76a.IMF.WB.WDC.23apr06 by Elvert Barnes Via Flickr: Cops . MPDC . IMF-WB Protests . 18th and F Streets, NW . WDC . Sunday afternoon, 23 April 2006 . Elvert Xavier Barnes Protest Photography

seen from China

seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States

seen from Poland

seen from United States

seen from T1
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from China
seen from United States

seen from United States
seen from Belarus

seen from United Kingdom
seen from China
seen from United States
seen from Türkiye
76a.IMF.WB.WDC.23apr06 by Elvert Barnes Via Flickr: Cops . MPDC . IMF-WB Protests . 18th and F Streets, NW . WDC . Sunday afternoon, 23 April 2006 . Elvert Xavier Barnes Protest Photography
Transaksi di Indonesia Pavilion Capai Rp423 Juta
Liputanviral - Jelang berakhirnya Pertemuan Tahunan IMF-World Bank 2018, Indonesia Pavilion tercatat mencetak transaksi sebesar Rp423 juta. Pencapaian itu masih jauh dari nilai seluruh barang yang dipamerkan di Indonesia Pavilion yang mencapai Rp8 miliar. Meski demikian, Koordinator Pameran dan Perdagangan Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Indonesia Pavilion Indyruwani Asikin Natanegara mengatakan nilai barang barang di Indonesia Pavilion yang sebesar Rp8 miliar itu bukan menjadi target penjualan tim. "Tapi untuk transaksi semakin ke sini semakin meningkat, karena pas awal-awal kan masih sepi," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Minggu (14/10). Berdasarkan catatannya, jumlah transaksi pada Kamis (11/10) baru sebesar Rp146 juta dari total 500 barang yang terjual. Sementara, saat ini barang yang terjual sudah mencapai ribuan. "Jadi kan kami ada dua gudang, satu di Denpasar dan satunya lagi di kawasan ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) di Nusa Dua. Nah, sekarang semua sudah di ITDC," papar Indyruwani. Sebelumnya, sejumlah barang yang dinilai premium ditempatkan di gudang ITDC dan barang dengan kualitas menengah sengaja ditempatkan di Denpasar. Hal ini agar panitia bisa mengambil barang dengan mudah. "Karena ini kan dua hari sekali barangnya diganti, karena ratusan UMKM yang ikut," terang dia. Terkait barang yang banyak terjual, kata Indyruwani, masih seputar pakaian siap pakai (ready to wear), kain, dan perabotan rumah. Harganya bermula dari Rp250 ribu sampai Rp25 juta. Ia menambahkan meski nilai penjualan yang terkumpul belum sampai setengah dari total nilai barang yang dijual, tetapi Indyruwani optimistis mayoritas barang akan terjual. Sebab, Indonesia Pavilion akan diperpanjang dan masih dibuka untuk umum usai IMF-WB selesai hari ini. "Kan masih ada besok sampai 17 Oktober 2018 yang dibuka untuk publik, barang-barangnya juga masih ada di gudang dan pengunjung semakin banyak," pungkas Indyruwani. Read the full article
Aktivis Kritik Pertemuan IMF-World Bank
Liputanviral - Sejumlah elemen masyarakat merespons negatif Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (IMF-World Bank) di Nusa Dua, Bali. Mereka mempertanyakan peran dari kedua lembaga tersebut bagi perekonomian Indonesia maupun dunia. Koordinator Gerak Lawan Muhammad Reza Sahid menyatakan IMF dan Bank Dunia adalah dua lembaga yang kehadiran tidak memberikan keuntungan bagi rakyat dunia. "IMF adalah sebuah kenihilan, kesia-siaan yang hakiki atas kontribusinya bagi kesejahteraan masyarakat dunia. Tak ada hal siginifikan yang berguna dilakukannya selama lembaga ini eksis di muka bumi. Yang miskin tetap saja miskin, malah makin miskin. Kedaulatan negara digerogoti," tuturnya dalam siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com. Selama pertemuan IMF ini berlangsung, gerakan ini akan melakukan serangkaian kegiatan seperti aksi damai, diskusi, serta pertunjukan budaya untuk menyuarakan penolakan atas kedua lembaga ini. Senada, Koordinator Internasional La Via Campesina Zaninal Arifin Fuad turut menuding IMF dan Bank Dunia terlibat dan berperan dalam menganulir makna reforma agraria. Menurutnya, reforma agraria yang dikemukakan Bank Dunia dan IMF berbasis pasar dan bukan yang diinginkan komunitas petani. Di sisi lain, I Nyoman Mardika dari Yayasan Manikaya Kauci berpendapat bahwa rakyat bali harus mengetahui esensi dan substansi dari acara yang diselenggarakan di Bali ini. Menurutnya, selama ini Bali sering menjadi tempat diselenggarakannya kegiatan bertaraf internasional yang cenderung 'membuai' rakyat bali. "Memang 70 persen pendapatan daerah di Bali berasal dari pariwisata, Di sisi lain, Bali kehilangan 800 - 1000 hektar lahan setiap tahunnya," paparnya. Selain itu, terdapat beberapa penolakan kebijakan Bank Dunia dan IMF lainnya yang dilakukan oleh Gerak Lawan seperti, pembagunan NYIA (New Yogyakarta International Airport), perampasan laut dari industri pariwisata dan pembagunan infrastruktur kawasan ekonomi di Bintan-Kepulauan Riau, dan juga proyek-proyek raksasa lainnya yang terkait dengan energi dan pertambangan. Hingga kini, Gerak Lawan sudah memiliki 10 ribu partisipan di 25 wilayah yang melibatkan 15 organisasi dengan 32 Agenda. Read the full article