Sudut Lengang
31 Juli 2018
Entah apa yang harus kukatakan tentang ini, aku hanya merasa aneh -aneh yang tak kunjung berhenti- aku ingin menertawai diriku yang sedang memelas, aku ingin memeluk diriku sendiri yang marah dan sedih tak beraturan, bukankah ini lucu?
Sekarang, aku tak cukup khawatir untuk mengkhawatirkan seorang aku yang masih di sini dengan cahaya temaram. Aku juga tak berharap cahaya itu bertambah terang. Aku di sini hanya ingin tertawa memeluk diriku yang pilu.
Maaf tapi kukatakan untuk sekedar bejaga-jaga bahwa aku sedang tak mengharap iba dari siapa siapa, pun dari dirimu.
Asal kau tau, telah ku coba berkali-kali menyakinkan diri, seperti halnya sedang berdzikir dalam hati, menyemogakan esok akan baik-baik saja, mengharapkan ketepatan langkah tanpa sandiwara. Seiring dengan menghangatnya hatiku seiring dengan meredupnya cahaya itu. kutertawai piluku, kupeluk erat diriku.
Ah, aku lupa mengatakan ini. Tolong jauhkan tatapanmu yang menganggapku tak waras begitu, meski aku tahu kau lakukan itu tanpa ada sedikitpun cemas di hatimu. Aku terbiasa dengan ini, jadi tenanglah.
- In Collaboration with -Nur Lailyana













