Rumah tinggal
Hari ini aku terbangun dengan syndrome aneh melanda aku. Syndrome kerinduan yang menghantam sampai ke dasar hati yang mulai tak peduli. syndrome yang membawa ketakutan untuk ditinggalkan (lagi).
(Masih) Tentang masa depan dan kebahagiaan untuk masing-masing kami, yang aku mulai tak benar-benar yakin bahwa kami akan mendapatkan nyaman dan bahagia yang sama seperti kebersamaan kami.
Akan tiba masanya Rumah yang kami tinggali mulai sepi. Tanpa percekcokan diantara kami, tanpa persilatan andalan kami, tanpa rengek manja dari kami dan tanpa tawa bahak yang memekakkan telinga-telinga tetangga sebelah.
David sudah besar, Johan sudah besar, Diah yang belum ingin besar pun harus tumbuh besar, Dupan pun.
Bila masa besar yang kalian idamkan itu tiba aku harus mempersiapkan diri, mempersiapkan hati, mempersiapkan tameng agar aku kuat berdiri sendiri. Tak mungkin aku terus menahan kalian untuk terus menggandeng aku. Kalian yang sudah besar harus melangkah jauh meninggalkan rumah lama dan membangun rumah yang baru. Bersama pasangan idaman masing-masing yang kamipun berharap mampu membuat kalian bahagia lahir maupun bathin.
Yakinkan aku bahwa dia yang mendampingi kalian nanti adalah sosok yang mampu menerima kalian seutuhnya. Bukan hanya menerima kebaikan dan ketangguhan kalian, tapi juga menerima kebodohan kalian yang tak mampu berkata-kata puitis, ataupun memberikan kejutan romantis.
Bangunlah rumah baru yang tak menjauhkan kalian dari kami. Rumah baru kalian nanti harus lebih hangat dari rumah lama, rumah baru kalian nanti harus lebih nyaman dari rumah lama, rumah baru kalian nanti harus lebih riuh dengan suara generasi penerus kekompakan kita.
Bila nanti masa itu datang padaku. Yakinkan aku bahwa aku telah mendapat sosok pelindung baru yang sama tangguhnya dengan kalian, yang tak hanya melindungi aku dari orang jahat tapi juga melindungi hatiku dari hal-hal yang membuatnya retak. Yakinkan aku bahwa aku telah mendapat sosok yang mampu menerima seutuhnya aku sama seperti kalian yang tak kabur dariku saat bau tak sedap mulai muncul dari bawah pantatku.
Semoga kebahagian senantiasa menyertai langkah-langkah hijrah kalian di rumah baru tanpa menghapus kenangan syahdu dari rumah lama.
Bismillah.. semoga adik perempuan ini bisa ikhlas dan membiasakan diri :’( Jangan bersedih, mamase pergi untuk sesuatu yang baik.














