BARBARETOPEDIA Edisi 03 | Gemitir
BARBARETOPEDIA Edisi 03 | Gemitir
View On WordPress


#iwtv#interview with the vampire#the vampire armand#assad zaman#amc tvl


seen from Austria
seen from Slovenia
seen from United States
seen from United States
seen from Australia

seen from United Kingdom
seen from Singapore
seen from China
seen from Argentina
seen from Canada
seen from United States

seen from Germany
seen from Indonesia
seen from Türkiye
seen from Germany
seen from China
seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Lithuania

seen from Germany
BARBARETOPEDIA Edisi 03 | Gemitir
BARBARETOPEDIA Edisi 03 | Gemitir
View On WordPress
Harmoni Gemitir & Edelweis Bali, Indonesia
Bagi masyarakat Bali yang beragama Hindu, bunga merupakan sarana ritual yang sangat penting. Malah, dapat dikatakan, bunga merupakan sarana persembahan pokok bagi umat Hindu selain api dan air.
Namun, tidak semua jenis bunga bisa dipersembahkan atau digunakan sebagai sarana dalam persembahyangan. Secara prinsip, bunga yang tidak disarankan untuk digunakan sebagai sarana persembahyangan yakni bunga yang pusuh (belum kembang), bunga yang sudah layu, bunga yang jatuh dengan sendirinya atau sudah gugur, bunga yang tumbuh di kuburan serta bunga yang dimakan semut atau ulat.
Orange Gemitir
Bunga Gemitir/Gumitir (tagetes erecta/patula) atau nama ndesonya Bunga Tai Kotok dan nama bekennya Marigold merupakan salah satu bunga primadona di Bali. Di banyak wilayah Indonesia, Gemitir merupakan jenis bunga yang tumbuh liar, bahkan hidup di semak-semak.
Di Bali, selain dipakai sebagai kalung selamat datang, penghias meja, berbagai macam acara, bunga Gemitir dipakai pula untuk banten/sesajen umat Hindu. Sementara secara ilmiah, bunga Gemitir bermanfaat sebagai antioksidan karena tingginya kandungan karotenoid dan lutein.
Bunga Gemitir umum dibiakkan dari biji yang dipanen dari bunga-bunga yang sudah tua dan kering di pohonnya. Bunga Gemitir menjadi komoditi yang menjanjikan di Bali, yang mana kebutuhannya bisa mencapai 30-40 ton per hari. Apalagi jika hari raya, maka permintaannya meningkat pesat bisa mencapai 3 kali lipat. Diperkirakan nilai industri bunga gemitir per tahun di Bali mencapai Rp 100-200 miliar. Wow setara dengan bisnis alkes di KFTD :)
Historinya, bunga gemitir tidak patut digunakan untuk sarana banten. Dalam lontar Kunti Yadnya, disebutkan bahwa bunga gemitir disebut berasal dari darah Dewi Durga (sakti Dewa Siwa). Namun, setelah mendapat penglukatan dari Dewa Siwa seperti dinyatakan dalam Lontar Aji Yanantaka, bunga gemitir boleh digunakan untuk persembahan. Akan tetapi, hanya yang kembangnya bagus dan berwarna kekuning-kuningan. Bunga gemitir yang warnanya merah tidak diperkenankan untuk digunakan sebagai sarana upakara. Selain itu, bunga gemitir juga tidak baik dipakai sarana memercikkan tirtha, karena cepat busuk dan mengundang bibit penyakit.
Ga cuma ngetrip, belajar bisnis juga yes
Panen bunga #marigold #gemitir #yellow (at Angseri Vilage)