Tantangan 15 Hari Zona #5 Day 5

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from Russia
seen from United States
seen from Brazil
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Canada

seen from United Kingdom

seen from Australia

seen from Italy

seen from Canada

seen from United States

seen from Canada
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from Australia
Tantangan 15 Hari Zona #5 Day 5
Gaya Belajar dan Stimulasi Kreativitas Day 5
Becermin
Azzam lagi suka banget bercermin. Sebenarnya Bunda sudah mengajak Azzam bercermin sejak berusia 2 bulan. Namun Azzam baru mulai tersenyum, tertawa hingga berteriak dan ngoceh pada usia 3 bulan sampai dengan saat ini.
MasyaAllah bercermin juga merupakan salah satu stimulasi yang banyak manfaatnya untuk bayi. Silahkan googling yah man teman kalau pengen tau manfaatnya. InsyaAllah…
View On WordPress
Tantangan 15 Hari Zona #3 Day 5
Assalamu’alaykum, good readers :)
Wah tidak terasa hari ini adalah hari kelima saya dalam melaksanakan family project untuk tantangan di Zona 3 Bunda Sayang. Meski saya akui family project ini masih jauh dari target kami untuk menjadi keluarga sampai syurga, tapi setidaknya, dimulai dari penyamaan persepsi sehingga orientasi kami bisa sejalan.
Di hari kelima ini, lagi-lagi kami tidak bisa melakukan family project ini bersama-sama (di tempat dan waktu yang sama), karena saya kembali menemani orangtua saya ke RS sampai siang, dan setelah itu langsung takziyah ke salah satu paman dari ummi saya yang meninggal dunia pagi ini. Kebetulan juga suami hari ini kerja shift malam, sehingga beliau tidak ikut karena beristirahat di siang harinya.
Jadi, saya kembali men-chat beliau untuk mengingatkan mengenai project keluarga kami. Alhamdulillah suami tetap bersedia meluangkan waktunya. :)
Sekian cerita saya hari ini, semoga besok kami dapat melakukan family project ini bersama kembali. Aamiin.
Wassalamu’alaykum :)
==========================
Hari ini BERBEZAAAAAA
Internet di rumah sedang tidak bisa diajak kompromi.
Progres kemandirian melatih Farrel untuk bisa merapihkan mainan yang telah dimainkan hari ini ditunda dulu yaaaa...
Huhuhhuhu
Soalnya bentuk dokumentasinya Video.
Namun, sebagai pengganti hari ini mengulas kemandirian Farrel saat makan, yang Alhamdulillah terdokumentasi dalam bentuk foto.
HOORAAYYY!
.
.
Temuanku
Membiasakan Farrel untuk makan sendiri merupakan salah satu keterampilan yang kukenalkan sejak dia MPASI disaat dia bisa mengenggam. Dimulai dengan memegang finger food, kemudian cemilannya, maju lagi makan sendiri ketika jam snack hingga akhirnya bisa makan sendiri saat makan utama.
.
Farrel memang belum sepenuhnya makan sendiri ketika makan, ada saat-saat tertentu ketika dia malas dia masih minta disuapi.
.
Namun satu waktu yang dia sudah terbiasa untuk makan sendiri adalah ketika makan di luar rumah. Saat makan di luar rumah dia sudah mampu mengondisikan dirinya untuk makan sendiri karena dia paham bahwa situasi kondisinya berbeda.
.
Sama halnya yang terjadi hari ini, kebetulan kami makan di luar.
Proses makan selalu menjadi kegiatan yang seru untuk diperhatikan karena ada ajaa hal yang membuatku terkagum-kagum.
Seperti hari ini ada kejutan baru yang muncul.
Dia bisa menempatkan sendok dan garpu sesuai fungsi yang dia inginkan.
Sebelumnya Aku minta tolong untuk diambilkan sendok ke pelayan restauran, saat pelayan mengiyakan kemudian pergi tiba-tiba Farrel minta untuk diambilkan garpu juga.
Saat itu kuberi alasan bahwa pelayannya sudah pergi dan bunda sudah telat untuk meminta tolong lagi,
“Ahh..nanti juga ga kepake kalau minta garpu, kan udah ada sendok” pikirku.
.
Pelayan yang kumintai tolong datang lagi sambil membawa sendok di tangannya dannnnn jugaa GARPU.
Farrel senang melihat ada garpu ditangan pelayang itu, kuberikanlah sendok dan garpu tersebut padanya.
.
Disinilah yang membuatku terkaget.
Farrel menempatkan garpu pada tempat yang terdapat lauk-pauk sedangkan sendok ditempatkan di mangkok kecil berisikan nasi.
.
Dan dia pakai sendok garpu itu secara bergantian, ketika makan lauk pauk dia memakai garpu, kemudian sendok ketika dia mau makan nasi.
.
SPEECHLESS! .
STRONG WHY
Melatih keterampilan motoriknya juga mempraktikan adab dalam proses makan.
.
.
STRATEGI MELATIH KEMANDIRIAN
Mempercayakan Farrel untuk memilih makan dan minuman yang akan dipesan, dan mengawasi selama dia proses makan.
.
.
TANTANGANKU HARI INI
Masih kurang menaruh kepercayaan kepada Farrel mengenai pilihannya, sehingga hampir saja tidak terfasilitasi kebutuhannya.
.
.
INGIN SUKSES APA AKU ESOK HARI
Ingin lebih mempercayai Farrel khususnya untuk permintaan yang muncul dari dirinya sendiri.
.
.
RASAKU HARI INI
KAGUM
Karena menemukan “kebisaan” baru dari Farrel saat makan.Dia bisa merencanakan sendiri fungsi dari setiap alat makan yang disediakan.
.
.
RESPON FARREL
Dia senang bisa makan sesuai dengan rencana yang dia inginkan, seolah rencana dia bisa dieksekusi dengan baik sehingga dia bisa menikmati makanan dengan lahap.
...
.
.
#harike-5
#tantangan15hari
#zona2kemandirian
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia
Tantangan 15 Hari Zona #2 Day 5
Assalamu’alaykum, good readers :)
Hari ini sudah memasuki hari ke 5 tantangan kemandirian. Huhu walaupun ternyata saya tidak sepenuhnya menjalankan komitmen, tapi i did my best kok hiks.
Oya, untuk 2 hari kemarin, report tantangan saya, tidak saya narasikan. Why? Jadii, untuk yang di hari ketiga, saya sedang kurang enak badan. Dan di hari keempat, waktunya sangat mepet dalam pengerjaan. Punten yaa, semoga dapat dimaklumi.
Dan untuk tantangan hari ini, seperti yang sudah saya sampaikan di gambar, saya merasa kurang maksimal dalam menjalankan komitmen kemandirian, karena satu dan lain hal. Doakan yaa good readers agar kedepannya saya bisa lebih maksimal menjalankan komitmen kemandirian hehe.
Sekian dulu jurnal saya hari ini, wassalamu’alaykum :)
===========================
Benar yaaa... efek mood tidak karuan di awal hari, sukaa ada aja tantangan yang lebih dari biasanya, seperti hari ini. Bangun kesiangan, baru bangun jam 8 pagi Astagfirullah, membuat jadwal harian berantakan begitu juga mood. Akhirnya, sensitifitas diri menikuk tajam, ditambah lagi tubuh seolah belum prima akibat kelelahan menemani Farrel main seharian sampai jam 12 malam. Masyaallah
.
Semua nya seolah merembet dan menularkan energi negatif
.
Masak kesiangan dan malah berakhir gosong, kemudian harus mengulang dari pergi ke tukang sayur lagi.
Membuat diri down lagi
Dan harus berjalan seperti....
.
Hal yang Kutemukan Hari Ini
Farrel : “Bunda, El minum susu boleh?”
Bunda : “ Loh, Farrel kan makannya ga habis tadi, jadi ga boleh minum susu.”
Farrel : “Engga! EL habis makannya, el mau minum susu.”
Bunda : “Kan mas liat sendiri tadi, mas el ada dua suap lagi ga habis, terus mas el udah janji kan, kalau makannya ga habis ga minum susu dulu.”
Farrel : “Engga El ga janji, El mau minum susu.”
Bunda : “Kalau El minum susu, nanti el makannya sedikit lagi karena udah kenyang minum susu.”
Farrel : “ Ga mau, ga mau, El mau minum susu, el ga janji, el ga suka janji janji.”
Bunda : : “ Yaudah deh el terserah mas el aja, tapi bunda ga akan main sama mas el.” Mulai emosyiihhhhh
Farrel : “Yaudah el main sendiri aja.”
Terushhh anaknya pergi...
Dan di liat di kamar dia sedang ASYIIIIKKKKKKK menyeruput sekotak susu UHT coklatnyaa..
Bunda pun MURKAAAA
Selepas dia selesai minum susu, dia ngajak bundanya main. Tapi yaa sesuai kesepakatan dia minum susu, ga main sama bunda.
.
DRAMAPUN DIMULAII
Pertama dia coba untuk mengajak, karna ditolak dia terus mulai mengganggu bundanya meski terus tidak ada balasan respon positif..
Karena udah emosihh dan ga tertahan lagi efek domino dari pagi, bunda bilang
“Bunda, kesel el minum susu, ga nepatin janji, biarin dulu bunda sendiri.”
Terush pergii..
.
Farrel pun Nangis tambah kencang
.
Tantangan yang Kuhadapi Hari Ini
Tentuu emosi akibat dari efek domino bangun kesiangan di pagi hari, sehingga hilang self control. Padahal seharusnya bisa di tahan, namun hari ini benar-benar di luar dugaan. Akhirnya pola komunikasi pada diri sendiri bubar jalan seirama dengan poin-poin komunikasi produktif pada anak yang tak terlaksana.”
.
.
Rencana Esok Hari
Berusaha untuk lebih bisa mengontrol diri lagi juga meenahan GENGSI ketika suasana genting dengan anak, jangan kaya hari ini Farrel mengahampiri Bundanya duluan, dengan tatapan mata penuh penyesalan atas kekeliruan sikap yang telah dia lakukan. Semoga kalau di situasi seperti ini bundanya duluan yang mengalirkan kembali suasana.
.
.
Poin Komunikasi Produktif Hari Ini
Poin komunikasi produktif hari ini yaitu KISS “Keep Information short and simple” yang masih harus ditambal di sana sini.
.
.
Bintang ku Hari Ini
Semangat diriku yang masih harus terus berjuang melawan dan mengontrol emosi pribadi, meski paham betul ini bukan hal yang mudah untuk bisa dispontankan.
Bintang ku Hari ini 2 (dua)
.
.
My dear, it’s Ok! No, Problem.
Challenge Accepted Come On! Come On!
...
.
.
#harike-5
#tantangan15hari
#zona1komprod
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia
Day #5. Komunikasi Produktif
Tantangan zona #1
Hari ke #5
Bismillahirrahmanirrahim
Hari ini putera saya sedang demam, panasnya tinggi sejak semalam. Ini menjadi tantangan terberat hari ini, saya berusaha tetap sabar dan tenang saat berkomunikasi dengan si kecil. Awalnya saya berencana untuk praktek komunikasi produktif untuk menuntun anak tidur, namun itu hanya rencana kita. Qadarullah anak sakit dan acara makan dengan tenang di kursi kembali harus di sounding.
.
.
"Hafi, makan di kursi lagi ya sampai habis." Lalu di jawab, mamama bababpapa.. hehehe. Di tengah-tengah makan, adaa saja yang membuat ia bosan dan ingin keluar kursi saya berusaha menenangkan. Namun kali ini berbeda ternyata ia ingin BAB, bukan karena bosan duduk di kursi. Alhamdulillah proses komunikasi kemarin hingga sekarang tentang makan masih aman, pesan tersampaikan dan anak mampu mengikuti arahan.
.
Kali ini anak saya mulai meraih raih bemda di sekitar termasuk kacamata saya. Ia tarik lalu dipatahkan :'(
Saya memberikan arahan pesan :
"Nak ini bukan mainan, main yang lain ya atau baca buku hafi aja" (berusaha menghindari kalimat negatif seperti tidak atau jangan).
.
Di malam hari anak tantrum, cukup menguras energi saya. Namun saya kembali teringat materi komunikasi produktif untuk menerima perasaan anak. Mungkin ia saat ini sedang sakit, demam dan hanya mampu menyampaikan lewat tangisan. Berusaha sabar menerima perasaannya hingga ia selesai menangis.
.
.
3 bintang saja untuk hari ini, masih perlu banyak perbaikan sana sini dalam berkomunikasi dengan si kecil.
Tantangan 15 Hari Zona #1 Day 5
Assalamu’alaykum, good readers :)
Apa kabar? Saya harap good readers dan keluarga selalu diberikan kesehatan ya :)
Hari ini, lagi-lagi, saya tidak jadi membahas buku Happy Family dengan suami saya, karena beliau jadwal kerjanya di shift siang, dan beliau juga shaum. Alhasil di pagi hari beliau tidur untuk mengisi energi saat bekerja di siang harinya hehe. Namun saya mencoba membuka pembahasan lain, dan inilah jurnal saya hari ini :)
Temuanku hari ini? Sebelumnya, sedikit cerita ya good readers, Suami saya memiliki kepribadian introvert, jadi beliau agak sulit mengungkapkan perasaannya, dan tidak pandai merangkai kata (hal ini sering jadi pemicu saya salah faham hehe). Nah, kemarin saya sempat menonton video kajian Ust. Salim A Fillah mengenai ‘Romantisme Nabawiyah’, dan saya ingin suami saya juga menonton video tersebut. Maka setelah suami saya bangun dari istirahatnya, dan saya lihat beliau sudah bisa ‘diajak bicara’, saya mencoba untuk meng-komunikasi-kan keinginan saya.
Tantangan yang kuhadapi hari ini? Awalnya suami menolak untuk menonton hal tersebut, mungkin beliau ‘malas’ jika saya menuntut macam-macam. Saya mencoba memberi penjelasan tanpa kesan menggurui dan menuntut, akhirnya suami saya mau menontonnya walaupun tidak full. Hanya di poin yang saya ingin beliau tahu.
Poin komunikasi produktif hari ini ? Pemilihan diksi yang tepat dan kaidah 7-38-55.
Rencanaku esok hari? Karena hari ini belum sempat membahas buku Happy Family, semoga besok dapat terlaksana. :)
Berapa bintangku hari ini? ⭐⭐⭐
Saya merasa komunikasi hari ini kurang lancar karena mungkin pada beberapa kalimat penyampaian saya, masih terkesan menggurui bagi suami saya, nda apa ya Diy, namanya juga masih belajar, lain kali bisa lebih baik lagi penyampaiannya. :)
Demikian jurnalku hari ini, semoga rencana untuk esok hari bisa terlaksana dengan baik, aamiin. :)
Wassalamu’alaykum :)