New Post has been published on https://wearinasia.com/story/camping-di-pulau-pribadi-seharga-puluhan-miliar-bermodal-tiket-cuma-rp25-000/
Camping di Pulau Pribadi Seharga Puluhan Miliar Bermodal Tiket Cuma Rp25.000,-
Bagi yang sedang mumet dan perlu weekend getaway dan berkocek pas-pasan, kamu bisa cek Pulau Dolphin yang merupakan salah satu pulau di Pulau Seribu. Pulau mungil ini bisa diakses dari Pusat Perikanan Muara Angke dengan transit di Pulau Harapan. Alasan saya suka dengan pulau ini ialah, karena jaraknya tidak jauh dari Ibukota sehingga ongkos menjadi lebih murah dan perencanaannya lebih sederhana bila ingin sekedar ingin menginap 1 malam.
Jadi kamu ingin bersantai di pulau dengan kocek terbatas bukan? Itu artinya ada beberapa perlengkapan yang musti kamu persiapkan agar bisa tetap menghemat pengeluaran. Berikut daftar barang bawaan yang saya bawa bersama dua orang teman seperjalanan:
Makanan: 2 bungkus sosis instan, 3 tuna kalengan, 5 pop mie untuk 3 orang
Kompor kecil+ gas kecil: Saya bawa kompor camping karena mungil dan mudah dibawa
Tenda: Namanya juga camping, jangan lupa bawa tenda yang nyaman, yang tidak terlalu panas di siang hari namun tetap hangat di malam hari, dan yang terpenting, beratnya harus enteng.
Peralatan masak: Bawa perlengkapan masak yang praktis namun yang bisa melayani beragam kebutuhan kamu, mulai dari masak air untuk buat mie instan sampai kopi.
Peralatan snorkle: Salah satu hiburan yang menarik di trip ini adalah snorkle dan coba-coba belajar free diving (harus ditemani teman yang sudah berpengalaman)
Saya sampai di Muara Angke pada PK08:00WIB, walaupun awalnya dikira terlambat, ternyata kapal baru mulai berlayar di sekitar PK08:30WIB. Kapal yang ditumpangi memang tidak ber-ac namun cukup nyaman karena penumpang tidak terlalu ramai. Perjalanan berdurasi sekitar 2 jam-an, bisa dihabiskan dengan baca buku atau selonjoran sampai terlelap bersama hembusan angin laut.
Kapal menuju Pulau Harapan, dari Muara Angke
Pemandangan di daerah Muara Angke
Transit + snorkling di tengah perjalanan
Sesampainya di Pulau Harapan, kita akan naik ke kapal nelayan untuk menuju ke Pulau Dolphin tetapi sepanjang perjalanan ada titik-titik snorkling yang disarankan sang-nelayan untuk diselami. Keindahan alam bawah airnya bisa dilihat sendiri di dua foto di bawah ini
Air pada hari itu sangatlah jernih, sulit dipercaya ini tidak jauh dari Jakarta
Cerita punya cerita, tanpa menunjuk langsung ke arah pulau yang dimaksud, nelayan yang saya tumpangi menceritakan kalau ada pulau pribadi yang dimiliki oleh keluarga Cendana. Namun kondisinya saat ini kurang terawat menurut sang nelayan.
Sampai tujuan: Pulau Dolphin
Sampai di pulau saya langsung memilih sudut yang nyaman untuk mendirikan tenda dan “dapur”. Posisi tenda hanya 5 langkah dari laut! Sebuah sensasi bernilai jutaan rupiah per malamnya apabila dirasakan via risor-risor mentereng 🙂
Di pulau ini hanya ada 2 penghuni tetap, yakni seorang bapak dan anaknya yang sudah dua generasi hidup di daerah Pulau Seribu, bahkan kedua pria itu juga bertemu jodohnya di pulau tetangga. Untuk kehidupan sehari-hari, kedua penghuni ini membuka warung dan mendapat pemasukan dari tiket masuk pulau.
Pulau tergolong sepi pada hari itu
“Fasilitas” di kisaran pulau
Saat tenda sudah terpasang dengan rapi, kami menikmati sore hari dengan memasak beberapan bahan makanan yang sudah dibawa bersandingkan kelapa muda segar yang merupakan hasil “pekarangan” pulau tersebut.
Jangan lupa bawa alas untuk bersantai
Utamakan barang bawaan yang sederhana namun memiliki banyak fungsi, seperti set alat masak yang penyimpanannya bisa ditumpuk-tumpuk ini
Malam di pulau paling asik dihabiskan dengan membakar api dan mendengarkan musik dengan ditemani suara dari desiran ombak. Udara cukup pengap di malam hari, sampai-sampai teman saya ada yang memutuskan untuk tidur di depan tenda.
Cuaca di pulau tidak terlalu panas berkat pepohonan yang rindang, oleh karena itu saya memutuskan untuk mengenakan snorkle dan fin untuk coba belajar free diving dengan seorang teman. Untuk sampai ke sisi yang cukup dalam pantai, kamu bakal melewati deretan bulu babi, jadi harus berenang dengan hati-hati.
Tag teman kamu yang ingin kamu ajak kesini
Tiker masuk pulau: Rp25.000,-
Tiket pergi kapal: Rp65.000,-
Tiket pulang kapal: Rp250.000,- (saya naik kapal yang mengarah balik le Marina Ancol, memiliki fasilitas AC dan lebih cepat)
Anggaran untuk makan: Rp100.000,-
Fin yang lebih panjang, mempermudah kita saat free diving
Pulau serasa milik pribadi