Hari ini, saya mengikuti seminar mengenai “Bijak Bermedia Sosial.” Seminar ini diadakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika yang bekerja sama dengan pihak Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad.
Pembahasan seminar ini berfokus pada fenomena bermedia sosial pada saat ini, ditambah pembahasan mengenai Hoax, yang kerap kali menyerang pengguna-pengguna dunia maya. Yang menjadi pembicara hart ini adalah: Bapak Nukman Luthfie, Bapak Dadang Rahmat Hidayat, serta Bapak Gungun Rismadi.
Masing-masing pembicara membahas tiga hal yang berbeda. Bapak Gungan membahas mengenai UUD terkait media sosial, Bapak Dadang berfokus membahas Hoax, sementara Bapak Nukman membahas pengaruh media sosial setta memberikan tips-tips bagi anak muda dalam menggunakan media sosial.
Dari ketiga pembahasan yang di berikan oleh tiga pembicara tersebut, saya hanya akan membahas kesimpulan yang saya dapatkan selama acara tersebut berjalan. Walau berbeda, inti dari tiga pembahasan ini masih täta mengenai bijak barmedia sosial.
Bijak barmedia sosial disini adalah bagaimana kita menggunakan sosial media sesuai etika dan UUD IT 2008. Bijak barmedia sosial salah satunya adalah untuk menghindari pengaruh Hoax. Saat ini, banyak sekali Hoax-Hoax yang berseliweran di sosial media, sehingga banyak sekali orang-orang yang terkena dampak buruknya, salah satunya sepeti banyaknya antar kelompok ataupun individu terkena konflik dikarenakan informasi yang belum tentu terjamin kebenarannya. Hoax, menurut Bapak Dadang, paling sering muncul dalam bentuk tulisan, gambar serta video. Hal ini banyak terjadi di Instagram, Whatsapp, serta Facebook.
Penyebab Hoax menurut Bapak Dadang adalah : 1) Pengalihan Isu. 2) Ditunggangi Kepentingan (Ekonomi, Politik, Dsb). 3) Kurang Informasi. 4) Delegitimisasi media massa arus utama. 5) Kurangnya Penegakkan Hukum. Menurut beliau, diperlukan lembaga yang netral untuk mengkaji kebenaran-kebenaran sebuah berita yang tersebar.
Lalu, Bapak Nukman menambahkan agar kita dapat bijak dalam bermedia sosial, terutama untuk menghindari Hoax, contohnya, kita dapat menggunakan Instagram sebebas-bebasnya, namun jangan lupa untuk mencari isu-isu hangat agar tidak ketinggalan, seperti Twitter. Bapak Nukman juga memberikan tiga tips bagaimana penggunaan ideal media sosia, yaitu: 1) 1/3 penggunaan untuk bisnis serta promosi; 2) 1/3 sharing-sharing mensenai ide dan pikiran-pikiran para tokoh-tokoh maupun pengusaha; 3) 1/3 penggunaan media sosial harus mengenai interaksi personal serta merek diri.