiring dengan naiknya biaya produksi, penggemar kalian hanya menginginkan satu hal – mereka hanya ingin merasakan ada dalam satu ruangan bersama kalian! Jadikan kalian dapat diakses semaksimal mungkin.
2. Keterlibatan dengan penggemar.
Satu hal yang sangat saya inginkan ketika menonton streaming dari band kesukaan saya adalah, saya bisa melihat dan mendengarkan mereka secara lebih nyata. Faktanya, terkadang saya hanya melihat banyak percakapan yang justru tidak ingin saya dengar, dan beberapa saat kemudian, saya pun pergi!
Jika kalian tidak ingin kehilangan penggemar saat siaran langsung, komentar penggemar harus jadi prioritas utama. Baca komentar dengan lantang dan sebutkan nama penggemar saat kalian melakukannya. Komentar bukanlah merupakan gangguan dari set kalian, mereka adalah setnya.
Lemparkan beberapa pertanyaan seperti; Bagaimana kabar? Berasal dari kota mana? Dari mana mereka nonton? Hal apa yang lagi viral di kota mereka? Kalian akan melihat peningkatan keterlibatan dalam arus siaran langsung, ketika kalian membuat penggemar merasa seperti mereka adalah bagian dari siaran kalian.
Penting juga untuk tidak hanya menggunakan satu perangkat dalam siaran langsung. Siaran langsung menggunakan laptop dan gunakan perangkat lain seperti handphone/tablet untuk membaca komentar penggemar.
3. Berikan kesempatan penggemar masuk dalam siaran langsung kalian.
Mari berfikir selangkah lebih maju. Bagaimana jika kalian benar-benar bisa menarik penggemar masuk dalam siaran langsung kalian? Jadikan mereka tamu istimewa? Wawancara 2 menit dilayar dengan penggemar? Tentu bisa!
Hanya saja membutuhkan layanan pihak ketiga, seperti ZOOM, Streamyard, atau lainnya, karena mereka memiliki fasilitas untuk berbagi layar. Jika siaran langsung kalian menggunakan Instagram Live, akan sangat mudah dilakukan. Penggemar kalian cukup mengklik tombol “Request to Join” di bagian bawah feed jika mereka ingin jadi bagian dari “show”.
Yang kalian butuhkan hanya memberi pesan pribadi kepada penggemar kalian (bisa minta tolong kru atau teman untuk membantu dalam hal ini) sehingga kalian tidak perlu mengambil peran sebagai admin pada siaran langsung. Tentu sangat menyenangkan bisa berinteraksi dengan penggemar secara virtual, membuat candaan secara dua arah lebih baik daripada satu arah.
Tidak perlu lama, dan tidak perlu jadi bagian utama dari set, tetapi jaga agar siaran tetap menyenangkan, ringan, dan tetap terhubung dengan penonton. Sambil menjadikan mereka lebih dari sekedar penonton pasif.
4. Lepaskan media sosial.
Tidak kita pungkiri, pengaruh media sosial seperti Facebook dan Instagram membuat streaming menjadi sangat mudah, dapat diakses dan dibagikan. Tapi, coba lakukan pendekatan lain. Ciptakan pengalaman streaming yang ekslusif – yang sepenuhnya pribadi, khusus undangan, dan di luar media sosial.
Pertimbangkan untuk hanya mengundang penggemar yang membeli merchandise atau menyumbang tahun ini. Pastikan mereka tahu bahwa mereka ekslusif!
5. Jangan lupa GIVEAWAY.
Pemberian giveaway dalam siaran langsung bukan hanya semata untuk mendekatkan dengan pengemar, namun mampu memberikan penghasilan tambahan. Bagaimana cara kerjanya?
Biasanya beberapa musisi/band membuat poster di media sosial mereka, memberikan beberapa pertanyaan didalamnya, dan minta penggemar menjawab di kolom komentar. Kemudian, pemenang akan diumumkan pada saat siaran langsung. Penggemar pasti akan menonton siaran langsung kalian sambil menantikan apakah mereka pemenangnya.
Selama siaran langsung usahakan mengulang kembali pertanyaan giveaway ini, dan umumkan pemenangnya menjelang akhir siaran. Pandai-pandailah melihat ini sebagai peluang untuk mengiklankan merchandise band kalian.
Saat membagikan poster giveaway, ini berfungsi sebagai pengingat bagi penggemar bahwa mereka dapat mendukung band kalian dengan membeli merchandise kalian. 75% dari waktu streaming dengan hadiah barang dagangan langsung diterjemahkan sebagai penjualan langsung
Pada akhirnya, melakukan streaming dari rumah, kamar tidur, atau terlepas dari media sosial, tujuannya adalah tetap terhubung dengan penggemar kalian secara pribadi. Anggap itu sebagai tujuan utama. Kelak penggemar kalian yang melihat di layar adalah mereka yang rindu dan pasti akan datang pada siaran live kalian saat waktunya tiba nanti.
(Tulisan terinspirasi dari cerita Joy Ike, seorang penyanyi dan penulis lagu dari Philadelphia, Pennsylvania yang diposting di Bandzoogle, 17 September 2020)
Foto diambil dari IG Ezza, salah satu musisi Bandung yang aktif membuat konten Live streaming secara mandiri.
Bulan Agustus lalu, dunia maya digegerkan dengan munculnya sebuah single dari band yang juga baru muncul namanya ke permukaan, Kathampi dengan single-nya berjudul “Hilang”.
Cukup menarik perhatian saya, karena mereka adalah orang-orang yang sebetulnya tumbuh di era 90-an, munculnya mereka membuat grup musik ini, tentunya membawa vibes popular song ke era milenial.
Saya mendapat kesempatan untuk mengobrol santai dan menggali informasi tentang Kathampi dan single baru mereka:
[Podcast interview sesi 1]
Kathampi itu siapa aja sih?
Phano: Nama saya Phano, saya main drum, kegiatan lain jadi tukang masak. Tapi, mendingan nge-band sih, kalo masak mah bakat, bakat ku butuh… Hahahahha… Sempet jadi additional tahun 2001 sama Tere, Audi juga. Pernah punya band, tapi ga pernah sekeren Kathampi… Hahahahahaha…
Putri: Namaku Putri Widya R sebagai vokalis. Dulu waktu SMA pernah punya band tapi bukan sebagai vokalis, selalu dibelakang. Putri bisa main suling, harmonika, gitar dan keyboard. Kalo ditanya perasaan… Seneng banget, dari dulu kalo ditanya, pengennya kerja dan menjalani pekerjaan itu sesuai passion, pengen jadi penyanyi. Kalo ditanya mending jadi guru apa nge-band… Mending sekarang dijalani aja, nge-band. Hahahahahha…. Kalo ditanya mending jadi solo apa vokalis band, aku pilih Jadi vokalis band sih, karena lebih challenging.
Cai: Nama gue Erlangga Putra P, dipanggil Cai, di Kathampi sebagai gitaris. Karena gue ga bisa maen bass, jadi ya maen gitar aja lah. Kalo maen musik dari SMP, kenal musik dan nge-band, jadi gitaris, sempet jadi vokalis. Agak serius maen musik pas SMA kelas 3, maen band, muter-muter radio. Serius maen band di Bandung bawain alternative rock; Incubus, Hoobastank bareng Handy nge-band tahun 2005, kalo ketemunya sekitar akhir 2004. Pertemuan dengan Phano dan Putri membuat ingin serius lagi nge-band, serius dengan next level, yang sekarang udah tau lah arahnya mau kemana.
Handy: Saya Handy Hadiwikarta, di Kathampi maen gitar juga nemenin Cai, ngasih contekan ke Cai. Hahahahahaha…… Pernah ikut festival waktu di Sulawesi, jadi pemain gitar terbaik. Pengalaman mengikuti festival di Australia, yang paling berkesan apresiasi orang-orang disana yang menghargai orang kaya Handy.
Bassist Kathampi?
Cai: Sederhana aja sih, kalo ada bassist, nanti penghasilan dibagi lima. Kan, mendingan dibagi empat, jadi ga usah ada koma… Hahahahahhaha….. Belum menemukan bassist yang tepat, jadinya banyak dibantu sama temen-temen seperti Paul Parulian (The Suitcase), Wima (J-Rock) mereka ngisi di beberapa lagu Kathampi.
[Podcast interview sesi 2]
Kenapa “Kathampi”?
Cai: Mau ngambil sesuatu yang ada roots-nya, personil semua berdarah sunda. Gue pilih Kathampi, walaupun namanya kampungan tapi maknanya bagus, artinya “diterima”. Bahasa Hindie artinya “cerita”. Biar Kathampi bisa menjadi sebuah cerita yang diterima.
Kapan Kathampi lahir?
Cai: Lahir 19 Oktober atau September tahun 2019 biar angkanya bagus, biar pas. Hahahaha…
Cerita awal lahirnya Kathampi?
Phano: Mulai produksi saat pandemi, jadi lebih produktif, nulis lagu, tes vokal.
Cai: Cai kan bareng sama Handy, ketemu Phano karena kita sepupuan. Sebetulnya udah lama prediksi Putri jadi vokalis band Cai, tapi ga mau kasih pressure.
Putri: Gue dikasih pe er lagu…
Cai: Menurut orang lain suaranya bagus, tapi Putri sendiri ga pede nyanyi. Cukup lama buat meyakinkan Putri kalo suaranya bagus.
Genre Kathampi? Memungkinkan ga membawakan lagu dari genre lain?
Handy: Ya paling jadi kasidahan, maen gabus di karpet… Hahahhahaha…
Cai: Pop rock, biar terkesan macho.
Handy: Terkesan dewasa.
Phano: Terkesan gagah.
Cai: Pop disini bukan genre, tapi asosiasi orang akan sesuatu yang “populer”. Kita ga kotak-kotakin genre, klise sih, tapi buat gue yang penting popular. “Mungkin ga bawain yang lain? Tungguin aja albumnya…” Hahahahhaha….
Phano: Konsep masih perkenalan, Cai sampe nanya pas kita mau bikin video klip, “Ini serius banget?”.
Cai: Kita keluarin sesuatu yang semua orang bisa nerima, karena kan lagi pandemi. Kita ga punya ekspektasi lebih, namanya orang mau berkarya, ya keluarin aja walaupun dengan budget sendiri.
Kenapa lagu “Hilang” yang jadi single awal?
Cai: Pertimbangan teknis dan non-teknis. Dari sisi teknis, mengingat warna vokal, Putri paling siap secara teknis dari lagu ini, kebanyakan nyanyi lite folk jazz. Kathampi ini vibe-nya 90’s, tapi sound atau aransemen musik sih enggak. Dari sisi non-teknis sebagai perkenalan yang sederhana dan tidak terlalu ngoyo supaya orang mudah nerima.
Handy: Kena ke semua umur.
Phano: Iya rata2 gitu.
Putri: Iya, setelah didengerin, kok enak ya….
[Podcast interview sesi 3]
Makna lagu “Hilang” untuk setiap personil?
Phano: Lagu ini dibuat di rumah Ibunya Cai. Pada saat Cai bikin notasi, gue lagi galau, hampir 90% cerita tentang gue. Intinya udah lama ga ketemu sama seseorang, akhirnya ketemu, ga usah berfikir macam-macam, kita jalanin berdua, nikmati berdua, melayang berdua. “Rasa ga mungkin hilang”, maksud disini ya bukan hilang dalam arti sebenernya, pokonya kata cowonya “Hilangkan semua ragu lo”.
Putri: Pas baca liriknya, interpretasinya sama sih dengan kak Phano, mungkin dulunya pernah bareng, pernah berpisah, trus ada moment ketemu, tapi ada keraguan either cewe atau cowonya. Pas dengerin lagu itu, walaupun bukan kisah pribadi Putri, tapi feel-nya dapet. Feel untuk ngerti tentang gimana si cowo ini berusaha untuk meyakinkan cewenya tuh dapet. Dan pas bawain lagunya, gue berusaha menyelaminya. Sebenernya lagu ini sedih, tapi ada perasaan harapan, perasaan relieve, tapi masih diambang, ini bakal berhasil atau enggak ya… Semoga saja happy ending.
Cai: Kebetulan yang bikin notasinya gue, gue kasih Phano, waktu bikin lirik lewat gue dulu, cocok ga nih sama notasi. Sebelum gue kasih Putri, gue nyanyiin dulu. Yang gue dapet vibe-nya emang suasana yang nostalgic, dan terkonfirmasi sama orang-orang juga. 75,38% bisa relate sama pengalaman orang-orang yang mendengarnya. Ini salah satu alasan kenapa kita pilih lagu ini. Lagu “Hilang” pesannya sangat mudah dipahami, nada mudah dimengerti, dan relate dengan pendengar.
Handy: Agak berbeda dengan teman-teman. Dari dulu belajar gitar, maen gitar, hampir ga bisa memahami lirik, lebih liat vocalizing, huruf vokalnya nyambung ga sama nada, misal rhythm, apakah bisa membangkitkan emosi si musik itu sendiri atau enggak. Ada nada, ada kata, trus diiringi drum, ada distorsi gitar, walaupun ga tau liriknya, tapi suka merinding sendiri. Ketika Putri ngomong “hilang”, waktu di studio, itu kaya mau cirambay (nangis). Temen-temen di band ini mempercayakan untuk membentuk ‘music’ sama Handy. Kalo urusan gitar, “Kumaha maneh weh Ndy” (gimana kamu aja Handy). Cukup mengharukan ketika ada temen-temen yang bantu.
Proses pembuatan materi lagu?
Handy: Jadi begini, ini kekurangajaran dua orang ini… Cai sama Phano nih, dia ngirim telegram ngasih sepenggal reff, trus minta gue yang lanjutin dan nyempurnain.
Putri: Setelah lagu jadi, Put, ni nyanyiin put…
Phano: Jadi gue kan ga bisa maen gitar, tapi gue bisa bikin lagu. Suka direkam, trus gue kasih Handy aja, “Ni Ndy, terusin…”.
Cai: Kan ide suka datang tiba-tiba, nyampe rumah gue cape trus liat Phano lagi pake earphone, sambil nonton tv, tiba-tiba gue ambil gitar, trus jadi notasi, trus gue lapor Phano, “Bagus nih”, trus gue rekam… “Ntar lanjutannya kasih Handy aja”. Wuahahahhaha….
Putri: Nah, ini challenging-nya, udah jadi lagunya, aku dikasih lagu, trus bingung, gimana nih nyanyiinnya. Tapi seru sih, karena aku belajar banyak dari kakak-kakak ini.
Cai: Kebanyakan memang begitu. Kalo gue biasanya bikin notasi, Phano bikin lirik, karena gue dulu pernah jadi vokalis dan gue tau range vocal Putri. Terus disempurnakan sama Handy. Terserah Handy gimana chord-nya, yang penting notasinya gitu. Cai bikin pattern, Handy yang warnain, Phano yang nyablon, Putri yang jual… Hahhahahahha…
Cerita menarik dibalik pembuatan lagu?
Cai: Gue ga tau band ini akan jadi seserius ini… Awalnya gue bikin-bikin lagu, karena gue ga bisa bawain lagu orang. Ya udah kata Phano, Putri, dan Handy enak, ya udah rekam… Ardhi direktur visual, mampu merepresentasikan lagu kita dengan cepat… Pokonya tiba-tiba jadi aja. Orang dibelakang layar banyak banget yang ngasih kita jalan, seperti Papi Kieko, manager yang udah malang melintang di industri musik, dia tau banget mau dibawa kemana nih band. Total produksi hampir 12 orang yang bantuin kita dengan budget yang minim. Kita ga nyangka bisa mpe keluar single, ada music video, ada di YouTube, ada yang mau interview lagi. Hahahahhaha….
[Podcast interview sesi 4]
Musisi yang berpengaruh sama karakter musik personil?
Handy: Waktu di Sulawesi, papah punya kaset-kaset Koes Plus, Gombloh, jadi ya dapat pengaruh dari mereka. Ketika mulai ngulik gitar, denger lagu Dewa 19, Powerslave, lalu mulai tenggelam di suasana 90-an; Andy Liany, Protonema, KLa Project, Erwin Gutawa Orchestra, disini baru ke-update wawasan musiknya. Kalau band luar; TOTO, Anthrax, Black Sabbath, Pantera, Slayer. Guitar hero; Joe Satriani, Nuno dari Mr.Big.
Cai: Keluarga gue kebanyakan musisi, tapi umurnya jauh sama gue. Karena sering nongkrong sama mereka, jadi selera musik gue sekitar 82% dipengaruhi mereka, selera 90-an; Dewa 19, Slank, Protonema. Gue di Kathampi kaya katalog musik berjalan, tau semua genre, karena gue dengerin semua. Padi, Sheila on 7, kemudian gue berhenti di masa band melayu, gue udah ga bisa nerima lagi, secara selera udah ga masuk. Band luar; Incubus, Radiohead, Mr.Big, TOTO, Creed, Linkin Park, dan gue juga denger band Eropa, ga Cuma dari Amerika aja. Yang paling berpengaruh sih Black Rose sama Incubus, gue senengnya blues southern rock sama psychedelic alternative. BTW, gue juga dengerin musik Korea lho! BTS, Blackpink, buat gue penting harus tau, ga harus suka, soalnya anak-anak gue suka… Hahahahhaha…
Putri: Waktu SMP dan SMA awal-awal nge-band, banyak dengerin Queen, The Everly Brothers, The Beatles, Incognito. Referensi nyanyi banyaknya dengerin Ten 2 Five, Ecoutez, dan Anggun. Sekarang gue banyak eksplorasi gaya nyanyi, jadi banyak denger yang lain. Yang paling berpengaruh adalah Wida Asmara, karena role model yang bikin Putri pengen berhasil di dunia musik, pengen kaya mama, even more.
Phano: Influence musik dari Ayah yang juga pemusik, dari kecil banyak dengerin The Beatles, TOTO. Tahun 89-90 an, mulai denger Anthrax, juga Slank. Tahun 93-95 mulai ada MTv, dengernya Nirvana, alternative nation, Pearl Jam, Chris Cornell, Soundgarden, collective soul. Dewa 19 juga seneng sama notasi dan musiknya, Gigi, Sheila on 7. Pokoknya banyak influence lagu 90-an.
[Podcast interview sesi 5]
Pesan untuk Nunhampi?
Putri: Jangan lupa streaming dan denger lagu kita di platform digital, spotify, Youtube…
Cai: Dengerin dulu aja lagunya, tunggu kita manggung setelah pandemi. Mudah-mudahan bisa diterima sama pendengar semua.
Harapan untuk Kathampi?
Cai: Kenapa kita pilih vibes 90’s harapannya, menurut gue sekarang saatnya bawain konsep 90’s biar bisa diterima semua kalangan, menurut gue 90-an itu adalah puncak musik Indonesia, golden age-nya musik Indonesia.
Nah! Itu dia cuplikan obrolan santai saya bersama Kathampi. Untuk dengerin versi lengkapnya dalam podcast Cerita Idola, di channel YouTube finsjournal.
Single “Hilang” bisa didengarkan:
Spotify: https://open.spotify.com/track/6M3hrv...
Apple Music: https://music.apple.com/id/album/hila...