LOST/HUMAN DISQUALIFICATION
Sering terjadi kalau nonton kdrama, aku selalu menuliskan atau membayangkan jalan cerita selanjutnya di pikiran dengan cepat. Berbeda saat aku nonton kdrama satu ini, seperti sedang latihan kesabaran, ku lebih sering memarinasi pikiran dan membiarkannya meresap sebentar, tidak hanya di pikiran tapi juga di hati... tanpa ekspektasi apa-apa.
Banyak yang menonton series ini menghubungkannya dengan kdrama lain, My Mister. Episode awalnya memang membosankan bagi sebagian orang, tapi bagian itu malah yang aku suka banget. Lambat, hening, dan aku tenggelam dalam kesepian tiap-tiap scenenya. Tentu kedua drama ini tidak sama, Lost punya bentuk, ritme, dan struktur cerita yang berbeda. Tapi keduanya tetap memberi nafas dan rasa yang sama selama aku menontonnya. Memang, ritmenya lamban, dan sepi dialog mungkin tidak cocok bagi sebagian orang, tapi disitulah serunya. Lost punya banyak monolog-monolog puitis dari tokohnya yang bikin hatiku hancur. Berasa banget tersiksanya sampe sini :") wkwkwk
Jangan berharap cerita berkembang dengan cepat, kdrama ini punya fase yang lambat. Nontonnya harus menyediakan waktu khusus untuk duduk dan tenggelam dalam tiap episodenya, tidak bisa ditonton terburu-buru. Tiap karakter berkembang dengan sangat realistis, pay attention to the detail. Shows does everything with purpose, so the more you connect the details, the more interesting and textured your watch will be.
Akting Ryu dan Doyeon apik banget. Pertemuan keduanya begitu natural. Mereka diem aja tapi aku tau mereka nyaman jika dekat satu sama lain (haha maapin ya karena penonton gemes liat interaksi keduanya). Keduanya punya trauma dan masalah hidup masing-masing. And the silence these two share is very comforting to watch.
Pilihan keduanya untuk bertahan hidup dan secara tidak langsung untuk saling menguatkan bikin haru selama nonton. Menjadi dewasa memang getir sekali. Dari keduanya, aku mengambil pelajaran untuk mengusahakan hidup dengan lebih baik dan berbuat baik. Karena cuma berbuat baik yang kita bisa usahakan diumur berapa pun selagi akal masih sehat, kalau dah sakit jiwa kan susah 😆
Terakhir the musics choices... yaampun kelen bayangkan, jeff buckley, yes mr. jeff ngisi salah satu ost utamanya. Lagu tentang kehilangan, kekuasaan, kematian, cinta dan pengkhiatanan, lagu tentang manusia dengan segala permasalahannya. Hallelujah mengiringi hampir di tiap-tiap episode awal bikin bulu kuduk berdiri haha
Once again... What a painfully but beautiful kdrama, indeed 🥺🙏🏻












