Bismillah.. Untuk posting pertama, saya ingin membahas buku terbitan dari @growtheseed atau disingkat jadi GTS, dengan judul buku Doa Bua si Pohon Tua. Sejujurnya, saat saya memesan buku ini tidak ada ekspektasi apa-apa. Namun, karena yang menerbitkan buku adalah GTS, saya tidak pikir panjang untuk ikut PO. Buku ini dibundling dengan buku "Bumi Tanpa Serangga" yang inshaAllah kedepan akan saya bahas juga ya! Setelah saya terima buku ini, saya coba mereview sebelum membacakannya kepada anak saya, dan saya langsung tertohok. MaasyaAllah, saya menangis membaca buku ini! Jadi, buku "Doa Bua si Pohon Tua" ini membahas mengenai Asmaul Husna Allah yaitu As-Samii'. Apakah itu? Yap, bahwa Allah itu Maha Mendengar.
Di awal buku, diceritakan ada si Pohon bernama Bua yang tinggal di bukit. Banyak yang ingin seperti Bua, bisa tumbuh di bukit yang indah.
Dari kalimat ini, kita bisa tafsirkan (waduh tafsirkan haha) di kehidupan realita kita, kita sering nggak merasa hidup kita tuh gini-gini aja, trus melihat si "A" misalnya, kayaknya kok enak bangettt hidupnya, udh tinggal di tempat yang rumah yang indah, luas, ada ART, duh kayaknya semuanya terpenuhi kebutuhannya. Terlihat bahagia oleh kacamata kita. Tapi tahukah kalau sebenarnya si "A" ini tuh sebenarnya merasa sepi, sendirian, padahal mah ya, rumahnya udah indah, cantik, luas, tapi kok kesepian? Nah si "A' ini bisa kita samakan dengan karakter "Bua" disini. Si Bua ini hidup sendiri dan kesepian. Akhirnya dia merasa sangat sedih.
Di lembar berikutnya, disinilah saya merasa "JLEEBBBB" banget. Sering kan kita berdoa kepada Allah, ingin ini dan itu, berdoaaaa terus, sampai di suatu titik, kok, sepertinya Allah nggak mendengar doa kita? Kenapa nggak dikabulkan? sampai kita sedih berkepanjangan, putus asa, hilang harapan. Astaghfirullah.
Setelah Bua merasa sedih dan kesepian, di lembar berikutnya, diceritakan Bua kedatangan 2 orang teman, yaitu si burung hantu serak jawa. Jujur, disini saya baru tahu kalau ada burung hantu yang bernama Serak Jawa. Saya tahunya ya burung hantu saja hahaha.
Bua bertanya-tanya dulu, melihat apakah si dua serak jawa ini tinggal atau hanya singgah sementara saja. Bua kembali berdoa kepada Allah agar mereka tinggal dan mereka berdua bisa dijadikan teman Bua.
Ternyata Serak Jawa memutuskan untuk tinggal di dalam pohon Bua dan membuat Bua sangat senang menjalani hari nya. Bua bersyukur, ternyata, Allah benar-benar mengabulkan doanya agar bisa mempunyai teman.
Suatu ketika...
yesss, si Serak Jawa bertelur dan lahirlah 3 makhluk Serak Jawa kecil yang membuat pohon Bua ramai dengan ciak mereka. Sampai tak terasa si Serak Jawa kecil semakin tumbuh besar, yang kemudian belajar terbang, berburu, dan bisa berbincang dan bersenda gurau dengan si Bua.
Di point ini, saya seperti melihat alur kehidupan kita. Kalau dari sudut pandang sya, saya mengaca ke cerita kehidupan saya sendiri dari sudut pandang ketika saya memiliki anak. Buat teman-teman yang sudah memiliki anak, apakah bisa relate dengan saya hehehe ;)
Ketika kita punya anak, pepatah "days are long. but years are short" itu benar adanya (ya gak ibu ibu bapak bapak? hahaha)
Awal-awal baru lahir, trus menyusui, rasanya berat menjalani hari demi hari nya, eh tiba-tiba udah sekolah, nanti, tiba-tiba udah besar aja. Mungkin, orang tua kita merasakan hal seperti ini ya. Tiba-tiba anak nya sudah besar, menikah, sudah membangun rumah tangga sendiri-sendiri. Ketika kita sudah bisa berdiri dengan kaki kita sendiri (aka mandiri), suatu saat, kita akan pergi bukan?
Ya Allah, disini kalau memaknai setiap kalimat-kalimatnya yang tertulis, rasanya nyesss gitu di hati. terharu, sedih. "Ah iya ya, kita juga akan merasakan ini". Anak kita, yang sudah kita didik sebaik-baiknya usaha kita, akan pergi membangun keluarga sendiri, InshaAllah. Bisa juga dari sesuatu yang berharga lain seperti barang, suatu saat akan habis masa pakainya, dan sebagainya. Bahkan, diri kita sendiri juga suatu saat akan "pergi" atau tepatnya "kembali" kepada Pemilik kita.
Akhir buku ini, Bua menyimpulkan ternyata selama ini dia tak pernah sendiri, karena ada Allah yang As-Samii' yang selalu mendengar, menemani dan dekat sekali dengan kita.
Kemudian ditutup dengan ayat Al-Quran dan hadist :
QS. Al-Baqarah 186 dan HR. Bukhari dan Muslim.
MaasyaAllah sungguh indah sekali buku ini, simpel dan padat makna untuk saya pribadi. Terima kasih untuk penulis kak Maharanie Septi dan YS. Gunawan sudah menuliskan buku indah ini :) dibarengi dengan ilustrasi yang sangat memanjakan orang visual seperti saya ya kak Alima Nufus ^^
Buat yang ingin pesan, silakan kunjungi IG, website atau tiktok yang tertera di bagian credit di bawah ya!
Teman-teman yang ingin memberikan masukan atau saran bahkan ingin cerita, silakan tinggalkan pesan di kolom komentar ^^
Thank you!
ありがとうございます!
Credit to : IG : growtheseed
https://www.instagram.com/growtheseed/
Website : growtheseed.id
Tiktok : growtheseed.id










