grnstrngr replied to your photoset:When buy Papermoon’s Suikoden Anthology, they give...
IH LUCU AMAT =))
Lucu ya Ris <3 bonusnya seshooatoo.
dawwwwwwwwwwwwwwww replied to your photoset:When buy Papermoon’s Suikoden Anthology, they give...
Eh ada monopoly suikoden??? Duh jd kepengennn
Bukan monopoli suiko, tapi beli doujin anthology Suiko buatan orang, terus ada bonus 100 potchnya gitu lol. Tapi gara-gara Tasya bilang gitu jadi kepengen bikin, monopoli Suikoden... lucu kali ya. Nama2 negaranya jadi nama2 negara di Suikoden gitu, terus runenya jadi apaannya gitu... /NGAYAL/
Send a “Confess” for how my muse feels about yours
I suppose you already hear this thousand times already. I love you, Agathe. You will always be my lovely little daughter. Sometimes naughty, yes, but I know you're a good kid. I can't imagine a life without you.
[x] Quickie. (on the cheek and forehead)[] Tongue.[] Softly bite your lip.[] We wouldn’t.[] Long and meaningful.[] Let’s hit up the bedroom.[] You remember last time?[] Awkward…[] Lol no.Would I go out with you?[] Yes, definitely.[] No.[] I want to, but it wouldn’t work.[] Maybe. [x] Nope, you ARE family.[] You’re cute, but probably not.[] Just simply not my type.[] If I knew you better.[] Already did.[] I don’t know.If we took a picture together, we’d be…[x] Hugging each other.[] Just chilling.[] Holding hands.[] Kissing.[x] Acting dumb.[x] Normal picture.[x] You holding me from behind.You are…[x] Cute/Pretty.[] Good looking.[] Sexy.[] All of the above You + me + room = …[x] Movies.[x] Cuddling.[x] Hanging out. I'll read a story book to you.[] Kissing.[x] Playing games.[] Everything.[] Wouldn’t let you in.You should…[] Hit me up.[] Be mine.[] Marry me.[] Reblog this so I can send you a heart.[x] be studying [-(If we got married, I’d…[] Divorce you.[] Make kids.[] Take your money and bounce.[] Smash every day.[] I would cheat on you.[] Be faithful.[] Kill you in your sleep [x] We wouldn’t YOU'RE MY DAUGHTER AMG.
//gosh maruk banget kamu *dor* =)) saya lagi agak odong ngetik bahasa Inggris jadi have the Indonesian version 8”D ngomong-ngomong saya pilihnya yang bintang sama yang X ya
★:The stars are shining beautifully and my muse wants you to see them.
Malam itu dingin, tetapi badai salju telah berlalu. Pertengahan musim dingin selalu menjadi waktu yang paling tidak disenangi oleh guru taman kanak-kanak tersebut. Malam ini saja, walau sudah ditemani dengan kehangatan api perapian, Levi masih mengenakan sweater serta jaket rajutan berwarna sendu, bukti kuat kalau ia memang membenci musim dingin.
Ia duduk di tepi jendela, sementara sang gadis ciliknya tersebut bermain-main di ruang tengah yang hangat karena perapian tengah menyala. Sembari menyesap cokelat hangatnya, Levi menengok ke arah jendela. Semuanya serba putih dan remang-remang karena hari sudah malam. Ketika menengadahkan kepala ke arah langit, sebelah alisnya naik.
"Agathe, sayang, kamu pernah bilang ingin melihat bintang-bintang di langit malam, kan?"
Gadis cilik tersebut bingung, tetapi mengiyakan pertanyaan Levi. Pria tersebut pun meletakkan gelas cokelatnya dan mengambil jaket tebal untuk dikenakan kepada anak gadisnya. “Pakai ini sebelum kita pergi,” ujarnya. Dan mereka berdua pun berjalan ke atas loteng, menuju atap yang tinggi. Levi bisa melihat ekspresi kagum dari anak gadisnya yang masih kecil tersebut, ia pun tersenyum.
"Rupanya badai barusan menyapu sebagian besar awan di sekitar sini, membuat langit penuh dengan bintang malam ini. Sepertinya kita cukup beruntung."
"Papa," Agathe menarik lengan jaket Levi dengan pelan, "Apakah Mama ada di atas sana?"
Pria tersebut pun terdiam sejenak, memandang ke atas sana sebelum menghela nafas pendek dan berjongkok di sebelah Agathe. Pandangan masih lekat di arah bintang yang paling bersinar di antara bintang lainnya. “Ya,” ia menunjuk ke atas, “Bintang di sebelah sana, yang paling cerah dan berkilauan. Itu Mama; dan ia selalu melindungi kita selama ini, kau tahu?”
Ah, seandainya bintang yang paling terang di atas sana memang betul adalah dia….
===
✘: Scars aren’t very pretty- my muse has to show you theirs.
"Papa, kenapa ada bentuk garis aneh yang warnanya berbeda dari warna kulit Papa di sana?" ujar Agathe sembari menunjuk ke punggung Levi—yang kebetulan memang habis melepas baju sehingga "bentuk garis aneh" tersebut tampak jelas dari tempat Agathe berada ini.
Pria tersebut menengok ke belakang, mengarahkan pandangannya ke punggung yang terpantul dari cermin. Sebelah tangan mengusap pelan bahunya yang merupakan salah satu ujung dari bentuk garis tersebut yang memanjang hingga ke punggungnya.
"Ini namanya bekas luka, Agathe," Levi menjawab setelah mengenakan kemeja putih favoritnya dan duduk di sebelah gadis ciliknya, "Papa mendapatkan bekas luka ini karena kecelakaan—jatuh dari pohon. Dan jatuhnya sama sekali tidak mulus."
"Sakit…?" ia bertanya lagi, wajahnya nampak khawatir. Levi hanya tersenyum tipis sembari mengusap kepala Agathe.
"Ini sudah kumiliki selama puluhan tahun—sudah tidak sakit lagi. Tapi menimbulkan bekas luka yang sama sekali tidak cantik dan tak bisa hilang; Agathe tidak boleh tiru kesalahan Papa, ya?"
"Jadi Agathe tidak boleh panjat Tuan Kaynesu lagi…?"
"…ehm, dia bukan pohon, jadi aku rasa tidak masalah…? Tapi hati-hati, ya. Jangan sampai jatuh, dan jangan panjat-panjat kalau dilarang olehnya."
Anggukan mantap dan senyum lebar pun datang dari Agathe.
The man groaned in annoyance, looking at outside the windows where he could see more of those tiny ice particles fell from the sky. He already suspected this would come sooner or later, it’s getting cold lately after all. But the man didn’t expect it would snow today.
Taking his last sip of tea while reading today’s newspaper, Levi put them all on the table and turned to face his little daughter.
"Let’s play outside once the snowfall stop and the sun rose." Sooner or later, he knew Agathe would ask her father to play with the snow outside. So he took the initiative.