Tantangan 15 Hari Zona #5 Day 10

seen from United States

seen from United States
seen from Russia
seen from United States
seen from China
seen from Brazil

seen from Türkiye
seen from Brazil
seen from France

seen from China

seen from United States
seen from Germany

seen from United Kingdom
seen from Hong Kong SAR China

seen from Australia
seen from China
seen from China
seen from Israel

seen from Netherlands

seen from United States
Tantangan 15 Hari Zona #5 Day 10
Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas Day 10
Melihat Benda Kecil
Yeay finally Azzam mengerjakan pr dari DSAnya yaitu melihat benda kecil. Kali ini Azzam bersama kacang tanah yaa. Azzam fokus banget liatin kacangnya sembari mau diambil tapi belum bisa. Kalaupun bisa hanya sebentar saja kemudian jatuh lg kacangnya.
Alhamdulilah Azzam bisa fokus melihatnya dan sangat excited. Untuk benda kecilnya bisa menggunakan kismis dan…
View On WordPress
Cerdas Emosional dan Spiritual Day 10
Tantangan 15 Hari Zona #3 Day 10
Assalamu’alaykum, good readers :)
Hari ini memasuki hari ke-10 saya dan suami melaksanakan family project untuk tantangan di Zona 3 ini. Awalnya saya berniat untuk menonton video dengan suami di sore hari setelah saya pulang dari klinik dan sebelum suami saya bekerja, namun ternyata sakit kepala saya kambuh, dan membuat saya merebahkan diri dan beristirahat sore tadi.
Akhirnya, lagi-lagi saya dan suami tidak berkesempatan menonton video bersama. Namun, saya sudah memberikan 2 video dari Samara series yang disampaikan oleh Ust. Salim A. Fillah kepada suami saya, dan suami saya setuju untuk menontonnya.
Alhamdulillah, meski dalam 15 hari tantangan ini saya merasa kurang maksimal dalam pelaksanaannya, paling tidak saya berhasil melakukan di ambang batas minimal pelaksanaan. Semoga meskipun tidak saya abadikan dalam jurnal seperti ini, kebiasaan baik yang menjadi family project kami dapat terus dilaksanakan.
Sekian jurnal saya hari ini, wassalamu’alaykum :)
Tantangan 15 Hari Zona #2 Day 10
Assalamu’alaykum, good readers :)
Hari ini sudah memasuki hari ke-10 tantangan kemandirian, tapi ternyata saya malah cheating dari komitmen yang saya buat sendiri. Hiks.
Itu semua berawal dari setelah saya dan suami olahraga dan membeli pecel untuk brunch kami (saya dan suami sengaja tidak sarapan dan makan nasi pecel untuk sekalian makan siang), saya melihat ada promo 10.10 dari salah satu bank, dan suami saya jadi tertarik untuk membeli. Ndilalahnya ada minimum order dan pesanan suami saya belum mencapai ketentuan, saya pun jadi tergoda, dan akhirnya oleh suami diizinkan dengan berbagai t&c apply.
Dan ternyata setelah saya coba hitung asupan kalori saya hari ini, alhamdulillah masih dibawah jatah kalori harian saya (karena saya makan beef burger tanpa keju, french fries hanya setengah porsi, dan tidak meminum jatah colanya). Terus cheatingnya dimana? cheatingnya terletak di makan kentang yang sudah pasti deep fried, dan roti burger yang terbuat dari olahan tepung terigu. Dimana dua hal tersebut adalah pantangan untuk penderita PCOS. Huft.
Semoga kedepannya saya bisa lebih kuat dalam berkomitmen, doakan yaa good readers :)
Wassalamu’alaykum :)
- Panen ikan -
Selepas shalat dzuhur saya mendapati suami dan anak saya berada di teras belakang rumah mertua, ternyata mereka sedang menyaksikan Deon (adik dari suami saya) menjaring anak ikan disana. Sayapun penasaran dan ikut bergabung dengan mereka.
Saya : “lagi pada ngapain?” seraya mendekati mereka
Suami : “Deon panen ikan”
Saya : “ikan apa? Mana liat?”
Deon : “ikan cupang mbak, baru netas”
Saya : “mana sih? Kok nggak keliatan?”
Lalu suami saya menunjuk ke salah satu sudut bak yang digunakan Deon untuk berternak ikan tersebut, benar saja ada anakan ikan kecil-kecil disana. Suami saya mengambil air di bak tersebut dan mengoleskannya di kaki anak saya, sontak anak saya risih dan minta untuk dibersihkan. Saya lalu melanjutkan percakapan dengan Deon.
Saya : “wah bisa dijual ini, pinter manfaatin peluang”.
Deon : “iya mbak, rencananya juga mau dijual gitu” sembari tertawa.
Saya : “sekarang banyak sing jual ikan-ikan hias kayak cupang gini, ditelateni ae”
Suami dan anak saya lalu menghampiri kami, anak saya kemudian minta digendong dan mengajak bermain didalam rumah dan kami meninggalkan Deon yang masih asyik menangkap ikan.
———
Tantangan hari ini lebih kepada memberikan motivasi dan semangat kepada adik yang ingin mengembangkan hobinya dari yang hanya memelihara ikan menjadi bisa membudidayakan ikan tersebut.
———
———
Rencana esok hari lebih semangat lagi menerapkan poin-poin dari komunikasi produktif dan bisa menerapkannya dalam keseharian.
———
Karena hari ini ceritanya jadi kakak yang baik, saya ingin menyemangati Deon supaya telaten membudidayakan ikan-ikannya, selain bisa menambah pundi-pundi uang dia juga bisa mendapatkan pengalaman tapi karena hanya sebentar berbincang dengan Deon, hari ini cukup puas dengan 4 bintang.
Akar
“Aku ingin menjadi akar.” kataku, tadi siang.
Penopang tingginya pohon, Seberapa indah bunganya, Seberapa banyak buahnya, Akar adalah penopang paling kuat. Bisakah membayangkan bagimana pohon tanpa akar? Bahkan, bunga teratai yang hidup di airpun, ia tegak karena akar.
Aku ingin menjadi akar. yang keberadaannya tak begitu nampak. namun menguatkan.
Bandung, 7 September 2015 Wida.
Teruntuk Kamu
Untuk kamu, sudah hari keberapa sekarang semenjak kita saling kenal? Sudah berapa kali putaran jam sekarang semenjak kita mulai sering bercerita? Sudah berapa ragam emosi sekarang semenjak kita mulai mencoba memahami satu sama lain?
Aku baru saja tersenyum karena tidak tau berapa jawabannya. Ini sudah jauh, menurutku. Ya memang masih banyak hubungan yang lebih lama dibanding ini, tapi hei, aku yakin kita sudah mulai jauh. Ini bukan lagi tentang siapa yang meninggalkan tidur, siapa yang harus menghubungi terlebih dahulu, siapa yang harus membelikan ini itu, siapa yang harus mengerti siapa, dan siapa yang harus berlaku sebagaimana mestinya ntah siapa.
Untuk kesekian kali kamu memang tidak melulu membuatku tertawa, karena masalah suka sekali menyempil. Tapi aku benci ketika harus mengakui bahwa memang kamu yang juga bisa mengembalikan senyum.
Untuk sekian banyak emosi yang menemani, untuk sekian banyak masalah yang datang, untuk sekian banyak perbedaan yang ada, untuk sekian banyak kekurangan yang semoga bisa ditutupi, untuk sekian banyak kelebihan yang semoga tidak terlihat serakah, untuk sekian banyak hal yang pernah dan akan kita lakukan; aku bersyukur.
Sayang, kata orang jarak selalu menang. Maka izinkan kali ini aku membuktikan bahwa ia tidak melulu menang telak. Tubuh kita yang tidak bisa berbagi hangat, tangan yang tak bisa saling genggam, dan mata yang tak bisa saling tatap, semoga masih ada rasa yang masih setia saling lengkap.
Jika memang garis Tuhan, semoga segala doa baik dikabulkan. Aku yakin kamu sanggup dewasa sesuai umur, aku yakin kamu sanggup menjadi kamu yang sebenarnya.
Terimakasih masih ada sampai pada aku mengetik kata sekarang.
Untuk Ocha, kamu ingat hari ini? Selamat mengulang delapan yang kesekian kali.
Dari Ayu, pemelukmu.
(Kepada: @ocharyantam)