Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu dan membelai mesra ranting rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.
Kahlil gibran
cherry valley forever
h
will byers stan first human second
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

JBB: An Artblog!
art blog(derogatory)
Xuebing Du
Peter Solarz
d e v o n
Misplaced Lens Cap
KIROKAZE
Lint Roller? I Barely Know Her

if i look back, i am lost
ojovivo
AnasAbdin

Andulka

tannertan36
No title available
One Nice Bug Per Day
I'd rather be in outer space 🛸
seen from United States
seen from Switzerland
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States

seen from Singapore

seen from Malaysia

seen from Singapore

seen from Canada

seen from Germany

seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from Malaysia

seen from Lithuania
seen from United States
seen from Belgium

seen from Russia

seen from Japan
@alfanherya
Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu dan membelai mesra ranting rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.
Kahlil gibran
"dibertambahnya usia tidak muluk muluk yang saya citakan, cukup kuatkan untuk menjadi tulang punggung keluarga"
@alfanherya
"ada diantara lantunan ayat yang sering ku dengar darimu ayah, tapi pagi ini sampai menetes air mata"
Sore menyongsong bersiap dalam gelap malam. Hati kembali berdegup memastikan darah mengalir dalam vena mengucur kesegala arah. Sakit... Ada rasa dalam diri ketika kau mengerti hanya akan peduli tetapi aku tidak ingin, inginku hanya satu, terlihat dimata sehat selalu. gunung menjadi persembunyian atas rasa sakit yang saat ini aku rasakan
"buah dari harapan adalah kesedihan dan penyesalan, buah dari kesadaran dan perjuangan adalah akhir yang menyenangkan"
@alfanherya
"bukan sebuah kemolekan bukan sebuah hiasan di wajah, tapi daya upaya untuk menyatukan bersama"
@alfanherya
"jangan mengecap seseorang jelek setelah tau masa lalunya, justru kita harus motivasi supaya dia bisa bangkit, bukan menggunjing dan menjatuhkan karena kadang kita tidak lebih mulia dari pada taubatnya ia"
@alfanherya
Salah mengartikan
Kata demi kata terangkai berbalut buaian indah memaknai bentuk sebuah rasa perhatian. Semilir angin, segelintir harap berpadu menjadi sebuah kata. Tatap lebih lama hingga pada akhirnya terjerumus dalam frekuensinya. Pancaran gelombang sekuat radiasi yang menyambar meteorit hingga pada akhirnya musnah sirna menjadi kepingan yang seakan tergores dalam lautan keindahan malam bertabur bintang. Apa yang disuka ternyata menyukai hal yang buka di suka. Apa yang diharap ternyata sudah disukai oleh sahabat. Mundur mungkin sebuah cara untuk memastikan kalau doa yang pernah di panjatkan salah alamat. Cukup mungkin, cukup untuk mengartikan sebuah tindakan yang hanya berakhir pada sebuah kata menyakitkan!
Hari ini, ku tatap langsung senyum nya... Teduh. Indah....
Ada sebuah sapa di pagi buta, pancaran mata terlihat jelas, luluh seketika bergetar sampai kaku lidah untuk bertegur
Alfanheru
Ingin aku terbang melihat daratan dari ketinggian
Ingin ak bertatap melihat sorot mata yang selalu menyamankan
Ingin ku bersuara, berucap bahwa kau segalanya
Dan ingin ku dekap ketika kau lelah dalam satu hari mu.
Menatap cakrawala, hingga pancaran jingga menengadah menusuk memecah es dalam relung hati, menghangatkan keseluruhan jiwa, membukakan mata untuk kembali menatap biru langit yang indah.
Kau selalu ada, entah sampai kapan hati terus meronta
Sebait
Sebelum ku kembali menulis beberapa bait puisi, ingin sedikit ku kenang masa lalu. karena sumber inspirasi adalah sebuah masa lalu.
Batang - jakarta
360 km kita terpisah dalam ruang dan waktu
penuh rindu, hingga sendu dalam balut waktu
kau menjadi candu hingga pada akhirnya rindu tiada temu
tiba-tiba angin jahat datang, dengan segala muslihat jahat
tarian air mancur berlatar belakang tiang penopang emas
menjadi saksi kekejaman angin jahat
kau memutuskan untuk pergi meninggalkan
di atas sebuah ucap janji yang terlontarkan
saksi akan sebuah rasa cinta, rasa sayang yang indah jatuh
bagai air mancur penuh warna warni yang akhirnya lebur
sakitt…
tapi itu adalah pilihanmu, meski tak ada sedikit pikiran untuk kembali
menengok ke arah langkahku
hanya waktu, yang berusaha ku rangkai
untuk kembali hidup
dalam sebuah nestapa, getir dalam dada
jakarta, kejam se kejam ia yang telah meninggalkan..
Rasanya ingin sekali kembali menulis, kembali menjadi orang yang memuja hingga lupa hati juga butuh ruang untuk kembali bersinggah
Mengenalmu mengajarkan untuk hidup bahagia, bukan untuk bersusah,bukan pula untuk terus berupaya
alfanherya
Sebait
Sebelum ku kembali menulis beberapa bait puisi, ingin sedikit ku kenang masa lalu. karena sumber inspirasi adalah sebuah masa lalu.
Batang - jakarta
360 km kita terpisah dalam ruang dan waktu
penuh rindu, hingga sendu dalam balut waktu
kau menjadi candu hingga pada akhirnya rindu tiada temu
tiba-tiba angin jahat datang, dengan segala muslihat jahat
tarian air mancur berlatar belakang tiang penopang emas
menjadi saksi kekejaman angin jahat
kau memutuskan untuk pergi meninggalkan
di atas sebuah ucap janji yang terlontarkan
saksi akan sebuah rasa cinta, rasa sayang yang indah jatuh
bagai air mancur penuh warna warni yang akhirnya lebur
sakitt...
tapi itu adalah pilihanmu, meski tak ada sedikit pikiran untuk kembali
menengok ke arah langkahku
hanya waktu, yang berusaha ku rangkai
untuk kembali hidup
dalam sebuah nestapa, getir dalam dada
jakarta, kejam se kejam ia yang telah meninggalkan..
Malam Sepi
Sabtu malam menjadi bukti, bahwa hati kadang masih berusaha ingin memiliki. hati bersabarlah bahwasannya kau masih kuat untuk sendiri, mengurung dalam kotak putih di gelapnya gedung malam hari. hati bersabarlah untuk sebentar lagi, karena memang kau ditakdirkan melewati hari hari tidak hanya malam ini tapi untuk malam seterusnya sendiri. bersabarlah kembali lagi duhai hati, meski pada akhirnya kau menjadi sepi hingga merasakan sepi yang keterlaluan percayalah akan ada sebuah cahaya harapan yang menerangkan di kala hati yang sepi.
Pembelajaran dari sebuah masa lalu adalah rasa, rasa bahagia atau susah. Berkhayal akan masa depan membuat hati terus berhati bijaksana dalam menyikapi
Sumber: alfanherya
Nyata
Kosong, lurus beraturan dalam pandang mata letih. Menatap hujan dari kejauhan merasakan bias udara menusuk dingin menggerogoti jiwa. Kau semakin dingin terus dingin dan mendingin. Batu!. Menghiraukan segala jenis usahaku, dalam pencarian petunjuk mencoba menerobos benteng pertahanan hatimu, karena aku menyayangimu. Inginku segera menghalalkan mu namun raga ini tidaklah sebagus werkudara satria piningit yang gagah perkasa, raga ini pun bukanlah raga yang sempurna, banyak cacat hidup di mana mana. Aku bagai cerita dalam karya legendaris tanah arab laila majnun, tersohor cerita itu, mengais cinta sampai terbuta. Aku hanya seorang kurcaci kecil yang berharap bersanding dengan nonik rusia tinggi mempesona, bangsawan dalam raga. Kembali ku terdiam duduk dalam sudut kotak kosong melamun berkhayal dan itu yang bisa aku lakukan.
Sesaat ku tersadar betapa indah sebuah lamunan yang hanya akan terus menjadi penghias hari dalam duka.
Dwrzm dalam penantian