Saat itu saya sedang berada di sebuah bunker di Pulau Lakkang, mungkin saja dulun bekas tempat persembunyian semasa perang, bunker tersebut tidak terlalu besar, namun masih kelihatan kokoh dengan hiasan retak pada sekeliling dinding. Kemudian ketika saya melihat ke arah jalan keluar dari bunker itu, saya melihat seorang anak bernama Agdar. Awalnya ia berfoto ria bersama teman-teman saya di atas bunker, kemudian saya memanggil, serentak ia berbalik ke arah saya. Lalu meminta izin kepada adik Agdar untuk memotretnya dari dalam banker, sementara ia berada di atas bunker. Saat itu muncul tanya dalam penak, bagaimana jika sosok itu bukan seorang anak, tapi seorang yang menodong senjata dan siap meletuskan peluru, perasaan seolah-olah menjadi pengungsi perang dahulu. Setelah memotret Agdar saya terdiam sejenak, merenungkan jika benar-benar terjadi perang di kemudian hari lagi, melihat sekeliling bunker, banyak retakan, panas, udara tak leluasa terhirup. Bagaimana nasib seperti adik Agdar dan teman-temannya jika hal itu benar akan terjadi ? Mudah-mudahan bisa menjadi bahan refleksi, setidaknya menjadi musuh bagi kejahatan dan menjadi sahabat kebaikan. @thephotostation @fotostation_com #TPSFotoStation #fotostation #photography #stopwar #children #people #society #savehuman #pictoftheday #serikat_fi #pewarta #canonindonesia #senimemahami