Arum-Arum dan Jari Cantik
Sedari kecil terbiasa menjadi 'ugly duckling' membuat seorang curiocherry kesulitan menerima pujian orang lain, terutama pujian terhadap fisik. Dari kanak-kanak, dia sudah sadar bahwa dia bukanlah anak perempuan yang cantik. Tidak buruk rupa juga, hanya biasa saja. Perasaan rendah diri inilah yang terus membayangi karakter curiocherry yang sering bereaksi aneh ketika dipuji cantik secara fisik. Dengan bentuk fisik yang biasa aja, bahkan beberapa tahun terakhir cenderung kurus kering, rasanya tidak mungkin akan ada yang memuji kondisi fisik seorang curiocherry. Dan, yang dipuji adalah jari-jari tangan. Jari-jari kurus yang sangat tidak menarik ini secara mengejutkan mendapat pujian dari dua orang cewek yang kebetulan dua-duanya bernama Arum. Pertama. Binar Arum, atau yang biasa dipanggil Bin atau Binar oleh curiocherry(tapi Binar biasa dipanggil dengan nama Arum di lingkungan keluarganya) pernah berkata bahwa curiocherry memiliki jari-jemari yang lentik dan terlihat cantik ketika memegang bulpen untuk menulis. Waktu itu, si Bin sedang mengantar curiocherry ke bank untuk mencairkan selembar cek dan menstransfernya ke rekening salah satu perusahaan yang melaksanakan kontrak kerja renovasi gedung tempat curiocherry bekerja. Karena ada suatu kesulitan, curiocherry harus mengisi data yang lumayan banyak pada beberapa dokumen. Selama curiocherry sibuk menulis semua kelengkapan dokumen, ternyata si Bin juga sibuk 'terpukau' dengan jari curiocherry yang tampak cantik memegang bulpen dan menggoreskan tulisan-tulisan di atas kertas. Ketika mereka berdua sudah selesai dengan urusan di bank, si Bin dengan terang-terangan bilang bahwa dia kagum dengan curiocherry yang memiliki jemari cantik. Mendengar hal itu, curiocherry hanya bisa bingung dan tidak percaya. Diperhatikan baik-baik jemarinya, semua tampak biasa saja. Seumur hidup tidak ada yang istimewa dengan jemari tangannya. Bisa berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya, itu yang terpenting baginya. Kedua. Elfitri Arum, atau yang biasa dipanggil Room atau Arum, kemarin memuji jari-jari tangan curiocherry yang cantik seperti pianis. Mendengar hal ini, curiocherry hanya tertawa dan bertanya bagaimana bisa. Arum beralasan bahwa jemari curiocherry yang kurus cocok untuk menekan-nekan tuts piano. Karena selama ini Arum hanya melihat kerja curiocherry yang sibuk menginput data ke komputer, dia berkata bahwa jari-jari seperti itu memang jari yang cocok untuk mengetik. Terlihat cantik. Sekali lagi curiocherry hanya tertawa. Seperti deja vu. Dua orang dengan nama yang sama, bisa memuji hal yang sama walaupun dengan alasan yang berbeda. Ah, dua Arum ini juga memiliki kesamaan yang lain, tubuh tinggi, kurus dan berhijab. Ketiga. Arum Effendi. Si Arum yang satu ini belum memuji tentang cantiknya jemari curiocherry. Ini artinya dia harus ditanya apakah menurutnya jari-jari tangan milik curiocherry itu terlihat cantik.(Yum, jawabannya harus IYA) Arum yang terakhir ini juga memiliki kesamaaan dengan Arum-Arum sebelumnya. Sama-sama tinggi, kurus dan berhijab. Coincidence much? Baiklah, sekarang waktunya mencari Arum-Arum yang lain, apakah mereka akan berpendapat yang sama akan jari-jari tangan curiocherry.











