Untuk cemburu pun, aku tak berhak. Sebab, kamu terlalu baik untuk menjadi seseorang yang kuperjuangkan.
IjoLumut
seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Malaysia

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from France
seen from China

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from Germany
seen from Russia
seen from China
seen from Malaysia
Untuk cemburu pun, aku tak berhak. Sebab, kamu terlalu baik untuk menjadi seseorang yang kuperjuangkan.
IjoLumut
Percayalah
Di balik pedihnya perjuangan yang dilalui
Ada kado indah yang sudah Allah siapkan jauh-jauh hari.
Jangan berputus asa
Berdoalah sampai harapan itu nyata
Berada di depan mata
-ijolumut
Ancol, Maret 2018.
Ya, gambar yang istilahnya hanya pemanis kata itu diambil di sana, memandangi air yang terbentang namun tak tumpah ke daratan hanya karena kuasa-Nya.
Waktu itu adalah masa sulit yang rasanya tak mampu lagi untuk kulalui, namun benar kuasa Allah begitu nyata, kasih sayangnya tiada tara.
Dia selalu menghadiahkan kebahagiaan yang tak disangka-sangka, ada saja cara-Nya membuat hamba ini tersenyum gembira.
☕
"Mama! Mama ...." teriakku di jalanan dekat stasiun tanah abang, berusaha mengejar sambil menggenggam ponselnya yang tertinggal.
Beruntung, beberapa orang dan Pak Polisi ikut membantu mengejar dan memanggil wanita yang paling kusayang, dan akhirnya ponsel itu kembali ke genggaman beliau.
Sambil menahan air mata dan dada yang sesak, aku menyerahkannya.
"Dadah, Sayang." Mama menciumiku lagi, dan kami kembali ke arah yang berbeda.
Sambil membalikkan tubuh tanganku mengusap air mata, tak ingin dilihat oleh kerumunan orang.
Setelah berhasil menaiki kereta jurusan Serpong dan turun di Kebayoran Lama, tumpah ruah sudah air mata. Sesak, tak ingin berpisah bersama Mama. Namun, diri harus kuat, hanya doa terbaik untuknya yang bisa kuberikan.
Untuk menghibur hati yang kalut, akhirnya aku bersama seseorang yang berpengaruh dalam hidup pergi ke Ancol, niatnya untuk menghibur diri, namun di sana aku teringat kembali sang Ibu, karena niatnya kami akan pergi bertiga.
Intinya, aku sayang mama.
🍩
Berjuang, jatuh bangun sendirian, terkadang merasa teramat payah. Namun, satu hal yang membuat diri terus bangkit, kasih sayang dan rencana Allah yang begitu indah. Aku percaya ... sangat percaya.
"Ini hanya sedikit cerita tentang sebuah luka dan kerinduan."
"Sejatinya ... tak ada yang abadi di dunia, kecuali Sang Maha Pencipta."
Jadi, apa yang bisa kau banggakan?
Jodohku Gendut
Sekilas, judul novel ini tampak nyeleneh, terkesan body shaming, merendahkan bentuk tubuh orang lain.
Namun, saya bilang tidak! Kenapa?
Karena saya sendiri penulisnya. Hehe 😁
Sengaja, saya menulis cerita ini di sebuah grup yang didirikan oleh Pak Isa Alamsyah dan Bunda Asma Nadia (Komunitas Bisa Menulis) untuk menyadarkan bahwa cinta yang sebenarnya itu tak memandang fisik.
Novel ini sebenarnya menceritakan tentang santri bernama Zidan, yang sukses meraih gelar S1, namun tak ingin keluar dari zona nyaman, ia tetap betah tinggal di pesantren, berleha-leha bersama ketiga adik kelasnya, Joko, Mujib dan Ojan yang disingkat jomujan.
Walau pemalas, ia sebenarnya mempunyaii otak yang cerdas, dibuktikan dengan diberikannya kepercayaan oleh Pimpinan Ponpes untuk mengajar di Madrasah Diniyah sebelum mencari kerja di luar pondok, dan itu semua malah menjadikannya semakin betah tinggal di pesantren.
Sayangnya, Zidan ini orangnya sedikit nyeleneh, malas-malasan seperti orang yang tak punya masa depan.
Namun, suatu hari saat ia dan ketiga adik kelasnya itu taruhan, nahas dia harus kalah dan memenuhi persyaratan, menikahi gadis tergendut di pesantren yang bernama Inggit.
Bagusnya, Zidan bukanlah orang yang ingkar terhadap janji dan selalu menjaga lisan untuk tak menyakiti.
Inggit yang bak orang disambar petir di siang bolong saat dilamar Zidan tak tanggung-tanggung langsung menerima.
Pernikahan pun terjadi, dengan cinta yang sedikit pun tak tumbuh di hati Zidan. Berbeda dengan kedua orang tuanya yang mencintai dan menyayangi Inggit sebagai menantu.
Novel ini juga bukan bergenre romance-mellow, terkesan komedi dengan penyampaian cerita dari sudut pandang Zidan.
Pada intinya, karena ketulusan Inggit dan sikap baiknya, hati Zidan luluh juga. Itu membuktikan bahwa fisik hanya pemanis semata, tak ada artinya jika cinta sudah menyapa.
💚
Kode Mulut Pakong Ijo, Sabtu 29-12-2018, Semalam Buka: “09″
Kode Mulut: “SALAM RINDU…!!!”
https://petakijolumut.blogspot.com
Jamannya #ijolumut #imut #lucu #jomblo Wahahahahaha #asuszenfoneselfie #pixlr #o4's (di SMP Negeri 2 Ambarawa (GRIDABARA))