[DAY 11] Seseorang pernah datang kepada ku. Duduk bersama ku. Menghiburku. Saat itu, tak sekalipun Ia memaksaku untuk menerimanya. Tak sekalipun Ia pernah meminta untuk mau menerimanya dengan segala cerita getir masa lalunya. Yang aku ingat, Ia hanya sekali meminta untuk diperbolehkan mengusap alis mataku. Saat itu, tak sekalipun aku menaruh harap padanya. Aku tau: dia memang begitu. Namun kala itu, waktu tak pernah berbohong. Keadaan tak mungkin memungkuri. Lalu aku dibuai dengan segala kebaiknya. Kala itu, aku coba tutup telinga. Yang aku tau dan yakini: Dia akan mulai mencintai dengan cara yang berbeda. Namun tak semua keyakinan itu benar adanya. Yang sekarang terjadi: Ia masih sama. Kala itu. Saat duduk bersamaku, aku tau hatinya resah, matanya terus berputar mencari. Namun aku tetap memaksanya bertahan hingga berulang kali. Dan saat semua ku kira baik-baik saja. Ia beranjak, bergerak mengikuti kemauannya dan aku tak kuasa. Barangkali, Ia menganggap semuanya telah usai. Semua telah tuntas. Padahal tidak. Ada doa yang terus mengalir, meski aku harus duduk seorang diri. Memandang matahari yang akan turun meninggalkan. Memandang pemandangan yang jadi dambaan kamu dan dia. Sungguh berbahagialah, berpuas dirilah! . . . @30haribercerita #30haribercerita #30HBC1711 #30HBC11 #imsorryforblamingyou #andberceritajanuari #andbercerita #andproject








