Hari AIDS Sedunia 1 Desember 2020 . . . #LKSA_RYHU #hariaids #hariaidssedunia #hariaidssedunia2020 https://www.instagram.com/p/CIQFJXEJrcu/?igshid=udwlbdkaak9z

seen from United States

seen from United States

seen from Netherlands
seen from T1
seen from United States
seen from Germany

seen from Netherlands
seen from Singapore

seen from Germany
seen from Malaysia

seen from United States
seen from China

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Latvia

seen from Malaysia
seen from China

seen from T1
seen from France
seen from Malaysia
Hari AIDS Sedunia 1 Desember 2020 . . . #LKSA_RYHU #hariaids #hariaidssedunia #hariaidssedunia2020 https://www.instagram.com/p/CIQFJXEJrcu/?igshid=udwlbdkaak9z
HARI AIDS SEDUNIA, HARI MAKSIAT DAN KEMATIAN MASSAL . https://www.trenopini.com/2020/11/hari-aids-sedunia-hari-maksiat-dan.html?m=1 . Aids adalah penyakit yang dihasilkan dari penyakit masyakarat. maka hal yang wajar jika menimbulkan dampak besar baik bagi pelaku maupun lingkungan sekitarnya. . Bagi pelaku tentunya sebuah penyakit Aids yang mematikan atau azab lainnya, dan bagi masyarakat juga terkena dampaknya, suatu contoh bencana akibat diamnya seseorang terhadap penyakit masyarakat, pergaulan bebas, sex bebas, L98T dan sejenisnya. . memperingati hari Aids sedunia harusnya disertai dengan solusi terbaik yang menuntaskan penyakit tersebut berikut sumber penyakitnya. Karena permasalahan penyakit tersebut bersumber dari suatu pergaulan bebas, hubungan sex bebas, maka jelas yang bermasalah adalah hukum dan aturan bagi pelaku. . Yang selama ini sama sekali tidak ada hukuman yang membuat jera bagi pelaku, bahkan negara terkesan memberi fasilitasOleh sebab itu solusi terbaik tidak lain memberi hukuman bagi pelaku. . Sedangkan hukuman dan aturan yang bisa memberi jera sekaligus memberi solusi tuntas hanya kembali kepada hukum Islam yang bersumber dari Al Qur'an, Al hadist, ijma' sahabat dan qiyas. . Baca selengkapnya, KLIK tautan website diatas, Jangan lupa Ikuti kami di : Instagram bit.ly/igtrenopini Website bit.ly/webtrenopini Fp Facebook bit.ly/fptrenopini Tumblr bit.ly/tbtrenopini Telegram bit.ly/ttrenopini Twitter bit.ly/twittrenopini . #sekulerismebukanislam #liberalismebukanislam #hariaids #islamrahmah #CintaIslam #DemokrasiKufur #DemokrasiHaram #BuangDemokrasiKapitalisme #TolakKomunisme #TegakkanKhilafah #KhilafahAjaranIslam #khilafahsolusituntas #kabarislami #trenopini (di Trenopini.com) https://www.instagram.com/p/CIPHRy2ByPh/?igshid=qnmfnakegkxk
It's not the years in your life that count, it's the life in your years -Abe Lincoln On this day, we unite in the fight against HIV and show our support for people living with HIV #HariAIDS #HariAIDSSedunia (at Senusantaraku.id) https://www.instagram.com/p/B5gf5_THfpw/?igshid=umn155gdquem
Simpanse, Monyet, PSK, dan Hari AIDS Sedunia
Jakarta Hari AIDS yang diperingati setiap 1 Desember jadi pengingat bahwa AIDS bisa terjadi apabila virus HIV tidak cepat-cepat dilumpuhkan. Karena itu, penting mencari tahu asal usul virus HIC, karena dari sini semuanya terjadi. Pandemik virus HIV masih jadi perdebatan sampai sekarang. Guna menguak misteri tentang virus yang telah merenggut nyawa lebih dari 75 juta orang di dunia, dibentuklah tim internasional untuk merekonstruksi genetika HIV. Sejak kasus HIV pertama kali ditemukan pada 1981, tim tersebut langsung mencari tahu di mana nenek moyang umat manusia berasal. Pencarian bertahun-tahun pun dilakukan. Dimulai dari Afrika, negara yang punya sejarah panjang terhadap virus ini. Menggunakan arsip sampel genetika HIV untuk melacak sumbernya, para peneliti berhasil melacak asal-usul pandemi virus ini yang ternyata sudah ada dari tahun 1920 di Kota Kinshasa (kini menjadi bagian dari Republik Demokratik Kongo).
Jumlah PSK Semakin Banyak
Dilihat dari situasi negara tersebut pada tahun ini, di mana jumlah pekerja seks komersial (PSK) yang cukup banyak serta penggunaan jarum tak steril di sejumlah klinik, tak mustahil jika virus HIV memang bermuara dari Kinshasa. Pelacakan asal-usul HIV wajib dilakukan agar para ahli di bidangnya mampu mengembangkan vaksin HIV dan pengobatan yang lebih efektif untuk menyelamatkan nyawa semua manusia. Dugaan semakin kuat setelah penelitian menemukan ada virus yang sama dengan HIV di tubuh monyet, simpanse, serta kera yang ada di Afrika bagian barat. Setelah dilakukan pengecekan, para ilmuwan menduga HIV merupakan keturunan dari SIV, yang mirip dengan dua tipe HIV (HIV-1 dan HIV-2).
Simpanse dan Monyet
Peneliti dari Universitas Oxford menyebut, HIV-2 dapat disamakan dengan SIV yang ditemukan pada monyet hijau yang berasal dari Afrika barat. Masyarakat di sana mengenal spesies ini dengan monyet sooty mangabey (SIVsm). Sedangkan virus HIV-1 yang lebih mematikan, paling mirip dengan SIVcpz (simian immunodeficiency virus) yang menginfeksi simpanse. Nuno Faria, ilmuwan dari Universitas Oxford, menceritakan bahwa virus ini pertama kali menyebar di tubuh pemburu simpanse. Kasus ini dilaporkan di Kinshasa pada 1930. Namun, sebuah studi yang diterbitkan pada 2014 menunjukkan,telah terjadi lompatan pada sejumlah kesempatan. Salah satunya mengarah pada HIV-1 subtipe 0 yang menyebar di Kamerun. Kemudian HIV-1 subtipe M yang menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia. Disebutkan juga orang pertama yang terinfeksi HIV-1 subtipe M mungkin terkena di tahun 1920. Di tahun yang sama telah terjadi ketidakseimbangan antara populasi wanita dan pria yang memicu terjadinya peradangan seksual secara bebas. Belum lagi jaringan transportasi yang membuat orang mudah berpindah-pindah. Dikutip dari situs BBC pada Sabtu, 1 Desember 2018, penyebaran HIV ini masih berlanjut sampai ke negara bagian AS, Indiana, terkait penggunaan jarum suntik narkoba. Centers for Disease Control and Prevention telah menganalisis urutan genom HIV dan data tentang lokasi dan waktu infeksi, kata Yonatan Grad di Harvard School of Public Health di Boston, Massachusetts. "Data ini membantu untuk memahami sejauh mana wabah dan selanjutnya akan membantu untuk memahami ketika intervensi kesehatan masyarakat telah bekerja."
Pelaku hubungan seks sejenis lebih rentan
Pendekatan ini dapat bekerja untuk patogen lainnya. Pada 2014, Grad dan rekannya, Marc Lipsitch, menerbitkan hasil penyelidikan atas penyebaran gonore yang resistan terhadap obat di seluruh AS. "Karena kami memiliki urutan perwakilan dari individu di berbagai kota pada waktu yang berbeda dan dengan orientasi seksual yang berbeda, kami bisa menunjukkan penyebaran paling umum terjadi dari barat negara itu ke timur," kata Lipsitch. Terlebih lagi, mereka bisa mengonfirmasi bentuk resistan terhadap obat gonore yang telah beredar, terutama pada laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki. Yang bisa mendorong peningkatan screening ini pada populasi yang berisiko dalam upaya untuk mengurangi penyebaran lebih lanjut. Read the full article