Gaji Guru Honorer Saat Ini dan Bagaimana untuk Mengatasinya
Guru honorer adalah guru yang mengajar di sekolah negeri atau swasta tanpa memiliki status sebagai pegawai negeri sipil (PNS) atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Guru honorer biasanya mendapatkan gaji dari dana bantuan operasional sekolah (BOS) atau sumbangan dari orang tua siswa. Namun, gaji guru honorer terbilang masih sangat rendah dan tidak merata di berbagai wilayah di Indonesia. Padahal, peran dan jasa mereka dalam mendidik calon penerus bangsa sangatlah vital.
Berapa Gaji Guru Honorer?
Berdasarkan beberapa sumber yang saya temukan melalui pencarian website, besaran gaji guru honorer dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti institusi tempat guru mengajar, jumlah jam mengajar setiap pekannya, dan wilayah tempat tinggal. Berikut adalah kisaran gaji guru honorer untuk jenjang SD, SMP, dan SMA
Gaji guru honorer SD Di kota besar seperti Jakarta, gaji guru SD honorer berkisar antara Rp1,5 juta-Rp2 Juta per bulan. Sementara itu secara umum di kota-kota lainnya, gaji guru SD hanya sekitar Rp300 ribu hingga Rp1,5 juta. Yang memprihatinkan, gaji guru honorer di kota atau kabupaten yang terpencil hanya sekitar Rp300 ribu sampai Rp500 ribu saja.
Gaji guru honorer SMP Untuk gaji guru honorer SMP, besarannya sangat dipengaruhi oleh jam mengajar guru yang bersangkutan. Sementara untuk nominal apresiasi per jamnya ditentukan oleh UMK masing-masing wilayah, sesuai dengan kesepakatan dengan lembaga pendidikan. Menurut perhitungan yang dilakukan oleh situs gajiguru.com, guru honorer SMP bisa mendapatkan gaji sekitar Rp1,4 juta. Nominal gaji tersebut menggunakan asumsi besaran apresiasi per jam mengajar sebesar Rp35 ribu ditambah uang transportasi sebesar Rp80 ribu dan tunjangan wali kelas Rp250 ribu dengan catatan guru mengajar 8 jam mengajar/pekan.
Gaji guru honorer SMA Sama seperti guru SMP, gaji guru honorer SMA juga tergantung dari berapa banyak jumlah jam mengajar yang diambil seorang guru. Namun, nominal apresiasinya bisa lebih besar yakni mencapai Rp55 ribu per jamnya. Dengan asumsi nominal apresiasi tersebut ditambah uang transportasi, dan tunjangan wali kelas, seorang guru honorer SMA bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp2.250.000.
Bagaimana untuk Mengatasi Masalah Gaji Guru Honorer?
Ada beberapa solusi yang bisa diambil oleh pemerintah untuk mengatasi masalah gaji rendah yang dialami oleh guru honorer. Salah satunya adalah meningkatkan anggaran pendidikan sehingga gaji yang diberikan kepada guru honorer bisa lebih baik. Selain itu, pemerintah juga bisa memberikan kesempatan kepada guru honorer untuk menjadi PPPK yang memiliki status sebagai ASN dan mendapatkan gaji setara dengan PNS serta berbagai tunjangan. Untuk menjadi PPPK, guru honorer harus memenuhi syarat tertentu seperti masuk dalam database BKN atau Dapodik dan lulus tes kompetensi.
Selain dari pihak pemerintah, ada juga solusi yang bisa dilakukan oleh sekolah atau lembaga pendidikan tempat guru honorer mengajar. Misalnya, dengan membuat sistem pembayaran seikhlasnya bagi orang tua siswa yang kemudian dikelola oleh sebuah lembaga otonom bernama Majelis Keuangan Pendidikan (MKP) yang beranggotakan para ketua Baznas, Laznas, lembaga filantropi, dinas pendidikan, tokoh masyarakat, dan dermawan. Uang yang terkumpul dari pembayaran seikhlasnya ini bisa digunakan untuk menambah gaji guru honorer dan membiayai kebutuhan pendidikan lainnya.
Selain itu, guru honorer juga bisa mencari sumber penghasilan tambahan untuk menambah pemasukan mereka. Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah membuka bimbingan belajar, agenda pendalaman materi, atau kursus keahlian dan sertifikasi bagi siswa atau masyarakat. Guru honorer juga bisa memanfaatkan pinjaman pendidikan yang ditawarkan oleh beberapa lembaga keuangan seperti Pintek untuk membiayai kebutuhan pendidikan mereka sendiri atau siswa mereka.
Gaji guru honorer saat ini masih sangat rendah dan tidak merata di berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini tentu sangat tidak adil dan tidak sesuai dengan peran dan jasa mereka dalam dunia pendidikan. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan kerjasama antara pemerintah, sekolah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk memberikan solusi yang efektif dan berkelanjutan. Selain itu, guru honorer juga harus terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas mereka agar bisa mendapatkan penghasilan yang lebih baik.