Ketika perhatian, kasih sayang, rasa khawatir dan hadirmu sudah tak diinginkan lagi. Maka kepergian adalah satu-satunya cara untuk memulai kisah baru agar lebih bahagia, agar harapan kembali ada dan agar hadirmu tak menjadi sia-sia.

seen from Singapore

seen from Vietnam

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from United States
seen from Germany

seen from Netherlands
seen from United States

seen from Puerto Rico
seen from China
seen from United States
seen from Canada
seen from Hong Kong SAR China
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Saudi Arabia
seen from China
Ketika perhatian, kasih sayang, rasa khawatir dan hadirmu sudah tak diinginkan lagi. Maka kepergian adalah satu-satunya cara untuk memulai kisah baru agar lebih bahagia, agar harapan kembali ada dan agar hadirmu tak menjadi sia-sia.
Yang harus diyakini, perbuatan baik yang kau lakukan hari ini tidak selalu akan terbalas dalam waktu cepat. Entah saat itu juga, esok atau setelahnya. Namun kau harus yakin bahwa kebermanfaatanmu itu sudah pasti membuat orang lain senang. Kebaikanmu jangan sampai putus-putus. Teruslah berbuat baik. Teruslah menolong. Teruslah jujur.
Allah janji kebaikan akan dibalas kebaikan (pula) kan? :)
@gadis-dusun
Buah dari ilmu adalah perilaku (akhlak) yang baik. Jadi jangan sampai sudah lama ngaji tapi akhlak kita masih buruk. Terutama sikap merasa diri paling baik, merasa diri paling benar.
"Nduk, kalau besok Ibu sudah tidak ada di samping anak-anak ibu. Ibu sudah tidak lagi mendo'akan kebaikan-kebaikan untuk anak-anak ibu. Tentu pada saat itu ibu sudah tidak ada lagi dunia. Maka jangan pernah lupa untuk doain ibu, ya... Karena kalianlah anak-anak sholih dan sholihah ibu..."
Air mata mana yang tidak rela jatuh ketika bibir ibu sudah berucap seperti ini. :')
Di whatsapp ;
A : kok akunmu gak pernah posting lagi?
Setelah 5 hari berlalu.
B : baru bales, mungkin ini alasan gak pernah posting. Balas chat aja sampe 5 hari baru sempet kebales.
A : *dalam hati tahu kalau dia pasti sibuk*
B : kuliah lancar?
A : Alhamdulillah, mau uts nih. :))
B : Alhamdulillah.
A : skripsi lancar?
B : Wes tha ya. Tanya yang lain dong :)))
A : Kapan wisuda?
B : Masih nunggu sidang. HEHEHE
A :*read*
Bagaimana mungkin aku berhenti sementara aku baru saja memulainya. Bagaimana mungkin menyerah padahal aku baru saja mengusahakannya.
Kamu, adalah sosok yang meyakinkanku tentang apa itu keseriusan. Buatku, kamu cukup baik untuk kuperjuangkan lagi nanti. Meski beberapa pihak meragukanmu, aku tetap memercayaimu sebagai terhebatku.
Usaha kita tidak boleh berhenti, kan? Katamu kita baru saja memulainya. Aku memang tidak cukup kuat seperti dirimu. Beri aku waktu, izinkan aku memperpanjang ikhtiarku lagi.
Cintailah sesuatu sebagaimana mestinya. Sederhanakanlah perasaanmu. Rayulah Allah. Yakinkan Allah bila kau layak mendapatkannya. Tak perlu terlalu banyak pertimbangan atau mengulur waktu. Jangan kau ulangi kesalahan yang sama.
Langitkan perasaanmu, maka Allah akan membumikan cintanya untukmu.
Rasanya aku hanya ingin hidup seperti ini; hidup sederhana yang selalu aku selimuti dengan penuh rasa syukur. Daripada aku harus hidup dengan kemegahan yang justru melenakan, membutakan, dan melalaikan.
Rasanya aku hanya ingin hidup seperti ini; hidup cukup dengan segala sesuatu yang sudah Engkau berikan tanpa meminta banyak hal. Karena aku ingin banyak banyak bersyukur daripada banyak meminta.
Rasanya aku hanya ingin hidup seperi ini; hidup dengan segala ketenangan tanpa mengkhawatirkan apa apa yang sudah engkau jamin (rezeki). Meluaskan rasa syukur dan sabarku. Bimbing aku, yaa Rabbul Izzati...