FLC MINI REUNIONS: love meeting #flc2017! #flc #flcreunion #minireunion #pianistmiri #리유니언 #한인차세대대회 #밴쿠버 #일식 #반가운얼굴 (at Vancouver, British Columbia)

#dc comics#dc#batman#bruce wayne#batfam#tim drake#batfamily#dick grayson#dc fanart




seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from Spain
seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from China
seen from China

seen from United States

seen from Sweden
seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from Sweden
seen from Netherlands
seen from United States
seen from China
seen from China
FLC MINI REUNIONS: love meeting #flc2017! #flc #flcreunion #minireunion #pianistmiri #리유니언 #한인차세대대회 #밴쿠버 #일식 #반가운얼굴 (at Vancouver, British Columbia)
#flcskyhawks #skyhawks #fortlewis #flc #fortlewis #colorado #flc2017 #graduation #students #school #college @flcwellpac #fortlewiscollege @fortlewiscollege (at Fort Lewis College - Whalen Gymnasium)
#graduation #flc2017 #fortlewiscollege #flcskyhawks #skyhawks #sociology #education #colorado #co #flc #skyhawks #dgo #colorado #co (at Fort Lewis College - Whalen Gymnasium)
THE FUTURE LEADERS’ CONFERENCE: starts today! Can’t wait! I’ll be performing my own arrangement of Korean medley as an opening entertainment! #flc #flc2017 #pianistmiri #futureleadersconference2017 #서울 #시청 #플라자호텔 #강북 (at 더 플라자 THE PLAZA Seoul Autograph Collection)
Kepanitiaan FLC 2017
Pemimpin tak lahir karena ijazah, tapi oleh kerja keras dan kepedulian yang terus diasah. Karakter mereka hasil tempaan, bukan jatuh dari langit kekuasaan. Karya mereka dibangun dalam sunyi dengan ikhlas karena cinta pada negeri. Mereka muncul melawan arus, mendobrak kemapanan yang terlanjur serius. Mereka dating membuat perbedaan, bukan pelan-pelan menumpuk jabatan. Kepemimpinan bukan perkara jabatan, tapi soal menjawab persoalan. Mereka menumbuhkan harapan, bahwa Indonesia masih punya masa depan. Sebuah sajak yang membuka acara FLC 2017. Sedikit gambaran tentang apa yang terjadi saat ini.
- Sajak pembukaan FLC 2017
Future Leader Camp 2017 merupakan moment bertemunya penerus-penerus bangsa yang penuh talenta. Pemuda pemudi yang tidak hanya cerdas, namun juga berkarakter dan berkiblat surga. Meneruskan tongkat estafet agar tidak dipegang oleh orang yang salah.
Di dunia ini banyak sekali orang-orang cerdas, berbakat, dan mumpuni. Tapi tidak banyak yang mengunakan kemampuan mereka itu untuk kebermanfaatan umat. Karena itulah Dompet Dhuafa melalui program beasiswa aktivis mencoba mengumpulkan orang-orang yang tepat sebagai investasi jangka panjang membangun Indonesia.
Menjadi presiden, menteri, atau jabatan strategis lain itu bagus namun tidak harus, karena kepemimpinan yang diharapkan bukan kepemimpinan struktural namun fungsional. Lebih baik jadi tukang becak tapi melakukan hal yang baik ketimbang jadi CEO tapi korupsi.
Dari FLC kali ini saya menemukan banyak sekali ilmu, rasanya seperti gelas dalam diri saya diisi ulang.
Mulai dari materi kepemimpinan, ekonomi syariah, sampai dengan ketahanan keluarga. Mungkin setelah ini akan ada tulisan susulan tentang materi yang nyantol di saya.
Berkarya dalam keikhlasan adalah rem agar kita tidak menjadi pragmatis. Bersama dengan Kak Elvira, Mbak Inayah, Fadilla, Isman, Bayu, Mas Wahid, Mas Eka, Mba Riska, Mba Nur, dan Mas Dimas kami menjadi panitia pelaksana.
FLC 2017 ini saya diberi kesempatan menjadi MC selama 2 hari bersama Isman (BA 5 Unpad), sesungguhnya saya ragu dan tetep deg degan, doa saya sampai dengan hari H hanyalah saya ngga ada salah salah kata dan lidah yang dilancarkan dalam berbicara.
Meskipun saya dan Isman sama-sama BA 5 namun belum pernah rasanya bercakap-cakap sampai dengan kemarin FLC. Karena kami harus membawa acara selama 2 hari maka akrab adalah suatu kewajiban agar mempermudah komunikasi. Beruntunglah Isman adalah seorang yang baik, professional, pendengar yang baik, dan bijak. Jadi saya yang biasa-biasa saja begini banyak dibantu olehnya.
Bayu, the only one BA 5 Jogja yang bisa bergabung dalam kepanitiaan merupakan pahlawan tanpa tanda jasa, bahkan dia tidur di mushola hotel dalam keadaan duduk karena takut tidak terbangun saat sholat malam dilangsungkan. Perkap iya, humas iya, dekor iya... apa lagi?
Sedang mas Eka adalah panitia laki-laki yang dapat menjadi peringan beban tugas bayu. Namun sayang mas Eka hanya tinggal sebentar di Edu Hostel. Belumlah sempat kami berbincang banyak.
Seperti biasa, squad Srikandi (Kak El, Mba In, Dilla, dan aku) di siang hari menjadi partner professional, di malam hari menjadi partner bercerita asik penuh pembahasan masa depan. Kak El dan Mba Inayah seperti dua anak kembar yang tidak bisa dipisahkan, multitalenta karena semua harus dikerjakan. Mulai dari menulis co-card sampai dengan angkat perkap dilantai 5 yang ketinggalan. Dari kak El aku belajar menata wajah dan emosi, beliau selalu tersenyum apapun yang terjadi. Inginku dapat seperti itu, memiliki raut muka yang mampu menenangkan siapapun. Dari mba In aku belajar tentang totalitas. Dari Dilla aku belajar tentang pengorbanan dan keikhlasan, dia jauh jauh dari Jakarta untuk membantu kami.
Mungkin lewat acara inilah Allah membisikan padaku untuk segera merapihkan impian agar track lari semakin terlihat. Belum lagi mas Dimas yang menanamkan paham nikah muda dengan gencarnya kepada kami disetiap kesempatan, membuat kami berfikir lagi tentang hidup yang akan kami jalani.
Seseru, seasik, dan sebermanfaat apapun forum ini namun aku mencoba untuk tidak meninggalkan kewajibanku di kantor. Selama sepekan kemarin di kantor menjadi pecinta kopi karena rasa lelah dan kantuk mulai berdampak, terlebih setelah itikaf di Kauman. Tapi rasa lelah dan kantuk itu terbayar dengan segala apa yang didapat dari FLC 2017.
Terimakasih Allah, DD, Beasiswa Aktivis Nusantara, Mas Dimas, dan kawan-kawan panitia semua yang telah bekerja keras sehingga ini dapat terlaksana dengan baik. Semoga kita dapat dipertemukan kembali dalam forum-forum kebaikan lainnya.