Ghaust and Twillra! Were-gator brothers 🐊

seen from Netherlands
seen from China

seen from United States
seen from United States

seen from China

seen from United States
seen from Russia
seen from China
seen from Russia
seen from Poland

seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye

seen from India

seen from Italy
seen from Türkiye
seen from Estonia
seen from United States
Ghaust and Twillra! Were-gator brothers 🐊
CD Ghaust - Burning All The Golds sudah tersedia di #omuniuum harga IDR 50K. Pemesanan sms 087821836088 nama alamat dan pesanannya atau langsung saja mampir ke jl. Ciumbuleuit 151b lt. 2 bdg. Yuk! GHAUST - BURNING ALL THE GOLD CD On May 10th, while on his way to Anarchy 13 band practice, M. Edward Pedrico was killed in a motorcycle accident. He was a dedicated and talented musician, a trustworthy friend, and a loving son and brother who would always put others ahead of himself. His love of music allowed him to blend styles and ideas into a sound he could call his own. This album is being released in dedication to him. He will never forgotten. "Burning All The Gold" is Ghaust final release. A compilation CD of Ghaust track from split vinyl and CD. Contains 4 tracks and 1 remix by Morgue Vanguard/total 33 minute running time. Tighter, heavier and still combining a lot of element on their instrumental music from Metal, Heavy Rock, Hardcore Punk and Post Rock. All the songs perfectly arranged, parts woven into other parts, melodies, and harmonies, it's incredible complex, which is why the music of Ghaust resonates, and continues to move well beyond the boundaries of the genre. This CD by far compile the most accomplished and ambitious that Ghaust have sounded to date. #ghaust
Ghaust Siapkan Album Terakhir Sebelum Resmi Bubar
Band instrumental rock asal jakarta, Ghaust sedang bersiap-siap bubar di awal agustus mendatang. Album terakhir yang berjudul “Burning All The Gold” telah dipersiapkan rilisa sebagai sebuah perpisahan yang manis dari mereka.
Album tersebut akan dirilis oleh Grieve Records pada awal bulan agustus nanti. Mengenai album tersebut silakan sering cek akun sosmed mereka!
My first encounter with flexi disc. #Ghaust #Untitled #NowSpinning #Indonesia
Ghaust/BLCKWVS - 10" split 2010
Limited to 300 copies black vinyl.
POST - ...
Post-Modern
Post-Rock
Post-Metal
Tiga kata tersebut akhir - akhir ini sering muter - muter di kepala. Post-modern sebuah pergerakan peradaban dan kebudayaan. Post-rock merupakan genre lagu yang akhir - akhir ini sering aku dengarkan, begitu pula dengan Post-metal.
Awal kali denger kata Post-modern adalah saat kuliah di mata kuliah Kreativita Humanita. Seorang teman bertanya pada dosen tentang makna dari seni yang mengandung unsur Post-modern. Namun, si dosen gak mau ngejelasin lebih lanjut, karena katanya mahasiswa tingkat satu masih belum cukup umur untuk mencerna ilmu dari dosen tentang Post-modern tsb.
Setelah mengikuti mata kuliah Seni Rupa Asia yang lumayan menyebalkan, membosankan, dan me-apadeh-kan, aku jadi tau tentang Post-modern. Yah mungkin gak se-radikal orang - orang yang lebih pinter dan lebih paham sih, tapi setidaknya aku mengerti secara garis besar.
Jadi, Post-modern itu adalah sebuah kebudayaan, pergerakan, lifestyle, atau macam apalah yang bertujuan untuk anti-modernisme. Anti jaman jadul, anti ketradisionalan, anti lifestyle barat jaman dulu, anti gambar anatomi tubuh manusia secara sempurna. Kata kuncinya sih sebenarnya ada pada MODERNISME. Kalau tau modernisme aja, pasti uda tau tujuan dari Post-modern ini.
Tapi yang aku bingungkan adalah bukan dari asal "POST-..." ini berada. Lebih tepatnya pada Post-... yang mengusung sisi genre musik. Yah mungkin karena dari sisi pengetahuan musikku memang kurang banget (aku gak pernah mau peduli ttg genre sebuah band, asal enak didenger dan tau ciri musik dari sebuah band itu aja uda cukup).
Kenapa Post-rock ? Kenapa Post-metal ?
Akhir - akhir ini aku sedang gandrung dengan lagu - lagu genre itu, seperti Ghaust (Indonesia), This Will Destroy You (Texas) - aslina teh cuma dua itu doang sih hehe... Kesan pertama, INSTRUMENTAL, soulnya dapet, kalo kata temen aku bisa bikin terbang pas lagi nge-mushroom. Perbedaan dari dua band itu terlihat banget. Di mana Ghaust benar - benar pure memainkan skill terhadap alat musik yg mereka mainkan, HANYA GITAR DAN DRUM. Sedangkan This Will Destroy You memainkan lagu dengan tambahan keyboard dan synthesizer.
Nah ada yang bilang Ghaust itu bergenre Post-Rock, sedangkan TWDY bergenre Post-metal. Yang aku bingungkan adalah "APA SIH UKURAN SUATU MUSIK BISA DIKATEGORIKAN POST-ROCK ATAU POST-METAL ?" asa angger weh eta dua genre tea.
Kalau hanya pada ukuran musik instrumental yg soulnya dapet, mengapa The Milo tidak masuk dalam kategori itu ?