Edisi saya curhat ya malam ini, mungkin ini bisa mewakili kita semua para perokok, terutama perokok 'ramah'. Coba pikir pake logika, kita beli rokok, rokok itu ada pita cukai dgn tarif yang pasti naik setiap tahunnya, artinya para perokok itu punya andil besar dalam 'menebalkan' kas negara. Cuma, apakah adil ya ketika kita para perokok tidak diberi tempat sedikit saja utk menikmati hasil kearifan lokal leluhur kita (baca kretek)? Oke memang banyak perokok yang cuek dgn lingkungan sekitar, tetapi kami (termasuk saya) para perokok 'ramah' masih berpikir kapan harus merokok dan kapan utk tidak merokok. Kami masih mau berpikir utk buang puntung rokok di mana, kami masih mau berpikir utk tidak merokok di sembarang tempat. Kami masih mau peduli dgn sekitar kita dgn bertanya dan memohon maaf ketika akan menyulut sebatang rokok. Dan bahkan saya pribadi, saya membawa asbak sendiri ke manapun saya pergi, saya pasti membawa asbak dan ditambah dgn tidak merokok di tempat ibadah atau di mana tanda KTR dipasang. Jadi, intinya 1 : sediakan tempat yang lebih memadai utk kami, tidak apa2 jika hanya sebuah pohon atau sekumpulan lidah mertua ditambah dgn kursi dan asbak atau tempat sampah, sehingga polusi tetap terserap dan puntung rokok tidak berserakan 😊😊 #GreenSmoking #MerokokSeperlunya #MerokokItuBukanKejahatan #MerokokBijak #MerokokBerperasaan #BerpikirSebelumRokokDihidupkan #CurahanHatiPerokok















