satu jahit menuju berjahit-jahit
embun pagi tampak menyelimuti komplek, terasa halus menusuk jiwa raga, matahari masih malu menunjukan sinarnya, tapi pagi itu aktivitas si tubuh kecil mungil ini mulai terlihat jelas dengan baju lusuh piyama yang dipakainya, mata sayup di pelupuk matanya, jari-jari tangan membersihkan cileuhnya , gadis kecil ini mulai merangkak berdiri menuju zona luar yang terselimut embun, sosok mungil itu adalah aku ketika berusia 4-5tahun ketika segala aktifitas luar sangat begitu menyenangkan di pikiran ku, dengan berlari kecil aku tinggalkan selimut tebal yg kupakai lalu membuka pintu dan naik keberanda lantai memanjat sebuah tiang kecil dipinggir rumah dan sampelah aku di genteng rumah orang lalu berteriak "emaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang, meser susu anu rasa meloon" suara itu begitu cempreng aku lontarkan, "eh si uchuuu sok atuh turun hela tong dina genteng" teriak penjual susu murni langgananku, disisi lain terdengar suara kanjeng mamih yang lamban laun terdengar jelas di telingaku "uchuuu ai kaluar imah teh pake hela bajuna , eta piyama tong dilepas dasar jurig cangcut wae unggal poe teh" mamahku emang gitu ke aku heran aku juga menganpa beliau begitu berteriak-teriak ditelingaku, "heueuh engke, mah hayang duit maratus jang susu". ya setiap pagi setiap embun menari seirama dengan hembusan angin pagi, setiap matahari senantiasa menyinari mereka yang pergi sekolah setiap hari itu pula setiap pagi rutinitas keseharian masa kecilku selalu seperti itu, diteriaki banyak orang :D
****
hawa angin berubah deratis di siang ini, setelah mandi tadi pagi aku mulai membuka bajuku dan berubah menjadi curig cangcut kembali, tak ada teman sepertinya siang ini, karena hawa sudah mulai naik beberapa derajat celcius dan pikiran sudah tak karuan, siang itu aku buka kaos dibagian perut lalu aku tempelkan ke lantai yang berhawa dingin menikmati setiap detik kemesraan antara lantai dan perutku, bosan... pabi anak kecil seatraktif diriku tanpa ada kegiatan itu sungguh membosankan, akhirnya aku menaiki tangga menuju kamar yang terisi kosong, perlahan tanpa refleks aku mulai mencari jarum dan guling kesayanganku , guling yang sejak bayi menemaniku dan hingga usiaku 10tahun masih bertahan,
****
tak tega sebenernya diriku kepada sosok guling ini, guling penuh sejarah tapi apa daya otakku berkerja sinergis dengan kedua telapak tanganku memunculkan ide yang sangat brilian dan menggairhkan, dengan ucapan bismillah dan dengan menahan ketegaanku kumulai mengiris guling ini dengan silet hingga tersayat panjang, mengeluarkan kapas-kapas didalam gulinga akupun tertawa riang ketika si guling tersayat sempurna dengan lihai aku mulai memasukan benang kedalam jarum dan dengan mata polos itu aku mulai menjait sayatan guling itu, mungkin kalo guling bisa ngomong dia akan berkata "teh uchu jangan sayat abdi atuuh, apan ge abdi tos ngabaturan teh uchuu ti orok" lalu sang pikiranku pun membalas "teu nanaon guguling, apan ge mun tos disayat ku abdi di jait deui :D"
hal itu aku lakukan berulang-ulang, menyayat guling dengan silet lalu menjaitnya kembali, hingga rupa gulingku berubah menjadi guling penuh codet disana sini, yaa mungkin bagi seorang gadis kecil waktu itu sangat menyenangkan, bagian dapur si mamah mulai cerewet seperti biasanya "uchuuuuuuuuu dimana??? emam hela" aku hanya diam "uchuuuuuuuu ngadenge teu??" aku hanya diam, hingga tiba-tiba mamahku naik ke lantai dua membuka pintu kamarku dan melihat aktifitasku saat itu , mataku hanya melongo sambil emegang guling kesayanganku "astagfirulloh, eta nanaonan" ucap mamahku dengan selingan kesal dan tertawa kecil.
bahagia bagi seorang anak kecil sangatlah sederehana, seperti kumbang yang bahagia hinggap di bunga, atau sperti ulat yang bahagia ketika berada di atas daun, dan seperti anak sekolah yang bahagia ketika berangkat bareng bersama temannya, sesederhana anak kecil yang bahagia ketika menemukanan kesibukannya.
bagi matahari, langit, hamparan sawah dan alpukat di ataspohon bagi manusia mungil itu adalah sebuah ekspresi jiwa dan eksperimen kebahagiian, belajarlah kita pada sederhananya kebahagiaan. dan itu masa muda yg menyenangkan












