Bogor, 31 Januari 2017
Ibu, Begitu sempurna dirimu dimataku. Malaikat tak bersayap dikirimkan Allah untukku. Aku ingin menjadi sepertimu. Ibu, dirimu begitu kuat menghadapi peliknya hidup, tak mudah goyah maupun gentar menghadapi apapun. Tak peduli rintangan apa yang akan datang di depan mata. Tanpa diminta ibu selalu melindungiku. Ibu, aku tahu banyak beban yang menumpuk di pundakmu. Cobaan hidup datang silih berganti. Walau pun begitu, ibu tetap sabar dan ikhlas menjalaninya. Tak ada pelajaran yang tak berharga darimu. Selalu segala macam nasehat yang terucap dari bibirmu mengiringi setiap langkahku. Dan juga do'a yang selalu mengalir disetiap hembus nafasmu demi kesuksesanku. Sungguh ibu seseorang yang tak perlu diminta akan memberi. Ibu, maaf jika anakmu ini belum bisa berbuat banyak hal untuk meringankan bebanmu. Maaf, jika anakmu ini hanya memberi harapan dan kekecewaan. Maaf, jika anakmu ini terkadang bersikap yang kurang baik. Maaf, jika anakmu ini terlihat seakan tak peduli. Ibu, kini aku sedang belajar dan berusaha membuatmu menangis. Menangis bahagia. Ibu, tak akan pernah cukup kata terima kasihku untukmu atas segala apa yang telah ibu berikan. Tak akan terbalas jasaku untuk membalas jasamu. Kasih sayangmu selalu memelukku dengan erat. Dekap hangatmu selalu menyelamatkanku dari keresahan. Genggaman tanganmu terdapat magis yang selalu menguatkanku. Ibu, jaga kesehatan selalu istirahat yang cukup. Pengorbananmu begitu berat untuk menghidupi kedua anakmu. Tak perlu risau dan takut, ada mas dan aku yang selalu bersamamu. Juga melindungi dan menyayangimu seperti yang ibu lakukan padaku dan mas. Ibu, ibu bisa menjadikanku teman untuk berbagi cerita. Seperti yang selalu ibu lakukan semenjak aku tumbuh dewasa. Kuharap, semoga kali ini aku tak memberimu kecewa lagi. Terima kasih ibu. Aku selalu sayang ibu♡♡♡ Ade~












