KEHILANGAN Ada hal yang seringkali kita kehilangan, namun juga seringkali kita tak merasa dan tidak mencarinya. Adalah sabar dan syukur. Sabar, yang ujiannya tak pernah pernah kita prediksi kedatangannya. Tak pernah terkira pula besar atau kecilnya. Entah berapa banyak hal yang bisa kita sikapi dengan baik, berubah makin runyam karena emosi mengontrol. Seringkali kita kehilangan, namun tak peka merasa. Syukur sering menjadi penghias kata pembuka suatu hajat. Namun pada tindak keseharian, entah sudah berapa nikmat yang terlewat tanpa rasa syukur. Mungkin ia telah kehilangan makna, sehingga hanya terlisan dalam bibir kita. Seringkali kehilangan, namun kita tak peka merasa. Urusan kehilangan ini makin runyam saat dunia yang kita tempati hari ini begitu menawarkan gemerlap dan gempita, yang sayangnya, seringkali semakin membuat kita tak merasa. Padahal perlahan kehilangan semakin lama semakin pudar. Salah satunya tentang bahagia. Dunia, atau malah justru kita sendiri, seringakali alfa. Entah seberapa sering kita menjadikan kebahagiaan orang lain menjadi standar bahagia diri kita. Sehingga lupa untuk bersabar saat mengadah ke atas dan bersyukur saat melihat ke bawah. Sabar dan syukur, keduanya tak pernah sama kadarnya. Karena beda pribadi, beda ujian, beda kondisi, beda kelas, maka berbeda pula yang kita butuhkan untuk bersabar dan bersyukur. Tapi ada satu rumus pasti, sabar dan syukur terbaik hadir saat jiwa memiliki kedekatan terbaik padaNya. Foto 📷 : Kebahagiaan adik adik di Kampung Gambung, saat #safe2arsabandung kemarin. Sumber : Dokumentasi SAFE 2 @arsa_bandung #marimenjelajah #gambung #bandung #explorebandung #safe2 #safe2arsabandung #arsabandung #komunitasarsa #ctarsafoundation #socialcommunity #social #socialproject #socialcommunity #sharingandfuneducating #sharing #fun #education (at Gambung, Jawa Barat, Indonesia)