Petrichor
Gerimis masih setia menemani Darmana dan Wulan duduk bersama membahas pemberdayaan masyarakat esok hari. Ia seakan menari-nari mengelilingi poskamling, rintikannya menjadi alunan musik drum yang tak kalah gemuruh seperti degup jantung Darmana saat itu.
Karena aroma tanah yang disiram hujan, mereka menceritakan kesukaan hujan masing-masing. Menceritakan petrichor favorit yang bisa mendamaikan hati.
Gerimis Sore Part 2 : Petrichor
Sudah terbit! Klik link dibawah ini untuk baca :
Setiap manusia memiliki lukanya masing-masing. Sebagian orang ditakdirkan untuk bertemu dan saling menyembuhkan. Namun...








