Kini aku goreskan tinta ini sendiri, menyusuri ruang dan waktu, mengamati kau pergi dari kejauhan perlahan hilang semakin hilang dan sukses kamu menghilang. Kini aku melangkahkan kaki sendiri, tanpa henti menusuk nusuk sanu bari menikam hati pada masa lalu yang banyak arti hingga hati kian mati. Ku goreskan kembali ku goreskan rangkaian indah kenangan dalam pelupuk mata hingga berjatuhan dan hujan di pelipis, tipis deras mengucur tiada maksud. Ini balasan setimpal untuk menjadi rimba karena kejahatan yang tidak memanusiakan. #herya













