Mengapa Harus Kamis?
Sebagai orang yang tidak pintar dan mempunyai wawasan luas tentang musik, merupakan sebuah hal yang sulit dilakukan untuk menuliskan ulasan tentang sebuah lagu. Tetapi kali ini, saya akan mencoba menerima tantangan ini.
Mengenal FSTVLST adalah salah satu keputusan dalam hidup saya yang tidak membuat saya menyesal. Mungkin band ini sampai saat ini adalah satu-satunya group yang hampir semua karyanya saya suka. Biasanya, saya hanya akan suka 1-2 lagu dari sebuah band/penyanyi dan sisanya tidak terlalu bisa saya nikmati. Jika Ditanya Lagu Favorit
Boleh jadi hampir semua menjadi lagu favorit saya. Tentu ada preferensi dari masing-masing pendengar yang juga mempengaruhi pilihan lagu paling favorit saya. Sebagai seorang yang lebih suka dengan lagu-lagu folks santai, dengan musik sederhana maka dengan ini saya memilih lagu Kamis yang akan menjadi lagu ulasan saya dalam tulisan kali ini.
Saya merasa lagu Kamis sangat relate dengan apa yang saya rasakan. Tentang kehilangan orang tercinta, tentang duka yang mungkin akan terasa menyesakkan dada ketika mengetahui orang kesayangan kita meninggalkan kita tuk selamanya. Tentu semua orang takut akan kehilangan seseorang dari kehidupannya. Namun dari lagu ini, satu hal yang kan membuat kesedihan kita berkali-kali lipat akan dirasakan. Yaitu penyesalan ketika kita tak sempat mengucapkan selamat tinggal pada orang yang kita cintai.
Lagu ini menjadi lebih relate lagi dengan keadaan saya, yang selalu khawatir mendengar kabar orang rumah - yang kebetulan dikarenakan kondisi saat ini saya belum sempat pulang ke rumah dan bertemu dengan mereka. Saya khawatir ketika saatnya tiba, saya tidak mampu mengucap selamat tinggal. Dan kan menanggung rasa penyesalan yang ada.
Namun lagu Kamis seperti mengingatkan saya, bahwa tak perlu untuk menyesalkan semuanya karena tidak ada yang tau rencana Tuhan. Kita bisa saja berandai dan merencanakan segalanya. Namun selama masih bermatahari, hitam kan menagih janji bukan?
Ada Apa dengan Kamis
Di sisi yang lain, saya mencoba memahami makna dan pesan yuang ingin disampaikan oleh mas Farid dkk. Dan agaknya sampai sekarang saya berasumsi sebetulnya lagu Kamis ini ditujukan kepada para keluarga korban pelanggaran HAM yang setiap hari Kamis melaksanakan aksi Kamisan di depan istana Negara. Yang sampai saat ini sudah berjalan selama lebih dari 13 tahun lamanya. Tetapi mungkin saya asumsi saya keliru, tentu akan lebih bijak jika makna lagu diserahkan kepada sang pembuat karya dan pendengarnya.
Tapi jika berkenan, izinkan saya bertanya kepada teman-teman FSTVLST. Mengapa harus Kamis?
Salam, NIF 011779
p.s bagi yang ingin mendengarkan Kamis sila bisa cek di YouTube FSTVLST










