Terhitung 3 Hari di Bandung
Kok tiba2 ke Bandung lagi? Ada panggilan lamaran kerja.
Pengen cerita,
Ada suatu hal yang membuat diri ini selalu takjub atas suara hati yang terucap ataupun tidak, bilamana ada hajad yang terlintas dengan penuh harap dan kesungguhan di hati ini.
Ini berkali-kali. Hingga tak terhitung persis totalnya.
Ketika muncul hajad (keinginan) penuh harap dan disertai tawakal kepada Allah, hajad tidak hanya menjadi sekedar hajad. Sang Pencipta mengindahkan hajad tersebut. Dengan caraNya. Cara yang tak pernah terduga sebelumnya.
Kemarin, ketika papa sudah mulai baikan. Sudah di rawat di rumah. Sudah mulai memperlihatkan kemajuan. Fokus sekitar akan papa pun mulai beralih kepada diri ini. Terutama mamah.
Fokus apa? Fokus akan rencana ku selanjutnya hendak bagaimana. Apakah kembali ke perantauan lagi atau mencoba mencari peluang di kampung halaman sehingga dapat berkumpul lebih banyak di rumah.
Terlepas dari keinginan untuk terus sama-sama bahagia di rumah, ga harus merantau, hajad sesungguhnya yang terlintas sebelumnya adalah ingin kembali balik ke Bandung. Di akhir bulan.
Sesungguhnya ke Bandung tidak hanya sekedar ingin, namun memang ada banyak hal yang perlu diselesaikan dan amanah yang belum tuntas di Kota kembang ini. Meskipun ada karena selain itu.
Bandung memang banyak menawarkan peluang. Jika dibandingkan dengan kampung halaman saat ini.
Di Bandung, kesempatan belajar banyak terbuka lebar. Didukung dengan akses yang mudah. Ragam ilmunya pun banyak.
Beda halnya jika tetap di rumah. Kesempatan pengembangan diri cukup terbatas. Meskipun akan selalu bahagia karena dekat dengan saudara dan orangtua (ini, hal yang membuat keputusan harus kembali meninggalkan rumah itu terasa berat).
Sempat dilema awalnya. Menyikapi belum bertemu alasan yang tepat untuk memilih atas dua pilihan tersebut. Minta petunjuk tak henti-hentinya. Meminta kepada-Nya agar memberikan makhluk yang tak tau apa-apa ini petunjuk sehingga tau pilihan apa yang harus dipilih. Apakah harus segera kembali ke Bandung atau tetap di rumah dulu saja.
Lalu Allah mengindahkan..
Dengan cara apa?
Dengan adanya panggilan tes atas lamaran kerja yang sempat terkirim dan pelaksanaannya di kota kembang ini.
Apakah ku menyangka Allah akan mengabulkan hajad ku dengan cara ini?
Tak pernah terlintas.
Mungkin pernah, namun merasa peluang itu terlalu kecil.
Tidak hanya hajad ke Bandung yang dikabulkan. Namun waktunya pun persis dengan yang diharapkan. Akhir bulan.
Masyaallah. Subhanallah. Alhamdulillah.
Rasa syukur disertai perasaan tak percaya tak henti-hentinya membuat diri ini merasa Allah begitu Maha Mendengar, Maha Penyayang, pada diri yang sering lupa ini. Suka lupa karena lalai dengan dunia yang penuh tipu daya.
Allah. Allah. Ya Allah..
Segala puji bagiMu. Tak terhitung hajad ku yang seringkali Engkau kabulkan. Dengan caraMu yang membuat diri ini tak henti-hentinya memujiMu. Bersyukur atas semua kasih sayangMu yang mengindahkan permintaan-permintaan yang tentunya akan sulit terwujud jika tanpa adanya campur tanganMu.
Sehingga di sini aku ingin bercerita,
Bahwa sesungguhnya Allah Maha Mendengar. Tak ada keraguan padaNya. Percayalah. Bahwa doamu akan diindahkan, jika satu-satunya yang engkau percaya adalah Dia, Allah Yang Maha Mendengar. Mendengar hambaNya yang meminta hanya padaNya.
Alhamdulillahirabbil 'alamin..
Kini ku masih menunggu jawaban hajad-hajad ku yang lain yang masih belum kutemukan jawabannya. Berharap semoga diindahkan. Jika tidak, semoga itulah yang terbaik. Dan tentunya ada yang lebih baik.
Allah Maha Tahu, bukan? :)














