Tentang beberapa ilmu neuro parenting yang dibawakan dr Aisyah Dahlan, dimana perkembangan karakter laki-laki dan wanita memang berbeda, dikarenakan memang qadarullah Allah menciptakan bagian2 otak Yang berbeda.
Salah satunya tentang "Hypotalamus"
Dr Aisyah (yang biasa disebut buisah) menjelaskan dari studi kasus yang ia alami misal banyak diantara ibu-ibu yang mengeluh, akan anak remaja nya yang suka membentak ibu nya secara tidak sadar. Bahkan terkadang bukan hanya kepada anak remaja, biasanya suami atau laki-laki lain pun umum tak sengaja merespon sesuatu dengan membentak ketika dirinya tertekan. Kalau ditanya apa penyebab nya? yaitu bagian kecil pada otak, yang bernama hypotalamus.
Banyak anak laki-laki yang melakukan tindakan melawan sejatinya bukan karena mereka memang berniat melawan kepada ibunya, melainkan hypotalamus sendiri yang sedang melatih dirinya untuk bisa menjaga keamanan. Termasuk menjaga dirinya sendiri. Terkadang mereka pun merasa bersalah, sudah membentak ibunya atau orang sekitarnya. Sebagai ibu kita harus tetap tenang, dan Melatih mereka untuk tetap mengkontrol misal katakan dengan lembut "Sabar ya nak, ingat bahwa Allah mengatakan seburuk-buruknya suara adalah suara keledai. Mari rendahkan suaramu sayang. "
Sudah menjadi fitrah bagi laki-laki akan merasakan rasa tanggung jawab yang besar untuk menjaga keamanan sekitar nya. Rasa itulah yang dibawa dari bagian otak yang bernama hypotalamus itu .
Maka kadang tak heran misal, kita dapati banyak anak laki-laki walaupun dia masih kecil, dia akan berusaha menjaga ibu nya ketika sakit. Ketimbang menjaga ayahnya. Sebab ayahnya sendiri laki-laki yang sudah mempunyai hypotalamus yang sama besar nya seperti dia, dan digunakan untuk menjaga anak-anak perempuan nya.
Lalu, apakah perempuan punya hypotalamus? Jawabannya punya. Hanya tetap, untuk ukuran hypotalamus pada otak laki-laki lebih besar ketimbang pada otak perempuan .
Bu Isah halmengatakan bahwa kita sebagai seorang ibu harus mengerti dan paham bagaimana cara menghadapi bagian otak pada laki-laki ini misal ;
• Ketika anak laki-laki atau suami kita datang dengan lusuh atau terlihat membawa banyak masalah 'jangan langsung tanya dan minta mereka bicara/ menceritakan apa yang terjadi. '
Karena perbedaan laki-laki dan perempuan, ketika dirinya tertekan laki-laki lebih memilih untuk diam ketimbang perempuan yang lebih memilih bercerita. Otak kanan laki-laki lebih dominan ketimbang perempuan, sehingga ia lebih memikirkan solusi ketimbang harus menceritakan nya. Ketika dia kita beri waktu diam, dia akan memikirkan banyak solusi.
Tanpa kita sadari hal ini juga menjadi bagian dari fitrah yang Sunatullah sudah Allah ciptakan pada setiap hamba Nya.
Katakanlah padanya "kalau kau butuh ibu untuk cerita, kamu bisa panggil ibu ya." Sebab ketika dia sudah menemukan solusi, biasanya dia akan mencari seseorang untuk menceritakan semuanya sebagai pendengar. Untuk menumbuhkan respect yang tinggi, sebelum anak menceritakan semua nya. Kita bisa bertanya kepadanya "apa solusi dia sendiri dalam masalahnya? " Mereka akan suka hal ini, karena ketika menceritakan sesuatu yang sudah ditemukan solusi nya, sebagai laki-laki ia akan merasa hebat dan jantan.
Mereka calon pemimpin, yang perlu bisa mengatasi dan menyelesaikan masalahnya sendiri. Dan jangan lupa untuk memuji nya, ketika ia berhasil memecahkan solusinya dengan baik. Katakan "Masyaallah, Kamu keren!!! "
Tentu beda bukan? Ketika kita perempuan lebih memilih untuk bercerita dahulu, baru menemukan solusi ketika kita selesai bercerita. Semuanya sudah menjadi sunnatullah. Semoga Allah memudahkan kita untuk saling memahami banyak nya karakter dan kebesaran Allah yang menciptakan berbagai macam perbedaan di Muka Bumi ini.